Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner

Berita

Buruk Muka, Jangan Cermin Dibelah
17/03/2017
article thumbnail

Buruk Muka, Jangan Cermin Dibelah Petuah diatas barang-kali lebih tepat untuk memberikan gambaran tentang wilayah perbatasan negara dan upaya Jokowi-Kalla dalam melakukan pembangunan di wilayah te [ ... ]


Diskusi Hebat, Action Hebat
09/03/2017
article thumbnail

Diskusi Hebat, Action Hebat Rapat tidak boleh lama-lama, yang penting adalah action selanjutnya,” Kata Kepala Balai, Dr. Herman Subagio, mengawali arahan pertemuan sosialisasi program kerja bagi [ ... ]


Berita Lainnya

Penelitian

Validasi Decision Support (DSS) Pemupukan Padi Tervalidasi di Lahan Rawa Pasang Surut
20/05/2014 | Administrator
article thumbnail

Validasi Decision Support (DSS) Pemupukan Padi Tervalidasi di Lahan Rawa Pasang Surut Penelitian tentang pemupukan untuk tanaman padi di lahan rawa mulai banyak dilakukan sejak tahun 1980 anta [ ... ]


Pengembangan Kalender Tanam Rawa Terpadu
19/05/2014 | Administrator
article thumbnail

Pengembangan Kalender Tanam Rawa Terpadu Kalender Tanam (KATAM) Lahan Rawa merupakan peta yang menggambarkan potensi pola dan waktu tanam tanaman padi  di lahan rawa yang sangat variatif. Penyusuna [ ... ]


Pemanfaatan Ekstrak Pupuk Kandang untuk Peningkatan Ketersediaan Hara dan Pertumbuhan Tanaman Padi di Lahan Rawa
24/12/2013 | Administrator
article thumbnail

Pemanfaatan Ekstrak Pupuk Kandang untuk Peningkatan Ketersediaan Hara dan Pertumbuhan Tanaman Padi di Lahan Rawa Kandungan bahan organic tanah lahan pasan gsurut yang ada umumnya belum tersedia sebag [ ... ]


Lainnya
Trivia Rawa (50): Tikar Purun PDF  Array Cetak Array  E-mail
Berita
Jumat, 24 Maret 2017 00:00

Trivia Rawa (50): Tikar Purun

Lazimnya masyarakat tradisional membuat tikar dari pandan, tapi masyarakat rawa membuat tikar dari purun Lepironia articulate. Ia sejenis rumput anggota suku teki-tekian Cyperaceae yang tumbuh melimpah di lahan rawa.  Sosok batang berongga seperti buluh, tidak berdaun. Batang ramping ukurannya panjang, mulai 40—200 cm. Ia dapat dikeringkan lalu dipipihkan sehingga dapat dianyam untuk beragam produk kebutuhan keluarga.

Purun seringkali dibudidayakan untuk dipanen secara periodik setelah 2 tahun. Desa yang masyarakatnya membuat purun lantas menjelma menjadi sentra anyaman purun beserta produk turunannya. Batang purun yang dipanen dijemur dalam abu kayu yang ditebar di tanah selama 5 hari hingga kering. Sebanyak 200—300 purun disatukan, lalu diikat, dipipihkan, dan dilembutkan.

Ia kemudian dianyam menjadi selembar tikar. Ukuran tikar biasanya 120—200 cm x 90—120 cm tergantung ketersediaan bahan baku dan permintaan. Tikar juga kerap digunakan sebagai pembungkus barang seperti tembakau, kapuk, kapas, gambir, dan garam. Daerah penghasil tikar purun seperti Martapura, Kandangan, dan Amuntai di Kalimantan Selatan dan Kayu Agung di Sumatera Selatan. (Destika Cahyana, SP,  Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )


 
Trivia Rawa (49): Kandutan PDF  Array Cetak Array  E-mail
Berita
Rabu, 22 Maret 2017 00:00

Trivia Rawa (49): Kandutan

Kandutan merupakan kantong untuk mengumpulkan sementara padi saat panen. Ia diletakkan di pinggang dengan tali yang dililitkan melingkari pinggang: mirip menggunakan tas pinggang. Kandutan terbuat dari bambu tali Gigantochloa apus yang dibelah tipis lalu dianyam sebagai badan kantong dengan tinggi 40 cm dan berdiameter 20 cm. Bingkai kantong terbuat dari rotan, sementara telinga untuk bertumpu tali terbuat dari rotan yang dianyam. Kandutan dapat menampung padi beserta tangkainya sebanyak 5 kg.

Seiring perkembangan zaman nama kandutan juga disematkan pada kantong yang terbuat dari kain bekas terigu. Bekas karung terigu bagian atasnya digunting, dilipat membentuk rongga, lalu dijahit sebagai bingkai. Rongga yang terbentuk menjadi tempat tali pengikat. Cara menggunakannya dengan menyangkutkannya pada pundak. Berikutnya setelah kendaraan sepeda motor popular di pedesaan kandutan mengalami modifikasi. Dua kain karung terigu disatukan lalu dibentuk menjadi tas yang berada di sisi kiri dan sisi kanan sepeda motor. (Destika Cahyana, SP,  Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )


 
Joomla Templates by JoomlaVision.com