JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

UJI PAKET TEKNOLOGI RAWA

MONITORING DAN EVALUSI KEGIATAN BLOK PROGRAM DI KABUPATEN KAPUAS

UJI PAKET TEKNOLOGI RAWA

 

 

Monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap kegiatan penelitian adalah sebuah keniscayaan sebagai kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan program di lapangan. Monev dilaksnakan terhadap kegiatan Penelitian Model Usaha Pertanian (SUP) Blok Program Rawa Pasang surut, Kab. Kapuas, Kalteng, tepatnya di  Desa Tamban Baru Tengah dan Desa Sidomulyo, Kec.Tamban  Catur, Kapuas,  Kalteng berturut-turut pada tanggal  14 Mei 2018 dan 22 Mei  2018. Dalam kegiatan diatas selain meninjau langsung keragaan penelitian di lapangan juga dilakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kab. Kapuas dan Staf terkait dengan rencana pengaajuan perbantuan infrastruktur pintu air/tabat dan long-storage pada areal lahan rawa yang ditarget untuk optimasi bersama dengan Ketua kelompok Tani Berkat  Mufakat (Bpk Ramli). 

 

 

Terkait dengan masalah di lapangan Desa Tamban Baru Tengah ditemukan bibit setelah ditanam sekitar 10-25% setiap petak usaha tani mengalami kematian atau tumbuh kerdil, khsuusnya pada lahan yang kekurangan air, tetapi sempat sebelumnya tergenang, Perlu diketahui bahwa lahan areal Blok Program di Desa Tamban Baru Tengah diolah dengan traktor dan mempunyai lapisan pirit < 100 cm sehingga pada saat sempat kekeringan sebagiian pirit teroksidasi apalagi sebagian pirit tersingkat.

 

 

Hasil pengukuran pH dengan kertas indikator menunjukkan pH tanah 3,5-4,0 cukup masam sampai sangat masam, walaupun sudah diberi bahan ameeliran kapur (1 ton/ha). Kualiats air di saluran juga menunjukkan sangat masam mencapai pH 3,5, khususnya di saluran tersier yang terletak persis di depan lahan usaha tani, padahal air saluran tersier tersebut yang dimanfaatkan untuk penyiraman atau pembasahan (rewetting). Tim monev menyarankan agar air di saluran tersier diberi kapur dengan meletakkan karung berisi kapur pada saluran sehingga air saluran meningkat pHnya sehingga kemasaman turun.

 

 

Hasil pengukuran tanggal 2 Juni 2018, setelah 10 hari pemberian kapur dalam saluran maupun sawah usaha tani menunjukkan pH air meningkat mencapai pH 4,0 yang semula pH 3,5. Sementara kemasaman air pada saluran yang diluar tabat tanpa pemberian kapur mencapai pH 3,5. Tiim monev juga.menyarankan penyiapan pemupukan susulan dan pencegahan serangan hama dengan memonitor perkembangan gejala serangan.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MS, m_ noor_balittra@yahoo.co.id)