JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KESEPAKATAN PETANI UNTUK MELAKSANAKAN IP 200

KESEPAKATAN PETANI UNTUK MELAKSANAKAN IP 200

Tanam Pertama di Musim Hujan bagi Petani Desa Hambuku Raya, Pasar dan Ulu

 

 

Petani di lahan lebak tidak seperti petani di lahan agroekosistem lainnya seperti pasang surut, tadah hujan atau irigasi. Landskap dan karakteristik lahan sangat berbeda utama sekali adalah amsalah pengelolaan air yang meripakan kunci keberhasilan petani di rawa lebak. Selama ini lahan rawa lebak hanya dapat ditanami 1 kali setahun (IP 100). Bahkan kadang-kadang tidak dapat ditanami karena air masing menggenang akibat hujan yang berkepanjang atau draianse air yang jelek sehingga masih menyisakan genangan di lahan. Adakalanya sesudah tanam, datang air kiriman (banjir) dari hulu sehingga tanaman tenggelam akibat air yang tinggi

 

 

Dalam hal ini, pada tahun 2019 ini Balittra bersinergi dengan balai penelitian lainnya dan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten mengadakan program yang disebut Blok Program untuk menyiasati hal di atas. Pada bulan sebelumnya, tepatnya tanggal 9 Agustus lalu telah diadakan Kick of Meeting Blok Program tersebut dengan mendatangkan para pakar dan Staf Ahli Menteri (SAM) Pertanian dan Tenaga Ahli Menteri (TAM) yang bertujuan untuk memberikan masukan pada pelaksanaan Blok Program. Melihat potensi kondisi  di lapangan, petani sebagian besar telah panen maka segera akan ditanami. Pengembangan IP 200 di rawa lebak ini dimungkinkan dengan adanya tanggul keliling dengan memanfaatkan jalan yang sudah ada dengan meninggikan sebagian dan menutup jalan-jalan air apabila terjadi peningkatan muka air akibat hujan atau meluapnya sungai.

 

 

Dalam pertemuan pada hari Jumat, 14 September dengan para Ketua/Pengurus Kelompok Tani, Penyuluh  Pertanian Lapang (PPL), Ketua Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Kepala Desa Hambuku Raya, Sungai Pandan, Kab. Tala  kumpul di Balai Desa  dan berhasil menyusun kesepakatan antara lain :

(1)   . Melaksanakan tanam pada musim hujan ini seluas 80 hektar dengan VUB Inpari 30. Varietas Inpari 30 ini sudah terbukti dalam demplot yang dilakukan petani dengan hasil cukup memuaskan 5-6 t GKG/ha .

(2)   Sebagian besar petani yang tanam di watun I (lebak dangkal) sudah panen sehingga dapat segera pengolahan tanah untuk menyiapkan semai direncanakan pada bulan September ini, kemudian disusul untuk watun 2 (lebak tengahan).

(3)   Petani akan mendapatkan bantuan bibit dan  pupuk serta bahan bakar minyak (BBM) untuk pengolahan tanah dari Kegiatan Blok Program Balai Penelitiann Pertanian Lahan Rawa (Balittra).

(4)   Traktor selain yang sudah tersedia di petani ditambah dengan pinjaman dari Dinas Pertanian TPH Kabupaten Hulu Sungai Utara.

(5)   Penyuluhan dan pembinaan di bantu oleh PPL dan BPP

 

Antusias petani untuk ikut dalam Blok Program ini cukup besar sehingga yang tadi direncanakan hanya 50 hektar meningkat menjadi 80 hektar dengan melibatkan 7 (tujuh) kelompok tani pada 3 (tiga) desa dengan jumlah petani  73 Kepala Keluarga (KK) di Desa Hambuku Raya, 18 KK di Desa Hambuku Pasar, dan 69 KK di Desa Hambuku Ulu sehingga total melibatkan sebanyak 160 KK.  Semoga antusias ini tidak hanya karena iming-iming  seperti “pasar malam”, sebentar ramai semalam, kemudian setelah program selesai kembali sepi dan petani kembali ke asal hanya tanam sekali setahun. Kontinunitas inilah yang menjadi kunci dan perlu dipertahankan dan diteruskan, terutama aparat pemerintah desa/kabupaten dan jajarannya serta masyarakat petani setempat. Semoga demikian. Aamien Yaa Rabbal Alamin. (Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MS, m_ noor_balittra@yahoo.co.id)