JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KICK OFF MEETING

 KICK OFF MEETING Pengembangan Lahan Rawa Lebak Berbasis Mini Polder

"Perlu Dukungan Semua Pihak"

 

 

 

Kick off  Meeting Pengembangan Lahan Rawa Lebak untuk pertanian tanaman pangan dalam rangka memulai atau persiapan kegiatan Blok Program telah diselengarakan di Kantor Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) di Banjarbaru pada tanggal 10 Agustus yang lalu dan didahului dengan Kunjungan Lapang pada tanggal 9 Agustus ke Desa Hambuku Raya atau Desa Hambuku Pasar, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan sebagai lokasi kegiatan.

 

 

Acara Kick of Meeting dan Kunjungan Lapang tersebut diatas dibuka Staf Ahli Menteri (SAM) Pertanian bdang Infrastruktur Pertanian- Dr. Ir. Ani Handayani, M.Sc. dan dikhadir juga Tenaga Ahli Menteri (TAM) bidang Infrastsruktur Pertanian-Prof. Dr. Budi Indra Setiawan, M.Sc. dan  Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan (BBSDLP)--Prof (R.)  Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. Juga dalam acara tersebut diatas Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) - H. Husairi Abdi, Lc., Kepala Dians Pertanian TPH -Ir. Ilman Hadi, MS, Kepala Balittra, Kepala Baliklimat,  Kelapa BTPT Kalsel, Kepala Balai Rawa, PUPR, Profesor Riset, peneliti, petani dan petugas teknis serta penyuluh (PPL) setempat khususnya Kabupaten HSU.

 

 

Dalam uraian penyajiannya Kepala Balittra sebagai penanggung jawab kegiatan Blok Program diatas menyampaikan potensial lahan rawa lebak untuk dikembangkan melalui sistem mini polder. Dalam uraiannya dikemukakan sesuai dengan sifat lebak yang sangat terkait dengan air genangan, maka kunci uatama adalah pengelolaan air. Dalam hal lebak dikemukakan berdasarkan lama dan tingginya genangan, lahan rawa lebak dibagi dalam empat  tipologi, yaitu (1) lebak dangkal, (2) lebak tengahan, (3) lebak dalam, dan (4) lebak sangat dalam. Pada umumnya rawa lebak dibudidayakan atau ditanami padi saat kemarau dan semakin luas dimanfaatkan pada kemarau panjang. Hanya saja pada musim hujan sebagian besar rawa lebak, terutama lebak tengahan (tinggi genangan 1-2 m) dan lebak dalam (tinggi genangan > 2 m) tidak dapat ditanami karena tergenang.

 

Dalam presentasinya Kepala Dinas Pertanian Kab. HSU mengemukakan bahwa sistem polder sudah lama dikenal dalam pengembangan sistem polder, hanya saja implementasinya pada rawa lebak seperti Polder Alabio di Kab. HSU yang luasnya 5.500-6.000 hektar, belum bisa melayani secara fungsional semua lahan petani,  hanya sekitar 2000-3000 hektar yang dapat ditanami dan sebagian besar juga hanya satu kai setahun (IP 100).  Oleh karena itu sangat mendukung adanya kegatan Blok Program yang menerapkan sistem mini polder untuk dapat meningkatkan intensitas pertanaman dari IP  100 menjadi IP 200 atau IP 300. 

 

Dalam rangka kegiatan optimasi pertanian di rawa lebak, Badan Litbang Pertanian bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan Pengembangan Model Sistem Usaha Pertanian (SUP) di lahan rawa lebak Desa Hambuku Ulu, Hambuku Raya, dan Hambuku Pasar pada kawasan Polder Alabio, seluas 50-100 hektar.  Dalam kegiatan diatas dilakukan antara lain (1) pembenahan saluran dan tanggul yang bocor, (2) pembuatan tanggul (baru) dan tabat untuk menjaga atau mempertahankan air dalam upaya mengatasi kekeringan pada musim kemarau, (3) pelaksanaan tanam padi dua kali setahun (IP 200), (4) pengaturan air dan penerapan inovasi teknologi pengelolaan lahan dan air secara terpadu, dan (5) penguatan kelembagaan usaha tani. Selama ini petani di lokasi hanya tanam sekali setahun (IP 100), khususnya hanya pada musim kemarau, pada musim penghujan air melimpah menggenang dan lambat sekali turun sehingga tidak bisa atau terlambat tanam. Dengan pembuatan tanggul diharapkan terbentuk polder mini seluas sekitar 80 hektar sehingga kondisi air dapat dikelola dengan baik dan petani bisa lebih optimal dalam usahataninya dengan menerapkan tanam dua kali setahun (IP 200). Kegiatan atau program ini diharapkan dapat menjadi percontohan dalam meningkatkan kinerja rawa lebak dan sistem polder yang ada sehingga dapat menjadi model untuk di-scaling up ke lahan-lahan rawa lebak lainnya.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MS, m_ noor_balittra@yahoo.co.id)