JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Selamat dan Sukses Kepada Dr. Eni Maftu'ah, SP. MP.

Segenap Keluarga Besar

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Mengucapkan Selamat dan Sukses

Kepada:

Dr. Eni Maftuah, SP. MP.

Atas keberhasilannya pada Ujian Terbuka Program Doktor

Dengan Disertasi

Ameliorasi Lahan Gambut Terdegradasi dan Pengaruhnya terhadap Produksi Tanaman Jagung Manis

Pada:

Hari/Tanggal : Rabu, 3 Oktober 2012

Waktu : Pukul 14.00 WIB

Ruang : Auditorium, Faktultas Pertanian UGM

Tim Penguji:

  1. Prof. Ir. Triwibowo, Ph.D (Dekan/Ketua)
  2. Prof. Dr. Ir. Azwar Maas, M.Sc (Promotor/Anggota).
  3. Dr. Ir. Abdul Syukur, SU (Ko Promotor I/Anggota)
  4. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, MP. MSc. (Ko Promotor II/Anggota)
  5. Dr. Ir. Djafar Shiddieq, MSc. (Penguji/Anggota)
  6. Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa, Dip.Agr.St (Penguji/Anggota)
  7. Dr. Ir. Nuryani H. Utami, MSc. (Penguji/Anggota)
  8. Dr. Ir. Eko Hanudin, MS(Penguji/Anggota)
  9. Dr. Ir. Ahmad Kurnain, MSc. (Penguji/Anggota)

 

Semoga kiprahnya dalam dunia pertanian semakin nyata

 

Kepala Balai,

Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr

 

 

Berikut intisari dari Disertasi Dr. Eni Maftuah, SP. MP.

AMELIORASI LAHAN GAMBUT TERDEGRADASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS

Pemanfaatan amelioran mutlak diperlukan untuk memperbaiki kondisi gambut terdegradasi sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas lahannya. Efektivitas bahan amelioran tergantung pada komposisi kimia bahan. Peningkatan efektivitas amelioran dalam memperbaiki kesuburan tanah gambut terdegradasi untuk mendukung produksi tanaman jagung manis dapat dilakukan melalui formulasi beberapa bahan amelioran. Penelitian terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) karakterisasi tanah gambut dan bahan amelioran, (2) percobaan inkubasi untuk menentukan potensi amelioran dalam meningkatkan kesuburan tanah gambut terdegradasi, (3) penelitian penentuan jenis dan takaran amelioran yang efektif dalam memperbaiki kesuburan gambut terdegradasi serta pertumbuhan tanaman jagung manis, (4) uji efektivitas jenis dan takaran amelioran terpilih di lahan gambut terdegradasi menggunakan jagung manis, di Ds Kalampangan, Kalimantan Tengah.

Lahan gambut terdegradasi yang terpilih untuk penelitian merupakan lahan gambut bekas terbakar pada tahun 1997. Karakteristik lahan di lokasi penelitian antara lain: pH sangat rendah (sekitar 3,53), DHL 0,10 mS cm-1, N tersedia 11,67 mg kg-1 (sangat rendah), P tersedia 6,25 mg kg-1 (sangat rendah) , K tersedia 0,22 cmol(+) kg-1 (rendah), Ca 3,72 cmol(+) kg-1 (rendah), Mg 1,62 cmol(+) kg-1 (rendah), serta pada lapisan bagian atas gambut bersifat hidrofobik. Kemampuan pupuk kandang ayam sebagai amelioran lebih baik dalam memperbaiki kesuburan gambut terdegradasi dibandingkan gulma pertanian in situ, tanah mineral dan purun tikus. Pupuk kandang ayam mempunyai kandungan hara (N, P, K, Ca, Mg) tertinggi dengan rasio C/N < 20 serta kandungan lignin dan selulose paling rendah. Gulma pertanian in situ lebih tinggi kandungan hara N, P, K, Ca dan Mg dibandingkan purun tikus, serta kandungan selulosa dan lignin lebih rendah. Tanah mineral mempunyai kesuburan sangat rendah dengan kandungan N, P, K, dan basa-basa sangat rendah.

Jenis dan takaran amelioran mempengaruhi perubahan sifat tanah gambut terdegradasi serta pertumbuhan tanaman jagung manis. Jenis amelioran yang mampu memperbaiki kesuburan tanah, pertumbuhan tanaman dan produksi jagung manis di lahan gambut terdegradasi adalah amelioran yang terdiri: (1) 80% pupuk kandang ayam + 20% dolomit pada takaran 20 t ha-1, (2) 20% pupuk kandang ayam + 20% gulma pertanian in situ + 20% purun tikus + 20% tanah mineral + 20% dolomit pada takaran 15 t ha-1 dan (3) 19,5% pupuk kandang ayam + 71,45% tanah mineral + 9,5% dolomit, pada takaran 20 t ha-1. Amelioran yang direkomendasikan di lahan gambut terdegradasi adalah amelioran yang terdiri 20% pupuk kandang ayam + 20 gulma pertanian in situ + 20% purun tikus + 20% tanah mineral + 20% dolomit pada takaran 15 t ha-1 mampu meningkatkan produksi 42,6% lebih tinggi dibandingkan cara petani di lahan gambut terdegradasi.

Kata kunci: amelioran, karakteristik tanah, gambut terdegradasi, jagung manis