JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KASUS DI PULAU PISAU & PALANGKARAYA

 Petani Di Lahan Gambut Bingung Karena Kelapa Sawitnya Tidak Berbuah

Sebagaimana Umumnya:  Kasus Di Pulau Pisau & Palangkaraya

 

 

 

Berawal dari Pertemuan Saudagar Bugis di Makasar, Sulawesi Selatan yang dihadiri Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), yaitu sebuah organisasi sosial dan kemasyarakatan dari etnis Bugis dan/atau Sulawesi Selatan dari berbagai daerah, termasuk yang berada di luar negeri (Asia, Eropa dan Amerika) pada awal Juni 2018 yang lalu. Khadir dalam kesempatan diatas Menteri Pertanian Dr Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.Sc. Yang kebetulan berasal juga dari Makasar dan juga khadir beberapa direktur lembaga/instansi negara. Dalam kesempatan diatas, masing-masing KKSS daerah mengemukakan keberhasilan warga/ keluarga Sulawesi Selatan dalam kehidupan, hanya saja utusan KKSS Kalimantan Tengah yang diwakili Andi Bustan satu-satunya yang mengemukakan tentang kegagalannya dalam berusaha untuk mencapai kehidupan yang diharapkan sebagai saudagar. Di ujung sambutannya Menteri Pertanian memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tentang kegagalannya, karena sebagian besar banyak mengemukakan tentang keberhasilan para saudagar dalam pertemuan diatas.  Seorang Andi Bustan dari KKSS Kalimantan Tengah mengangkat tangan dan kemudian diberilah kesempatan oleh Mentan untuk  mengemukakan pendapatnya

 

 

Berangkat dari hal diatas, Menteri Pertanian menugaskan pada direktur, termasuk barangkali Kepala Badan Litbang Pertanian untuk melakukan peninjauan lapang. Arahan penugasan Menteri Pertanian diatas berproses dari eselon 1 (Kepala Badan Litbang Pertanian), ke seselon 2 (Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan/BBSDLP), terus ke eselon 3 (Kepala Balai Pertanian Lahan Rawa/BALITTRA). Penugasan diatas akhirnya sampai ke penulis untuk melakukan koordinasi dan kunjungan ke lapang, yaitu  Kabupaten Pulau Pisau dan Kota Palangka Raya tempat lokasi lahan usaha tani/kebun para anggota KKSS Kalimantan Tengah yang diketuai oleh Andi Bustan.

 

Bersama-sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng  masing-masing beserta staf dilakukan diskusi di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau dan Kantor BPTP Kalteng serta kunjungan lapang ke lokasi usaha petani di atas masing-masing di Desa Gohong/Desa Anjir, di Kabupaten Pulau Pisang dan Desa Tankiling, Kota Palangka Raya masing-masing pada tanggal 28 dan 29 Juni 2018. 

 

 

Lahan gambut di Desa Gohong/Desa Anjir, di Kabupaten Pulang Pisau, terletak sekitar 2 km masuk dari jalan raya Pulang Pisau-Palangka Raya sekitar 2 km.  Kedalaman lahan gambut bervariasi sebagian gambut sudah habis atau cukup tipis, sebagian tergenang karena berupa cekungan akibat kebakaran sebelum-sebelumnya sehingga lapisan gambutnya sudah habis. Sebagian besar ditanami kelapa sawit, hanya saja sebagian berasal dari bibit palsu sehingga produktivitasnya (TM5) sangat rendah hanya 15 kg TBS/ha. Disarankan untuk mengadakan replanting, mengingat dari pertumbuhan tanaman yang ada disekitar yang berasal bukan dari bibit palsu cukup baik dan hasil cukup memadai. Sebagian kelapa sawit terserang hama seperti kumbang dan gejala kekurangan hara (defisiensi) diperlukan perawatan dan pemupukan yang berimbang.  Kondisi drainase cukup baik, namun diperlukan upaya untuk mempertahankan muka air dengan pemasangan tabat/dam parit.

 

Lahan gambut di Desa Tengkiling ini terletak 3 km dari Jalan Raya Palangka-Sampit pada Km 47, tanaman beragam sebagian kelapa sawit, nenas, dan semak, pH tanah antara 3,5-4,0; pH air saluran 3,5 dengan warna coklat kehitaman seperti air teh. Kedalaman gambut antara 2-4 m. Perawatan sangat minim, akses ke lokasi jalan tanah yang masih rawan amblas, saluran air belum tertata dengan baik.  Melalui saluran tersier air keluar bebas sehingga pada musim kemarau dipastikan akan mengalami kekeringan. Diperlukan tabat/dam parit untuk mempertahankan muka air.

 

Upaya kelompok petani untuk memadukan antara tanaman kelapa sawait/karet yang sudah ada dengan tanaman pangan dan horti, khususnya jagung cukup prospektif. Namun sangat disayangkan kelompok tani/kebun belum ada secara legal-formal sehingga perlu diinisiasi dan dikukuh secara legal formal sehingga memudahkan lembaga/instansi yang terkait untuk mmeberikan bantuan dan sebagainya. Direncanakan akan dibuka lahanbongkor dari kelompok tani diatas sekitar 60 ha di Desa Gohong dan 100 ha di Desa Tankiling, Palangka Raya yang akan disusun proposal pengajuannya dalam bentuk  optimalisasi lahan gambut ke Dirjen  PSP . Dalam hal ini untuk penyiapan proposal yang disusun kelompok tani akan dibantu oleh BPTP Kalteng dan BALITTRA serta Dinas Pertanian setempat.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MS, m_ noor_balittra@yahoo.co.id)