JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mengenalkan Farming Bollduzer

PERCEPATAN PEMBERSIHAN DAN PENYIAPAN LAHAN RAWA

Mengenalkan Farming Bollduzer 

 

 

Pada hari Kamis-Jum’at, 12-13 April 2018  Prof. Dr. Ir. Budi Indra Setiawan, M.Sc sebagai Tenaga Ahli Menteri (TAM) Pertanian bersama dengan Ir. Miyanto - sebagai Staf Wakil PT. Komatsu Indoensia bersama-sama dengan Kepala Balai Penelitian Lahan rawa (BALITTRA) Ir. Hendri Sosiawan, CESA. melakukan kunjungan ke lokasi ekpose Hari Pangan Se Dunia (HPS) di daerah Desa Jejangkit, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan dan kemudian kunjungan serta pertemuan dan diskusi dengan para penelitian dan teknisi BALITTRA di Banjarbaru.

 

Dalam kesempatan diatas Prof. Budi Indra -sebutan yang bisa digunakan untuk beliau mengemukakan tentang perancangan dan perhitungan dalam pembuatan tanggul, saluran dan pintu-pintu air yang semestinya dalam pengembangan daerah rawa untuk persawahan dengan mengacu pada perancangan sawah di Jepang. Dalam kesempatan di atas pihak Komatsu mempresentasikan tentang alat untuk pembukaan lahan dan pencetakan sawah atau penyiapan lahan yang disebut dengan farming bollduzer. Penyediaan alat mesin pertanian oleh PT. Komatsu Indonesia, farming bollduzer merupakan hibah dari Pemerintah Jepang buat petani Indonesia. Farming Bollduzer yang disediakan ada 2 (dua) type yaitu D2IPL untuk meratakan (leveling) permukaan lahan dan D3IPL untuk menggemburkan atau melumpurkn tanah (puddling). D3ILPL dilengkapi semacam garu (pisau) untuk menggemburkan atau menghancurkan lapisan permukaan lahan. Peralatan mesin diatas mempunyai bobot masing-masing 5 dan 9 ton, tetapi karena mempunyai rantai atau roller, maka diperkirakan tidak menimbulkan pemadatan pada tanah. Farming bollduzer diatas sementara sudah ditempatkan sebanyak 3 unit masing-masing di Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi, Pengembangan Lahan Rawa Pasang Surut di Merauke, dan Pengembangan Lahan Rawa lebak Sumatera Selatan. Rencana juga akan disediakan untuk di pengerjaan Hari Pangan Sedunia (HPS) dan Taman Sains Pertanian (TSP) di BALITTRA masing-masing 1 unit.

 

Hal ini juga terkait dengan program pemerintah secara nasional untuk mengoptimalkan lahan rawa seluas 1 juta hektar. Dalam rangka percepatan pembersihan (land clearing) dan penyiapan lahan/pengolahan tanah (soil preparing/soil tillage) maka diperlukan alat yang spesifik dan cocok dengan sifat dan kondisi lahan atau tanah rawa yang lunak atau basah. Farming boolduzer diatas mempunyai kinerja lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan traktor mini atau traktor tangan yang ada sekarang. Kelebihan dari bollduzer diatas karena mempunyai roller sehingga dapat terhindar dari amblas (terbenam) di lahan rawa. Kemampuan alat farming bollduzer yang disebut juga super swamp bollduzer  dalam land clearing (D3IPL) 1 unit alat dapat bekerja 1 hektar dalam 3 hari, sedangkan dalam leveling (D2IPL) untuk siap tanam dikatakan 1 unit alat mampu 3 hari untuk mencapai 1 hektar. Permasalahan yang sering dihadapi alat-alat mesin pertanian di lahan rawa apalagi yang berukuran cukup besar adalah mobilitas alat dari satu tempat ke tempat lainnya selain perawatan yang sering kurang diperhatikan. Oleh karena itu diperlukan juga penguatan kelembagaan untuk menjaga efektivitas dan efisiensi penggunaan serta keberlanjutan dalam operasional.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MS, m_ noor_balittra@yahoo.co.id)