Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner

Berita

3 Invensi BBSDLP Raih Royalti
29/11/2016
article thumbnail

3 Invensi BBSDLP Raih Royalti Pada 2016 ini peneliti dari lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian mendapat royalti total senilai Rp583-juta atas 10 temuan di bidang pertanian. Tiga dari 1 [ ... ]


Kisah dari Delta Phraya
25/11/2016
article thumbnail

Kisah dari Delta Phraya   Suatu hari pada 1870 saat Raja Rama V baru saja memerintah Thailand, sebuah dataran rendah di sebelah barat Sungai Chao Praya dibuka untuk kawasan pertanian. Kanal-kana [ ... ]


Berita Lainnya

Penelitian

Validasi Decision Support (DSS) Pemupukan Padi Tervalidasi di Lahan Rawa Pasang Surut
20/05/2014 | Administrator
article thumbnail

Validasi Decision Support (DSS) Pemupukan Padi Tervalidasi di Lahan Rawa Pasang Surut Penelitian tentang pemupukan untuk tanaman padi di lahan rawa mulai banyak dilakukan sejak tahun 1980 anta [ ... ]


Pengembangan Kalender Tanam Rawa Terpadu
19/05/2014 | Administrator
article thumbnail

Pengembangan Kalender Tanam Rawa Terpadu Kalender Tanam (KATAM) Lahan Rawa merupakan peta yang menggambarkan potensi pola dan waktu tanam tanaman padi  di lahan rawa yang sangat variatif. Penyusuna [ ... ]


Pemanfaatan Ekstrak Pupuk Kandang untuk Peningkatan Ketersediaan Hara dan Pertumbuhan Tanaman Padi di Lahan Rawa
24/12/2013 | Administrator
article thumbnail

Pemanfaatan Ekstrak Pupuk Kandang untuk Peningkatan Ketersediaan Hara dan Pertumbuhan Tanaman Padi di Lahan Rawa Kandungan bahan organic tanah lahan pasan gsurut yang ada umumnya belum tersedia sebag [ ... ]


Lainnya
Sedap Malam dari Rawa PDF  Array Cetak Array  E-mail
Berita
Kamis, 20 Oktober 2016 08:52

Sedap Malam dari Rawa

Ini suasana baru di Taman Sains Park (TSP) Lahan Rawa, Banjarbaru. Setiap malam udara di tengah kebun mewangi bak di taman keraton. Aroma harum menguar dari kelopak bunga yang mekar berjajar di lahan yang berhadapan dengan hamparan sawah dan jagung. Di tangan Ir Eddy William lahan rawa disulap sebagai kebun tanaman hias.

Sedap malam Polianthes tuberosa lazimnya ditanam di lahan kering di dataran menengah dan dataran tinggi. Sebut saja di Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat atau di Pasuruan, Jawa Timur. Namun, Eddy William, yakin sedap malam mampu dibudidayakan di lahan rawa sepanjang dapat mengatur air sehingga lahan tidak tergenang. “Saya beberapa kali menyaksikan sedap malam tumbuh di dataran rendah. Artinya, sedap malam pun dapat di lahan rawa,” katanya.

Eddy lantas memilih kawasan lahan rawa yang relatif tinggi lalu membuat bedengan-bedengan dengan saluran drainase untuk membuang air di saat hujan tiba. Kini lahan rawa di TSP Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pun semarak dengan kehadiran batang-batang bunga sedap malam yang mekar silih berganti. “Permintaan pasar sedap malam tinggi. Terutama untuk bunga potong saat hajatan dan hari-hari besar. Saat ini bunga potong di Indonesia kebanyakan masih dipasok dari Jawa,” kata Eddy.

Sedap malam memang istimewa bagi masyarakat Indonesia. “Tanpa kehadiran sedap malam perayaan perkawinan atau hari besar terasa tidak lengkap. Ia tak bisa digantikan bunga lain. Ia istimewa karena mengeluarkan aroma lembut yang disukai tamu dan pengunjung,” kata Aulia Rahman, perangkai bunga di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Di luar negeri seperti Jepang sedap malam bahkan diyakini sebagai lambang cinta. Sementara di Eropa sedap malam menghiasi altar di gereja.

Sebetulnya, menurut Dr. Ir Herman Subagio MS, kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, sedap malam bermanfaat untuk aroma terapi sehingga layak digunakan sebagai hiasan rumah sehari-hari yang menentramkan. “Ini pasarnya bagus karena bermanfaat untuk kesehatan. Aroma sedap malam dapat mengatasi keluhan sulit tidur, resah karena stres, dan kelelahan,” kata Herman.

Di lahan rawa sedap malam berbunga pada umur 4 – 5 bulan setelah tanam. Panen bunga potong dilakukan ketika satu atau dua kuntum bunga telah mekar. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tangkai bunga dengan gunting atau menarik tangkai bunga hingga terlepas dari rumpun tanaman. Masa produktif tanaman sedap malam mencapai umur 2 tahun setelah tanam. Setiap rumpun tanaman dapat menghasilkan bunga 3 – 5 tangkai bunga potong.

Bunga sedap malam mekar berurutan. Kuntum bunga bagian bawah mekar terlebih dahulu lalu menyusul kuntum bunga di atasnya secara berurutan. Kesegaran bunga dapat bertahan 5—10 hari tergantung perlakuan saat ditampilkan. (Destika Cahyana)


Terakhir diperbarui Jumat, 21 Oktober 2016 08:49
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com