JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jalan Menuju Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut ?

Penyusun Rencana Perlindungan Dan Pengelolaan Ekosistem Gambut

 Jalan Menuju Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut ?

 

 

 

Ekosistem gambut merupakan salah satu ekosietm lahan basah yang sangat rapuh (fragile) sehingga patut dan penting untuk dilindungi dan dikelola dengan baik dan jitu. Intervensi berbagai pihak terkait dengan pemanfaatannya perlu diatur dengan baik dan tepat sehingga ke depan tidak menimbulkan bencana atau kerusakan yang mempunyai dampak spektrum sangat luas terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam rangka amanah pelaksanaan PP No. 71 Tahun 2014 junc-to PP No. 57 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Perda Kalsel No. 2 Tahun 2017 terkait dengan Rencana Perlindungan dan PengelolaanLingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, maka perlu disusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG).

 

Dalam rangka penyusunan RPPEG Provinsi Kalsel diatas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan Focus Group DIscussion (FGD) beberapa tahapan dengan mengundang beberapa stakeholder dan pakar baik dari lembaga terkait maupun perguruan tinggi untuk mendalami dan melengkapi rencana tersebut diatas. Pada kesempatan FGD yang dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2017 lalu telah diadakan diskusi akhir hasil penyusunan RPPEG tersebut.

 

Dokumen RPPEG yang telah disusun akan dilanjutkan untuk menjadi Perda Provinsi Kalsel yang mengikat semua pihak. Dokumen RPPEG mengemukakan tentang penjelasan yang dimaksudkan dengan Ekosistem Gambut, Kondisi Eksisting Ekosistem Gambut di Kalimantan Selatan, Arah dan Strategi Kebijakan tentang Perlindungan dan Pengelolaan Eksoistem Gambut Kalimantan Selatan, dan Arahan dan Program Kegiatan Ekosistem Gambut Kalimantan Selatan. Diharapkan dengan adanya Perda yang bersifat mengikat kepada semua pihak yang terlibat dalam pemanfaatan, pengembangan dan konservasi ekosistem gambut, maka kebakaran lahan gambut dapat diatasi atau dicegah secara dini sehingga tahun tahun ke depan tidak ada lagi kabut asap. (Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MS, m_ noor_balittra@yahoo.co.id)