JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BUKU “BARU” BUNGA RAMPAI LAHAN RAWA LEBAK

BUKU “BARU” BUNGA RAMPAI LAHAN RAWA LEBAK

  Sistem Pertanian dan Pengembangannya       

 

 

 

Potensi Lahan Rawa Lebak terkait pertanian, termasuk peternakan dan perikanan sudah banyak diungkap. uku bunga rampai tentang lahan rawa lebak ini mencoba memotret lebih jauh tentang sistem pertanian dan perkembangannya, termasuk budidaya pertanian dari lokal spesifik sampai teknologi inovatif hasil-hasil penelitian dan pengkajian. Buku ini sebenarnya disusun sejak tahun 2016 direncanakan terbit tahun 2017, namun karena sesuatu lain hal oleh percetakan dan penerbit Gadjah Mada Universiats Press (GMUP) baru dapat terlaksana tahun 2018 ini.

 

Akhir-akhir ini, lahan rawa lebak menjadi perhatian khusus dengan  panen raya yang dilaksanakan petani baru -baru ini di lahan rawa lebak  bersama-sama dengan Menteri Pertanian, Bapak Dr. H. Andi Amran Soelaiman, MS, tepatnya 15 November 2017 saat musim hujan mundur sehingga petani bisa tanam dan panen. Menandakan bahwa rawa lebak dapat menjadi lahan produktif yang potensial, walaupun masih belum dikelola secara optimal dan profesional.

 

Dalam Kata Pengantar Prof. Dr. Lutfhi Fatah, M.Sc., guru besar Pertanian Universitas Lambung Mangkurat menyatakan bahwa secara konvensional petani sudah banyak memanfaatkan lahan rawa lebak ini untuk budidaya padi, ubi, uwi, talas, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, hortikultura baik aneka sayur maupun buah seperti jeruk, pisang,-buah, bahkan tanaman tahunan seperti karet, kelapa dan kelapa sawit. Padi merupakan tanaman utama di lahan rawa lebak sesuai dengan karakteristik lebak yang memiliki air berlimpah. Rawa lebak sudah lama dikenal sebagai  kantong penyangga  produksi padi dan tetap menjadi andalan mengingat semakin terdesaknya lahan pertanian di Pulau Jawa akibat konversi lahan yang tidak terhindarkan. Tuntutan ketersediaan pangan semakin tahun meningkat seiring dengan pertambahan penduduk, khususnya Pulau jawa-Bali diiringi oleh Sumatera, Kalimantan, dan Sumatera yang sekarang mencapai hampir seperempat milyar jiwa.  Oleh karena itu, inovasi dan teknologi yang lebih efisien dan berdayahasil tinggi dalam waktu yang singkat diharapkan segera tercapai sehingga harapan Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045—saat 100 tahun Indonesia Merdeka bukan “mimpi” lagi.

Potensi luas dari rawa lebak ini cukup besar meliputi sekitar 13,28 juta hektar, namun yang digunakan untuk pertanian (sawah) baru sebagian kecil sekitar hanya 580 ribu hektar atau 5% dari potensi. Kendala utama adalah pengelolaan air yang belum terlaksana dengan baik dan sempurna, karena pada musim hujan lahan tergenang dan hampir tidak memungkinkan untuk drainase, sebaliknya pada musim kemarau kekeringan. Usaha petani dalam mengatasi tersebut selain dengan pengatur pola atau waktu tanam untuk menghindari banjir atau genangan pada musim hujan juga penggunaan pompa untuk mengairi pada musim kemarau, yang sama sekali sangat tidak efisien dan sangat tergantung kepada keramahan alam.

 

Buku Lahan Rawa Lebak, Sistem Pertanian dan Pengembangannya  merupakan rangkum informasi dari hasil penelitian dan pengalaman peneliti dalam pengelolaan lahan rawa lebak untuk pertanian. Buku Lahan Rawa Lebak ini disusun dalam 17 Bab Utama mengemukakan tentang potensi dan karateristik lahan rawa lebak (Bab 1); sistem pengelolaan air (Bab 2, Bab 3);  kalender dan pola tanam (Bab 4); kearifan atau budaya lokal (Bab 6); penataan lahan dan diversifikasi (Bab 7); budidaya tanaman pangan dan padi (Bab 5, Bab 8); budidaya jagung dan kedelai (Bab 9); budidaya ubi jalar dan uwi (Bab 10); budidaya hortikultura (Bab 11); budidaya buah-buahan (Bab 12); pengendalian hama dan penyakit padi (Bab 13); pengendalian gulma (Bab 14); prospek pengembangan mekanisasi (Bab 15);  dan sosial ekonomi petani (Bab 16); dan urgensi lahan rawa lebak dalam mendukung swasembada pangan sebagai penutup (Bab 17). Diharapkan terbitnya buku ini dapat menambah khasanah ilmu dan pengetahuan tentang pertanian di lahan rawa, menjadi acuan dan inspirasi bagi para peneliti, penyuluh, pemerhati, dan pengguna, serta mendorong bertambah luasnya pemanfaatan lahan rawa lebak untuk pertanian. Buku ini patut untuk dibaca para  peneliti, penyuluhan, pengajar, pelajar/mahasiswa, pemerhati, pengamat, pejabat pelaksana teknis dan pembuat kebijakan yang terkait dengan pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, dan bidang atau sektor lainnya. Buku ini inshaallah dalam dua bulan ke depan ini akan tersedia di Perpustakaan BALITTRA Jalan Kebun Karet, Loktabat Utara, Banjarbaru (Kode Pos 70712), Anda dapat memilikinya selama masih ada persediaan. (Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MS, m_ noor_balittra@yahoo.co.id)