Jumat, 23 April 2021

Interpretasi Gambut untuk Budidaya Pertanian

Luas lahan gambut di Indonesia mencapai 20,9 juta ha.  Pengelolaan lahan gambut dengan skala besar dilakukan oleh pemerintah sejak tahun 1970 an yang dikaitkan dengan program transmigrasi.  Setelah beberapa tahun kemudian banyak lahan yang ditinggalkan oleh petani (transmigran) karena lahan menjadi tidak produktif.   Hal ini disebabkan pengelolaan lahan gambut yang tidak tepat dan lahan berubah  menjadi lahan gambut bongkor.  Lahan gambut bongkor (idle land) adalah lahan yang telah dialihfungsikan dari hutan alami menjadi lahan budidaya, telah mengalami kemunduran sifat fisik dan kimianya sehingga tidak dapat lagi berperan sebagai media tumbuh tanaman budidaya secara menguntungkan. Prof.  Azwar Maas (Guru Besar UGM) dalam Seminar Intern di Balittra pada tanggal 11 Juni 2010 mengemukakan perlunya kehati-hatian dalam menginterpretasikan lahan  gambut.  Analisis tanah gambut yang digunakan selama ini sering menggunakan metode analisis untuk tanah mineral dan ini berakibat sampel gambut yang dianalisis tidak merefliksikan keadaan gambut yang sesungguhnya di lapangan.  Dengan menggunakan metoda analisis tanah mineral terutama dalam persiapan dan sistem ekstraksi mengakibatkan kesalahan dalam analsis gambut, karena:  gambut menjadi hidrofobik, struktur gambut menjadi rusak, dan overestimate dalam menentukan dosis pemberian bahan ameliorant.  Menurut beliau, pemberian kapur berdasar hasil analisis dapat mencapai 6 t/ha, namun sebenarnya hanya diperlukan 0,5 t/ha.  Intrepretasi gambut sebaiknya di buat berdasarkan berat bulk density dengan faktor sebanyak 0,1 untuk menghindari kesalahan dalam penentuan dosis pupuk dan kapur.  Pemberian kapur yang terlalu tinggi berakibat pada pH gambut menjadi tinggi dan diluar sifat alaminya sehingga menyebabkan gambut menjadi hancur. Untuk itu, sebaiknya kapur diberikan bersamaan dengan bahan amelioran lain, mengingat kapur sangat reaktif dan mudah melarutkan gambut.

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN

Statistik Website

Hari Ini : 647
Kemarin : 1343
Minggu Ini : 5924
Bulan Ini : 28348
Total : 97703

  • Alamat IP Anda : 18.232.53.118

Sedang Online :

11
Online

Agro
Institusi Litbang