JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Perencanaan Penelitian Lahan Gambut Bidang Kehutanan

Perencanaan Penelitian Lahan Gambut Bidang Kehutanan

Pembahasan Kegiatan Penelitian 2018 Balitbang LHK Banjarbaru 

 

 

 

Pembahasan Rencana Kegiatan Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Banjarbaru untuk TA 2018 dilaksanakan 2 (dua) hari dari tanggal 20 sampai 21 Desember 2017 lalu. Dalam kesempatan tersebut BALITTRA yang diwakili Prof. Dr. Ir. M. Noor, MS. diundang sebagai pembahas terkait dengan 2 (dua) Rencana Penelitian Tim Peneliti (RTPT) yaitu (1) Model Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut, dan (2) Bioprospeksi Mikroba Hutan Gambut masing-masing disampaikan oleh Dr. Acep Akbar, MP. dan Ir. Wira Yuwati, S.Hut, M.Si

 

Dalam kesempatan pembahasan tersebut dibuka dan diberi arahan oleh Kepala Balai Litbang LHK Banjarbaru Ir. Cucuk Sasmita Hadi, M.Sc. Khadir sekitar 30 peneliti Balitbang LHK dan pembahas lainnya dari Universitas Lambung Mangkurat. Dalam acara pembukaan dilakukan serah terima pemberian buku “Debat Gambut” yang disusun penulis kepada Kepala Balitbang LHK Banjarbaru. Sebanyak 12 jenis kegiatan dibahas, diantaranya dua sebagaimana dikemukakan diatas untuk dibahas terkait dengan lahan gambut.

 

Penelitian kegiatan model pencegahan kebakaran dan bioprospektif mikroba dari lahan gambut merupakan lanjutan dari sejak tahun 2015/2016, yang akan berakhir 2019. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan diatas adalah model/konsep/pola pencegahan kebakaran pada lahan gambut dan produk berupa pupuk hayati dengan menggunakan mikroba untuk meningkatkan pertumbuhan dalam persemaian untuk tanaman kehutanan. Dalam diskusi pembahasan model pencegahan kebakaran hutan yang disampaikan masih dini sekali lebih kepada upaya teknis dengan fokus pada pemeliharaan tanaman hutan yang disarankan untuk masyarakat. Pendekatan pencegahan kebakaran hutan gambut seharusnya “complicated” meliputi aspek teknis, sosial ekonomi, kelembagaan dan kebijakan terkait lintas lembaga/instansi. Sedangkan dalam pembahasan prospek pemanfaatan mikroba hutan gambut untuk memacu pertumbuhan tanaman kehutanan sudah berada pada tahap seleksi strain bakteri yang digunakan untuk selanjutnya dikembangkan. 

      

Kebakaran lahan gambut merupakan momok bagi bangsa ini karena lebih 35 tahun penanganan kebakaran lahan gambut ini belum menemukan cara yang baik dan tepat sampai kemudian dibentuknya lembaga khusus tahun 2016, yaitu Badan Restorasi Gambut (BRG) yang berfungsi mengkoordinasikan rencana dan aksi penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan gambut secara nasional. Menurut catatan penulis sejak tahun 1984 masalah kebakaran lahan dipermasalahkan dan diperbincangkan di berbagai forum. Justru semakin meningkatnya pemanfaatan lahan gambut, semakin luas dan intensnya kebakaran lahan. Kebakaran di lahan gambut sebetulnya ada yang disengaja dibakar dan ada yang tidak disengaja karena sifat gambut mudah terbakar dan sifat kebakaran di lahan gambut dapat menjalar ke mana-mana. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan gambut memerlukan keterpaduan dan keterlibatan semua pihak, tidak terkecuali masyarakat yang tinggal di lahan gambut dan sekitarnya. Masih luasnya lahan gambut yang bongkor tanpa dimanfaatkan dapat memicu terjadinya kebakaran. Ketidak hati-hatian masyarakat (petani, pencari ikan, pemburu dan lainnya) dalam memanfaatkan api saat musim kemarau merupakan aspek sosial tersendiri yang perlu diperhatikan. Konflik pemilikan atau penguasaan lahan, termasuk konflik pribadi akibat PHK dari perusahaan kepada karyawan dapat juga menjadi pemicu terjadinya kasus kebakaran lahan gambut. Kebakaran di lahan gambut dapat menjadi kasus per kasus sehingga memerlukan pendekatan yang holistik untuk mendapat solusi permanen. Wallahu’alam bishawab(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MS, m_ noor_balittra@yahoo.co.id)