JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Selamat dan Sukses Kepada Dr. Ir. Izhar Khairullah, M.P

Segenap Keluarga Besar

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Mengucapkan Selamat dan Sukses

Kepada:

Dr. Ir. Izhar Khairullah, M.P

?

Atas keberhasilannya pada

Ujian Tertutup Program Doktor

dengan Disertasi:

Gatra Fisiologis dan Agronomis Pengaruh Pengendalian Keracunan Besi Padi Sawah

Di Lahan Rawa Pasang Surut Sulfat Masam

Pada:

Hari/tanggal
: Rabu, 8 Agustus 2012
Waktu
: Pukul 13.00 WIB
Tempat
: Ruang Sidang Dekanat A1 Lantai II, Fakultas Pertanian UGM

?

Tim Penguji :

1.? Prof. Ir. Triwibowo Yuwono, Ph.D? (Ketua merangkap Anggota)

2.? Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa, Dip.Agr.St (Anggota)

3.? Prof. Dr. Ir. Azwar Maas, M.Sc (Anggota)

4.? Prof. Dr. Ir. Prapto Yodono, M.Sc (Anggota)

5.? Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc (Anggota)

6.? Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.Agr.Sc (Anggota)

7.? Dr. Ir. Sri Nuryani Hidaya Utamai, M.P, M.Sc (Anggota)

8.? Dr. Ir. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P (Anggota)

9.? Dr. Ir. Muhammad Noor, MS (Anggota)

Semoga kiprahnya dalam dunia pertanian semakin nyata

Kepala Balai,

Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr

Berikut intisari dari disertasi Dr. Ir. Izhar Khairullah, MP:

INTISARI

Keracunan besi merupakan masalah utama dalam pengembangan padi di lahan rawa pasang surut sulfat masam.? Untuk mengatasi hal tersebut telah dilakukan serangkaian penelitian di rumah kaca dan sawah pasang surut sulfat masam pada Januari 2010 sampai September 2011.

Penelitian bertujuan untuk (1) mempelajari pengaruh peningkatan konsentrasi Fe tanah terhadap serapan Fe tanaman, pertumbuhan, dan hasil gabah padi sawah; memilah dan memilih varietas padi sawah yang tahan, menghindar, dan rentan keracunan besi, (2) mempelajari perubahan serapan Fe, karakter fisiologis dan agronomis padi rawa dan padi sawah beririgasi akibat pemberian bahan organik; dan menentukan aras optimum bahan organik kompos jerami dan purun tikus dalam mengendalikan keracunan besi dan meningkatkan hasil padi, dan (3) mempelajari pengaruh pemberian bahan amelioran dalam mengendalikan keracunan besi, meningkatkan proses fisiologis, pertumbuhan, dan hasil padi rawa dan padi sawah beririgasi; dan menentukan teknologi ameliorasi terbaik dalam mengendalikan keracunan besi dan meningkatkan hasil padi di lahan rawa pasang surut sulfat masam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Fe tanah meningkatkan kadar Fe akar dan Fe daun Inpara-2 dan Inpara-1 (padi rawa) paling kecil, sedangkan IR64 (padi sawah beririgasi) paling besar. Penurunan pertumbuhan dan hasil gabah Inpara-1 paling kecil diikuti Inpara-2, sedangkan IR64 paling besar.? Inpara-1 tergolong varietas tahan, Inpara-2 termasuk varietas menghindar, dan IR64 sebagai varietas rentan keracunan besi.? Inpara-2 mampu menekan konsentrasi Fe di daerah perakaran, menyerap Fe dalam jumlah relatif sedikit, proses fisiologis dan pertumbuhan tanaman baik, dan hasil gabah per rumpun tinggi. Inpara-1 cukup mampu menekan konsentrasi Fe di daerah perakaran, menyerap Fe dalam jumlah relatif banyak, proses fisiologis dan pertumbuhan tanaman baik, dan hasil gabah tinggi.? IR64 tidak mampu menekan konsentrasi Fe di daerah perakaran, menyerap Fe dalam jumlah banyak, proses fisiologis dan pertumbuhan tanaman kurang baik, dan hasil gabah rendah.

Aras optimum kompos purun tikus yang ditambahkan pada jerami 5 t ha-1 untuk mengendalikan keracunan besi dan meningkatkan hasil gabah Inpara-1, Inpara-2, dan IR64 adalah 5,14 t ha-1, 5,29 t ha-1, 5,31 t ha-1. Bahan amelioran kompos aerob dan anaerob jerami dan purun tikus serta dolomit mampu menurunkan gejala keracunan besi, indeks bronzing daun, konsentrasi Fe tanah, kadar Fe akar, Fe batang, dan Fe daun, serta meningkatkan proses fisiologis, pertumbuhan, komponen hasil, dan hasil gabah Inpara-1, Inpara-2, dan IR64.

Hasil gabah Inpara-1 (4,45 t ha-1) sebanding dengan Inpara-2 dan lebih tinggi 42,9% dibanding IR64 (3,12 t ha-1), tetapi IR64 lebih tanggap terhadap pemberian bahan amelioran tersebut dibanding Inpara-1 dan Inpara-2.? Kompos aerob jerami 5 t ha-1 ditambah purun tikus 5 t ha-1 merupakan teknologi ameliorasi terbaik dalam mengendalikan keracunan besi, meningkatkan proses fisiologis, pertumbuhan, dan hasil gabah.

Hasil gabah pada aras kombinasi tersebut sebesar 4,83 t ha-1 dan meningkat 73,7%, 34,5%, dan 16,4 % dibanding tanpa pemberian bahan amelioran, pemberian kompos jerami dan purun tikus anaerob cara petani, dan pemberian dolomit 2 t ha-1.