Rabu, 01 Februari 2023

13 BPTP Lakukan Analisis Katam Rawa

Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Bogor, mengambil langkah taktis mewujudkan Kalender Tanam Rawa Seluruh Indonesia. Pada Kamis, 29 Maret 2012, BBSDLP?melalui Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra)?menggelar Praktik dan Teknik Analisis Kalender Tanam Rawa seluruh Indonesia bersama 13 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP).

Tiga belas BPTP yang diundang itu memiliki wilayah kajian lahan rawa pasang surut dan rawa lebak. ?Peneliti dan pengkaji di setiap BPTP yang tahu persis kalender tanam di lapangan. Jadi BPTP bersama dengan tim BBSDLP bersama-sama memberi input, menganalisis, dan memvalidisi kalender tanam. Diharapkan karena produk bersama maka hasilnya pun lebih baik,? kata Dr Muhrizal Sarwani, kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor, saat pembingkaian acara.

Menurut Muhrizal, pembuatan Katam Rawa seluruh Indonesia? menggunakan pendekatan enginering approach. Maksudnya model yang dibuat bersifat terbuka dan luwes terhadap kemungkinan perbaikan data dan informasi yang lebih aktual dan akurat. ?Model dan aplikasinya tersedia dulu sehingga perbaikan dari berbagai pihak dapat langsung diakomodasi seiring sosialisasi kepada pengguna,? kata Muhrizal.

Sebagai contoh sebelumnya kalender tanam menggunakan pembagian musim dan luas tanam berdasarkan tahun normal, tahun basah, dan tahun kering. Kini model itu dikembangkan lagi menjadi lebih sederhana sesuai kebutuhan pengguna. ?Saat ini bisa diketahui kapan waktu dan tutup tanam di wilayah rawa,? kata Muhrizal. Menurut Muhrizal musim dan tutup tanam di lahan rawa dipengaruhi musim hujan serta pasang surut air laut (rawa pasang surut) dan air sungai (rawa lebak).

Ketiga belas BPTP tersebut yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Papua. Menurut Muhrizal, pembuatan Katam Rawa seluruh Indonesia dilakukan terpusat karena prinsip kerjanya mirip dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). ?Semua data dari daerah dikumpulkan lalu dibuat zona sesuai dengan agroekologi lahannya, berupa kalender tanam lahan irigasi, kalender tanam lahan rawa, dan kalender tanam lahan kering,? kata Muhrizal.

Menurut Dr. Haris Syahbuddin, DEA, kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), kalender tanam yang dibuat juga terbagi 2 yaitu musim tanam eksisting (yang terjadi di petani) dan musim tanam potensial. ?Dalam setahun dapat diketahui kapan waktu tanam ke-1, ke-2, dan ke-3 serta varietas yang sesuai,? kata Haris. Dengan demikian produk yang dihasilkan dapat memiliki manfaat bagi pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan dan petani sebagai pengguna terakhir.***

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN
Agro
Institusi Litbang