Rabu, 01 Februari 2023

Empat Pilar Membangun Balittra

Sejak pertengahan April 2012, Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, telah mempunyai seorang nakhoda baru, yaitu Dr. Ir. Dedi Nursyamsi MAgr. Beliau menggantikan Dr Ir Haris Syahbuddin, DEA yang mendapat tugas baru memimpin Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi di Bogor. Dalam perkenalan dengan segenap karyawan/wati Balittra belia mengingatkan kerjasama tim dalam membangun Balittra.

Menurut Kabalai, ibarat sebuah tim sepak bola, Balittra bertaburan dengan pemain bintang yaitu peneliti dengan keahlian individu istimewa. Namun, bukan berarti pemain bintang segala-galanya. Kumpulan pemain bintang bakal gagal menjadi juara bila kondisi tim tidak solid. ?Minimal ada 4 pilar yang harus dibangun untuk mewujudkan tim yang hebat,? kata Kabalai. Dengan 4 pilar itu kesebelasan sepak bola atau lembaga penelitian bakal menjadi lembaga yang diakui publik.

Pilar pertama, kebersamaan tim. Tujuan sebuah tim hanya dapat tercapai bila ada kebersamaan. ?Satu lidi yang terbuat dari baja tak mungkin mampu menyapu halaman kantor selama setahun. Namun, lidi yang lemah bila disatukan dalam ikatan menjadi sapu, akan mampu membersihkan halaman kantor dalam waktu beberapa menit,? kata Kabalai. Pada konteks itulah kemampuan individu yang hebat dapat dilipatgandakan dalam tim yang penuh kebersamaan.

Pilar kedua, profesionalisme. Tim hebat juga mesti didukung oleh profesionalisme anggotanya. Itu meliputi kompetensi dan ketaatan pada aturan dan prosedur. Tanpa ada ketaatan pada aturan maka sebuah tim akan chaos. ?Kita lihat Zinedine Zidane pemain bintang dari Prancis, sehebat dan seterkenal apapun dia, ia tetap tunduk saat diganjar kartu merah pada Piala Dunia 2006,? tutur Kabalai.

Pilar ketiga, kerja keras. Pilar ini harus menjadi etos kerja semua anggota tim di tengah persaingan yang semakin berat. ?Semua anggota tim mulai dari kepala, peneliti, litkayasa, security, hingga cleaning service harus memiliki etos kerja yang sama,? kata Kabalai. Bila salah satu saja ada yang lemah, maka akan terjadi ketimpangan dalam perjalanan mencapai tujuan.

Dan pilar terakhir ialah ikhlas. Pilar itulah yang menjadi perekat 3 pilar di atasnya agar tetap terikat kuat. ?Ini yang paling sulit sehingga harus terus dilatih agar terus ditumbuhkan,? kata Kabalai. Kini 4 pilar itulah yang tengah dibangun Kabalai seperti Jose Mourinho mengantarkan Real Madrid ke tangga juara Copa Del Rey setahun berselang dan tentu ke tangga juara-juara berikutnya.***

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN
Agro
Institusi Litbang