JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Debat Para Pakar Ilmu dan Masyarakat

BUKU BARU TENTANG GAMBUT

Debat Para Pakar Ilmu dan Masyarakat

 

 

Walaupun seminar, lokakarya atau diskusi tentang lahan gambut sejak tahun 1980an selalu ada, tetapi tidak banyak buku tentang gambut yang terbit untuk masyarakat secara umum. Jurnal, prosiding, buletin atau makalah-makalah yang membahas atau mengemukakan tentang gambut baik dari aspek fisik dalam bidang pedologi, kesuburan, pengelolaan, dan lingkungan) maupun aspek sosial ekonomi dalam bidang pola tanam, usaha tani, dan kelembagaan usaha tani maupun eksternal sudah cukup banyak, tetapi yang dapat mengakses hanya masyarakat tertentu atau dengan kata lain sangat terbatas.

 

Ekosistem gambut, lahan gambut, atau tanah gambut kalau dulu hanya menjadi bagian bidang kerja sektor pertanian yang pemanfaatannya untuk produksi tanaman pangan dan perkebunan, sekarang menjadi bidang kerja juga kementerian/sektor pekerjaan umum (PUPR); transmigrasi dan daerah tertinggal (TDT); kehutanan dan lingkungan hidup (LHK), pertahanan dan keamanan nasional (Hankamnas), hukum dan kebijakan bahkan riset dan pendidikan tinggi (Ristek). Eksositem gambut yang secara natural mempunyai sifat dan watak yang spesifik dan khas sehingga perlu pengelolaan yang jitu ditambah dengan semakin kompleksitasnya kepentingan dan rumitnya penanganan, maka tarik menarik antara berbagai kepentingan (pihak) pengelolaan sehingga menjadikan penanganan lahan gambut lebih komplek dan perlu banyak didiskusikan. Rumitnya lahan gambut bertambah dengan pesatnya penggunaan lahan gambut untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit. Sejak tahun 1980 pemerintah di bawah Direktorat Jenderal Perkebunan telah mencanangkan revitalisasi perkebunan dengan mengembangkan beberapa komoditas pilihan untuk ekspor, antara lainnya kelapa sawit dan karet. Pengembangan kelapa sawit di lahan gambut akhir-akhir ini mengalami hambatan bahkan hasil sawit dari lahan gambut Indonesia mengalami “embargo”, khususnya dari Eropa dan Amerika. Hal ini menjadi salah satu sisi yang juga perlu mendapatkan perhatian.

 

Perdebatan tentang gambut ini kemudian seperti tidak ada akhir sampai sekarang. Debat gambut yang telah menguras banyak energi baik para pengamat, pemerhati, pembuat kebijakan maupun pengguna ini menambah silang singkarut dan runyamnya permasalahan gambut sekarang. Keadaan ini yang coba direkam dan disajikan dalam buku ini. Jadi buku Debat Gambut ini merupakan rangkuman rekam jejak masalah gambut secara komprehensif, khusus untuk generasi penerus sebagai bekal dalam memahami gambut. Buku Debat Gambut ini disusun dalam 7 Bab yang keseluruhan terdiri dari 221 halaman dan diterbitkan oleh Gadjah Mada Universitas (GMU) Press. Jogjakarta.

 

Buku ini ditulis sejak tahun 2015, namun karena berbagai hal baru diterbitkan akhir tahun 2017 ini. Secara khusus paling utama tentang nilai ekonomi dan ekolologi dikemukakan terkait dengan fungsi lahan gambut dan dinamika perkembangannya terkait sebagai lumbung air, sumber daya lahan, stok karbon, dan emisi GRK serta adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim dikemukakan dalam Bab 4 dan 5. Kebijakan dan Kompleksitas Kepentingan mengemukakan tentang status dan peran petani, pengusaha, nasional, dan dunia internasional dalam pemanfaatan dan pengembangan lahan gambut dikemukakan dalam Bab 6. Terakhir Bab 7: Penutup mengemukakan hasil tinjauan kembali dan gagasan pemanfaatan dan pengembangan lahan gambut ke depan. Buku ini patut untuk dibaca para pembuat kebijakan, peneliti, penyuluhan, pengaajar maupun mahasiswa terkait dengan pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, dan bidang atau sektor lainnya yang terkait. Buku ini sudah mulai dinyatakan beredar dan InsyaAllah sudah tersedia di toko-toko buku di seluruh Indonesia. Silahkan miliki buku spesial ini untuk menambah koleksi buku Anda. Jangan sampai ketinggalan.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MS, m_ noor_balittra@yahoo.co.id)