Rabu, 01 Februari 2023

Cegah Penipisan Lahan Gambut

Cegah Penipisan Lahan Gambut

Dr. Arifin Fahmi, SP, M.Sc

Kebanyakan ahli tanah berpendapat kemasaman tanah gambut disebabkan asam-asam organik yang terbentuk pada proses pelapukan jaringan tanaman. Sebut saja asam humat, asam fulvat, asam fenolat, dan asam karboksilat. Tentu pendapat itu benar adanya. Namun, Dr. Arifin Fahmi, SP, M.Sc punya temuan baru.

Dalam disertasi doktor yang baru saja diselesaikannya pada pertengahan 2012, ia mengungkap fakta bahwa pada gambut dangkal yang menentukan tingkat kemasaman justru bahan mineral di bawah lapisan gambut. Gambut dangkal-dengan ketebalan kurang dari 100 m-yang berada di atas tanah marin bersifat sangat asam karena adanya lapisan sulfidik.

Lapisan sulfidik itu lebih kuat pengaruhnya ketimbang asam-asam organik. Hasil riset itu mempertegas pendapat yang menyatakan upaya konservasi lahan gambut mutlak dilakukan. Penipisan atau hilangnya lapisan gambut di atas bahan sulfidik berdampak pada penurunan kesuburan dan meningkatnya kemasaman. Karena itu pengelolaan lahan gambut untuk pertanian butuh strategi yang spesifik.

Menurut Fahmi banyak orang awam beranggapan pertanian di lahan gambut tidak butuh banyak bahan organik seperti pupuk kandang atau pupuk hijau dari luar. Itu karena tanah gambut sendiri merupakan tumpukan bahan organik yang melapuk. Berdasarkan anggapan itulah pemupukan organik di lahan gambut umumnya rendah, hanya 2,5-,5 ton per ha.

Namun, menurut Fahmi, argumentasi itu tidak dapat menjadi dasar. Pasalnya, hara-hara pada tanah gambut umumnya sulit diserap tanaman karena ?diselimuti? asam-asam organik hasil pelapukan. Pada tanah gambut kadar C-organik juga rendah karena C/N rasio rendah. ?Dengan asumsi perlu tambahan 1% C-organik untuk meningkatkan kesuburan tanah, maka pada lahan gambut minimal diberikan 10 ton bahan organik tambahan,? kata Fahmi.

Memang sekilas, menurut Fahmi, rekomendasi 10 ton per ha kurang realistis karena sulit memenuhinya. Namun, dengan strategi tepat hal itu dapat dilakukan. Misalnya, pemberian bahan organik bertahap setiap musim tanam. Cara lain dengan mengintegrasikan pertanian di lahan gambut dengan ternak agar bahan organik tersedia dengan mudah. Gulma rawa yang berlimpah juga dapat menjadi alternatif pasokan bahan organik.***

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN
Agro
Institusi Litbang