JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Nakhoda Baru Balittra

Tonggak sejarah kembali menancap di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Terjadi pergantian pucuk pimpinan yang menandai keberhasilan setiap pejabat yang berganti. Pejabat lama Dr Haris Syahbuddin DEA, kepala yang menjabat sejak 03 Januari 2011?10 April 2012, mendapat promosi memimpin Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat), Bogor, Jawa Barat.

Sementara nakhoda baru Balittra, Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr.Sc, juga berprestasi memimpin institusi sebelumnya di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan), Pati, Jawa Tengah. ?Mutasi jabatan tidak sekadar ganti-mengganti posisi.? Masing-masing pejabat dipersiapkan untuk lebih kuat agar dapat menduduki posisi yang lebih strategis di masa mendatang,? kata Dr Haryono MSc, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dalam sambutannya di kantor Balai Teknologi Pengkajian Pertanian (BPTP), Kalimantan Selatan.

Menurut Kabadan, pemimpin yang dipersiapkan untuk masa depan ialah orang-orang yang tangguh. Mereka diuji memimpin tidak hanya di 1 pulau saja, tapi di 2?3 pulau di Indonesia dengan karakter masyarakat yang berbeda. ?Jiwa kepemimpinannya lebih terasah dan wawasan kebangsaannya lebih luas, tidak sektoral pada pulau tertentu saja,? tambah Kabadan. Dengan begitu saat memimpin dengan skala yang lebih luas pandangan dan pemikirannya lebih meng-Indonesia.

Pejabat lama Dr Haris Syahbuddin DEA misalnya. Dengan ilmu agroklimatnya ditugaskan menuntaskan kalender tanam (Katam) terpadu seluruh Indonesia. ?Bila dulu mandatnya hanya katam rawa Kalimantan lalu meluas menjadi katam rawa se-Indonesia. Maka sekarang tugasnya menyatukan katam irigasi dan katam rawa se-Indonesia secara terpadu,? kata Kabadan.

Pun pejabat baru Dr Dedi Nursyamsi MAgr.Sc. Ia memikul tugas yang jauh lebih penting mewujudkan lahan rawa sebagai lumbung pangan bagi seluruh bangsa Indonesia. ?Pakem sebelumnya lahan rawa lumbung pangan masa depan dalam menghadapi perubahan iklim. Ternyata hal itu sudah dipenuhi untuk Kalimantan Selatan. Kini mandatnya menjadikan lahan rawa sebagai lumbung pangan bagi bangsa Indonesia,? tutur Kabadan. Untuk mewujudkan hal itu Dedi orang yang tepat karena ia seorang pakar tanah yang menguasai ilmu kesuburan tanaman dan tanah.

Pada acara itu dilakukan pula serah terima jabatan di BPTP Kalsel dari pejabat lama Dr Agus Supriyo MS pada pejabat baru Dr Muhammad Yasin. Pejabat lama kembali berkiprah di dunia penelitian sementara pejabat baru mendapat mandat mengembangkan jagung di Kalimantan. ?Balittra dan BPTP harus berduet agar mampu mewujudkan misinya masing-masing,? kata Haryono. Menurut Haryono, Balittra dan Balitklimat pun harus terus bersinergis untuk mengembangkan lahan rawa di tengah perubahan iklim yang sudah terjadi.***