Rabu, 01 Februari 2023

Reposisi Plg Sejuta Hektar Kalteng Sebagai Lahan Pangan

Reposisi Plg Sejuta Hektar Kalteng Sebagai Lahan Pangan

Dalam dua hari Jumat-Sabtu, 3-4 Mei 2013, tim dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) yang terdiri dari bpk Prasetyo Ichsan, bpk Tunggul, bpk Mulyadi, dan bpk Yandri ditemani bpk Muhammad Noor peneliti dari Balittra sebagai wakil Badan Litbang Pertanian bertandang ke Kuala Kapuas, tepatnya Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas. Tujuan tim PSP adalah menindak lanjuti Memorandum Menteri Pertanian dan Rekomendasi KEN (Komite Ekonomi Nasional) tertanggal 29 April 2013 untuk segera menyusun Cetak Biru Program Nasional Pemanfaatan Ex PLG di Kalimantan Tengah untuk tanaman pangan. Dalam kegiatan dua hari tersebut telah dilakukan diskusi intensif dan mendalam. Khadir dalam diskusi bpk M. Ishak (Kepada Dinas Pertanian Kab Kapuas) dan staf, bpk Juman (Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pulang Pisau) dan staf, serta bpk Alpan Samosir dari Dinas Pertanian Tingkat I Kalimantan Tengah. Dalam kunjungan dua hari tersebut di atas tim dari Dirjen PSP juga sempat berkunjung ke lokasi Ex PLG Palingkau, Dadahup dan Lamunti yang ditemani oleh Staf Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas.

Dalam diskusi telah disepakati bahwa Cetak Biru Program Nasional Pemanfaatan Ex PLG Kalteng untuk tanaman pangan diharapkan dapat memberikan gambaran berupa (1) sejarah ringkas PLG, latar belakang dan tujuan Program Nasional Pemanfaatan kembali Ex PLG, (2) kondisi eksisting terkini lahan Ex PLG, (3) harapan ke depan lahan Ex PLG, dan (4) strategi dan program aksi kegiatan program di atas.

Secara ringkas dinyatakan bahwa Kawasan PLG menyangkut kehidupan sekitar 350.000 jiwa penduduk yang tinggal di dalam dan sekitarnya yang berada tersebar dalam 187 desa di dalam akwasan dan 47 desa di luar kawasan. Total penduduk yang sekarang tinggal di kawasan PLG 426.392 jiwa kalau rata-rata 1 KK 4 jiwa, maka terdapat sekitar 106.598 KK. Berarti ada pertambahan hampir 6 kali lipat (dalam kurun waktu 15 tahun) sejak ditempatkan pada awal pembukaan tahun 1997-1998 dari 18.000 KK. Usaha tani paling dominan di kawasan PLG ini pada kondisi awalnya usaha tani padi dan campuran (mix) dengan sayur, horti, dan tanaman tahunan. Hasil usaha tani tersebut utamanya sebagai bahan konsumsi (60%) dan sisanya (40%) untuk dijual. Namun dalam perkembangan terakhir sebagian lahan menjadi areal perkembangan tanaman kelapa sawit (kawasan Lamunti dan sebagian Dadahup+Palingkau) yang mencapai luas sekitar 88.000 ha.

Pada kawasan PLG di atas telah dibangun saluran-saluran (canal) primer induk yang menghubungkan Sungai Barito (di Mangkatip) dengan Sungai Kahayan (dekat Palangka Raya) sepanjang 187 km, saluran primer utama sepanjang 958 km, sekunder 1.873 km, tersier 900 km, dan kuarter sepanjang 1.515 km. Setelah lebih kurang 15 tahun kondisi saluran menjadi dangkal dan pintu-pintu air hampir semua yang dibangun rusak dan tidak lagi dapat berfungsi.

Pengembangan kembali wilayah ini melalui penerapan inovasi teknologi (perbaikan budidaya dan pengelolaan sumberdaya lahan, air, dan tanaman, termasuk peningkatan intensitas tanam dan pola tanam) dari 195.500 ha lahan yang potensial untuk tanaman pangan, khususnya padi (produktivitas varietas unggul lahan basah 3,4 t GKG/ha dan vareitas lokal di lahan kering 2,3 t GKG/ha) dapat diharapkan produksi padi 1.114.350 ton gabah kering giling, tidak termasuk tanaman palawija dan hortikultura lainnya. Semoga harapan menjadikan lahan ex PLG ini sebagai lumbung pangan benar-benar terwujud. Amien.(Muhammad Noor/Yoan Destina)

Gambar 1. Diskusi di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Kuala Kapuas dari kanan bpk Mulyadi, bpk Tunggul (Dirjen PSP), bpk Juman dan Staf (Dinas Pertanian Pulang Pisau), Mulyadi (Badan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Kapuas).

 

 

 

 


Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN
Agro
Institusi Litbang