JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

MENDORONG KABUPATEN PULANG PISAU SEBAGAI LUMBUNG PANGAN

MENDORONG KABUPATEN PULANG PISAU SEBAGAI LUMBUNG PANGAN

Berdirinya Rice Estate Sangat Strategis

 

 

 

Berawal dari surat Dewan Ketahanan Pangan Nasional kepada Pusat Penelitian Pertanian Tananam Pangan (Puslitbangtan) untuk memberikan tanggapan atas surat yang diajukan  Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Kalteng mengenai rencana untuk mendirikan Kawasan Pengembangan Produksi Padi (Rice Estate) yang menyiapakan lahan seluas 200-300 ribu hektar. Penulis diundang untuk memprersentasikan hasil kajian singkat tentang potensi kab. Pulang Pisau dari sumber daya lahan dan teknoologi pengembangan rawa yang tersedia. Prof (Riset).Dr. Ir. Made Jane Majaya pada waktu itu menjanjikan akan datang ke Pulang Pisau. Selama tiga hari dari tanggal 17 sampai 20 September 2018 lalu Puslitbangtan mengutus Prof (Riset) Dr. Ir. Made Oka Adnyana (Puslitbangtan), M.Sc.; Nia Romania Patriyawaty, M.Phill (Psulitbangtan); Prof. (Riset) Dr. Ir. Muhammad Noor (Balittra); dan Dr. Susilawati (BPTP Kalteng) bersama-sama berkunjung ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pulang Pisau dilanjutkan ke kantor Bupati Kabupaten Pulpis untuk berdialog dan diskusi terkait dengan rencana diatas.

 

  

 

Dalam pertemuan diatas Kepala Dinas Pertanian Kab. Pulpis, Slamet Untung Riyanto dan PLT Bupati Pulang Pisau Ibu Sunarti (Kadis Tanaman Pangan Horti dan Perkebunan/TPHP Provinsi Kalteg)  menunjukkan potensi sumber daya lahan dan masyarakat  Pulang Pisau yang masih memerlukan bantuan dan biinaan. Berbagai pengalaman dalam pembangunan pertanian, khususnya pangan terkait dengan investasi swasta baik lalu maupun akan datang diungkapkan secara jelas dengan berbagai masalah dan harapan. Dalam kesempatan diatas, tim juga berkunjung ke petani di Desa Pantik dan Belanti Siam2, Kec. Pandih Batu, Kab. Pulang Pisau, bertemu denggan ketua  kelompok tani Sumber Harapan, Wagiman yang sedang melaksanakan pengemasan hasil gabah yang baru dipanen. Kedua desa diatas telah mampu melaksankan dua kali panen setahun (IP 200) dengan salah satunya menanam padi hibrida (umur 110 hari) yang dianggap memberikan hasil lebih tinggi dibanding inhibrida.   Hasil provitas yang dicapa 7-10 t GKP atau sekitar  6 t GKG/ha, pernah hanya mencapai 4 t GKP/ha saat terjadinya serangan hama dan penyakit tanaman. 

 

 

 

Pelajaran berharga bagi Pemerintah Kab. Pulang Pisau, khususnya Dinas Pertanian dalam pemberdayaan lahan rawa dan petaninya yang melibatkan (kerjasama) dengan perusahaan swasta seperti PT. Sinar Pangan Indonesia (SPI) pada tahun 2016 lalu yang kemudian dihentikan karena tidak serius. Prosedur dan ketentuan kerjasama yang melibatkan petani  memerlukan keterbukaan dan tentunya  saling menguntungkan  kedua belah pihak.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)