JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Menteri Pertanian Menurunkan Anggaran untuk Optimalisasi Lahan Rawa

Menteri Pertanian Menurunkan Anggaran untuk Optimalisasi Lahan Rawa

 

 

Rapat Koordianasi Optimalisasi Alsintan dan Excavator untuk Lahan Rawa berlangsung di Novotel Banjarbaru, 4 April 2018 yang lalu. Rakoor dikhadiri para pejabat pusat antara lain Direktorat Jenderal Prasarana Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian - Dr. Ir Dadih Permana beserta Seketerais PSP Dr. Abdul Madjid; Direktur Pengelolaan Lahan- Ir. Yandri, MS; Direktur Pengelolaan Air, Ir. Tunggul, MS; Direktur Pupuk dan Pestisida - Dr. Ir. Muhrizal Sarwani, MSc.; Kepada Dinas Pertaian TPH Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Pertanian TPH Kab. Barito Kuala (Batola), Kab. Banjar, Kab. Hulu Sungai Selatan (HSS) dan lainnya serta Satuan Kerja Pemerintah Daerah Kalsel, termasuk Kepala BPTP dan Balittra sebagai wakil Badan Litbang Pertanian. Dari Balittra khadir mewakili Kepala Balittra yaitu Prof. Dr. Masganti dan Prof. Dr. M. Noor. Selain itu juga khadir dari pihak TNI, Kodam, Kodim, Dandim, dan para anggota lainnya yang terlibat dalam kegiatan Upsus Pajale. Rakoor dikhadiri juga oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.S.

 

 

Rakoor juga diadakan dalam rangka persiapan untuk hari Pangan Sedunia yang akan diadakan di Kabupaten Barito Kuala, tepatnya Desa Jejangkit, Kecamatan Mandastana dengan hamparan sawah sekitar 700 hektar. Dalam pengarahannya, Dirjen PSP mengemukakan bahwa pemerintah telah menyiapkan beberapa alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani melalui dinas, khusus untuk lahan rawa diungkapkan bahwa pemerintah telah mempunyai ambisi untuk mengoptimalkan lahan rawa seluas 1 juta hektar. Pada tahun 2018 direncanakan pengembangan lahan rawa sekitar 51.250 hektar di 8 proivinsi. Bantuan khusus alsintan untuk lawan rawa pemeritah telah menyerahkan sekitar 210 unit excavator kepda kepala-kepala dinas pertanian diantaranya 40 unit untuk Kalimantan Selatan, 40 unit untuk Sumatera Selatan, 20 unit untuk Kalimantan Tengah, 5 unit Kalimantan Barat, 2 unit untuk Jambi. Pemerintah telah menyiapkan sebanyak 215 unit excavator untuk di bagikan ke dinas-dinas provinsi/kabupaten.

 

 

Pesan Mentan dalam rakoor yang paling terkesan adalah menurunkan biaya optimalisasi dari semula 13 juta/ha untuk lebak menjadi 4,5 juta/ha, sedang  untuk pasang surut yang semula 4 juta/ha menjadi 2,5 juta hektar. Mentan juga mempertanyakan tentang perkebunan dan mengingatkan kepada Kepala Dinas dan jajaran Pemerintah Daerah agar kesepakatan 20% plasma segera dipenuhi oleh perusahaan. Mentan sangat berharap sekali Kalimantan untuk maju karena sumber daya alamnya yang sangat menjanjikan sehingga kalau ada yang sampai menganggur sangat disesalkan.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MS, m_ noor_balittra@yahoo.co.id)