JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penurunan Emisi CO2 di Lahan Gambut

Seminar Penurunan Emisi CO2 di Lahan Gambut

dengan Pengaturan Water Level-Canal Blocking Komposit Karet Alam    

 

 

 

Seminar Penurunan Emisi CO2 di Lahan Gambut dengan Pengaturan Water Level-Canal Blocking Komposit Karet Alam diselenggarakan pada Juni 2018 di Hotel Fave Banjarbaru atas inisiasi Pusat Penelitian Karet, Bogor bekerja sama dengan ICCTF (Indonesia Climate Change Trust Fund), Kementerian PPN/Bappenas dan Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Balitbangtan Kementan. Seminar diikuti oleh sekitar 90 peserta dari berbagai instansi dan lembaga antara lain dinas-dinas (SKPD) yang berada di Kalsel dan Kalteng, perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan perkebunan antara lain kelapa sawit dan karet (swasta), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Khadir dalam seminar diatas Ir. Agus Maryono dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan; Robert perwakilan dari ICCTF, dan guru besar Fakultas Pertanian ULM antara lain Prof. Dr. Ir. Hesti Heryani, M.Si, Prof. Dr. Udianysah, MSc.

 

 

 

Seminar dibuka oleh Direktur Pusat Penelitian Karet, bapak Dr. Karyudi yang dalam sambutannya menegaskan bahwa masalah yang diangkat tentang karet dan lahan gambut dalam seminar yang kedua hal tersebut sekarang sangat penting dan strategis. Karet merupakan salah satu komoditas strategis yang dinilai perlu diangkat sebagaimana pernah jaya, tetapi sekarang harganya jauh merosot dalam lima tahun terakhir ini dari pernah diatas US$ 5/kg pada tahun 2011, turun menjadi sekitar US$ 1,8/kg pada tahun 2014, dan turun lagi menjadi hanya sekitar US$ 1,03/kg pada tahun 2016.  Lahan gambut dalam lima atau sepuluh tahun terakhir dimana-mana dibicarakan terkait dengan peristiwa kebakaran yang terjadi hampir setiap tahun, khususnya saat EL-Nino yang memicu terjadinya pemanasan global sehingga pendorong terjadinya perubahan iklim. Kebakaran lahan tahun 2015 lalu mendorong dibentuknya Badan Restorasi Gambut yang merekomendasikan perlunya dibangun bloking kanal sebagai upaya menjadi tinggi pemukaan air di saluran dan lahan/tanah. Dalam PP 71 Tahun 2014 junto 57 Tahun 2016 perlunya dipertahankan muka air di saluran pada - 40 cm dari permukaan tanah. Dengan kata lain diperlukan adanya kanal bloking (blocking canal).

 

 

Sambutan “Selamat Datang” kepada para tamu undangan seminar diatas sebagai tuan rumah disampaikan Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, bapak Ir. Hendri Sosiawan, CESA. Dalam sambutannya  mengungkapkan terjdinya penurunan luas gambut yang secara terus menerus dari tahun ke tahun. Mengutip dari buku Debat Gambut disampaikan penurunan luas gambut sangat signifikandari  25 juta  hektar tahun 1980, tutun menjadi sekitar 19 juta hektar pata tahun 1990an, dan turun menjadi 14,92 juta hektar sekarang. Penyebab semakin tipis dan sempitnya lahan gambut hampir tidak dapat dihindarkan akibat subsiden (amblasan), kering tak balik, terbakar, pelapukan (dekomposisi) dan erosi (terbawa aliran permukaan). Dalam kesempatan ini Kepala Balittra meneyrahakn tiga paket publikasi berupa buku bunga rampai Agroekologi Rawa dan beberapa buku Pedoman Pertanian di Lahan Rawa masing-masing kepada Puslit Karet diwakili Direktur Puslit Karet, kepada Dirjenbun diwakili Ir. Agus Maryono, dan kepada ICCTF Dr. Robert.

 

Dalam seminar di atas lima nara sumber masing-masing (1) Prof. Hendry Imansyah dari Fak. EKonomi ULM yang sekarang menjabat Staf Ahli Ekonomi Kementerian Keuangan mengemukakan tentang hilirisasi karet, (2) Prof. Dr. Ir. Muhammad Noor, MS dari mengemukakan tentang Restorasi Gambut Kalimantan; (3) Dr. Ir. Thomas Widjaya dari Puslit Karet mengemukakan tentang Reduksi Emisi CO2  di lahan gambut dengan Blocking Kanal berbasis komposit karet,  (4) Dr. Dadi R. Maspanger dari Puslit Karet menyampaikan tentang Desain Blocking Canal dengan Komposit Karet, dan (5) Dwi Shinta Agustina, M.Sc. Dari Puslit Karet mengemukakan tentang Pemberdayaan Maysarakat di Lahan Gambut. Seminar berlangsung lancar dan mendapatkan tanggapan yang baik. Seminar ditutup dengan buka bersama.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MS, m_ noor_balittra@yahoo.co.id)