JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

WORKSHOP ANALISA DATA DAN PENULISAN KTI

SOSIALISASI SINTA, WORKSHOP ANALISA DATA DAN PENULISAN KTI

 

 

Perkembangan jaman saat ini menuntut segala komponen sistem informasi berbasis digital. Demikian pula yang terjadi di lingkup Kementerian Pertanian. Siang itu tepatnya hari Kamis, 8 Nopember 2018 diselenggarakan acara sosialisasi SINTA dan pembukaan workshop analisa data dan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Acara dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA) pukul 08.00 – 12.00 WITA, dihadiri oleh peneliti lingkup Balittra, BPTP Kalimantan Selatan, BPTP Kalimantan Tengah, serta beberapa narasumber dari lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN). Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memberikan informasi terkait beberapa sistem informasi yang berkaitan dengan penelitian, serta memperdalam dan membekali terutama peneliti pratama dan muda dalam melakukan analisa data dan penulisan KTI.

 

Ada beberapa sistem informasi yang dibuat untuk mempermudah kinerja. Salah satunya adalah SINTA, akronim dari Science and Technology Index, merupakan sistem informasi penelitian berbasis web menawarkan akses cepat, mudah dan komprehensif untuk mengukur kinerja peneliti, institusi dan jurnal di Indonesia. Program tersebut  memberikan tolok ukur dan analisis, identifikasi kekuatan penelitian masing-masing lembaga untuk mengembangkan kemitraan kolaboratif, untuk menganalisis kecenderungan penelitian dan direktori ahli. Semakin banyak karya tulis di sitir (sitasi), maka tulisan tersebut banyak dicari dan dibutuhkan oleh orang lain. Database pemantau sitasi tersebut salah satunya adalah SCOPUS, database berbayar milik Elsevier (http://www.scopus.com). Peneliti yang sudah beberapa kali menerbitkan tulisan di media terindeks SCOPUS otomatis diberikan SCOPUS ID. Tidak perlu mendaftar, namun banyak-banyaklah mengirimkan publikasi ilmiah internasional, maka scopus index akan mendeteksi. Ada banyak kelebihan dengan adanya SCOPUS ID, karena profil SCOPUS bisa dipantau oleh pemberi dana penelitian, editor jurnal ilmiah, panitia konferensi, calon mitra kerja sama, dan masih banyak lagi.

 

 

Dalam kesempatan yang sama, acara dilanjutkan dengan pembukaan workshop dengan materi pembuka yaitu Regulasi Jabatan Fungsional Peneliti yang baru, disampaikan oleh Ketua TP@I Prof (riset). Elna Karmawati. Ada beberapa perubahan aturan yang mendasar, diantaranya adalah sebagai berikut :

1.    Penilaian kinerja JFP berdasarkan target kinerja tahunan tertuang dalam SKP

2.    AK kumulatif digunakan untuk kenaikan pangkat/jabatan dihitung capaian AK/tahunan+HKM

3.    Pemenuhan HKM untuk maintenance 4 tahun

4.    Kode etik dan kode perilaku ditetapkan oleh Organisasi Profesi JFP

 

Bagi Peneliti yang Belum Memenuhi Syarat Pendidikan, maka :

1.    PNS bergelar S-1 tapi telah menduduki pangkat setingkat lebih tinggi, dapat menduduki JFP, tapi setelah 5 tahun wajib lulus S2

2.    PNS bergelar S1 tapi telah menduduki PAP dan PAM dan belum S2 dapat menduduki JFP tapi Setelah 8 tahun wajib lulus S2

3.    Kalau belum lulus S2 masih dapat naik pangkat dalam jenjangnya kecuali kalau akan naik ke PAU

4.    PNS yang masih bergelar S2 tapi sudah menduduki PAU (1050) dapat melanjutkan JFP kecuali yang baru menduduki PAU 850 mau naik ke 1050 harus sekolah S3.

 

 

 

Untuk memberikan semangat dan dorongan kepada peneliti-peneliti baru (Ahli pratama dan Ahli muda), Dr. Puji Lestari dari BB Biogen memberikan beberapa langkah jitu dan juga tips nya dalam menulis karya tulis ilmiah berstandar internasional. Hal pertama yang harus dibangun adalah pola pikir, mengapa ingin mempublikasikan hasil penelitian dan standar kelayakannya seperti apa. Kemudian baru menentukan tipe naskah, memilih jurnal target, memenuhi persyaratan jurnal sesuai instruksi untuk penulis, Fokus ke struktur naskah/manuskrip, memperhatikan etika publikasi baik secara perilaku maupun tata cara penulisan dalam bahasa inggris yang sesuai. Dengan begitu menulis jurnal internasional bukan hal yang sulit, begitu himbauan beliau mengakhiri sesi acara. (Vika Mayasari, ST. vikamaya.balittra@gmail.com).