JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PETANI PERLU KOMPAK DAN BERJAMAAH

PETANI PERLU KOMPAK DAN BERJAMAAH

"Bimtek Penguatan Kapasitas Organisasi Petani Hari Ke Dua dan Ketiga"

 

 

Bimtek Penguatan Kapasitas Organisasi Petani yang dibuka oleh oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemda HSU, Ir. H. Supomo, MSi. dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 21 sampai 24 November 2018. Kalau pada hari pertama sebagaimana dilaporkan kegiatan Bimtek diisi tentang Program Kegiatan Sistem Usaha Tani di Lahan Rawa Lebak Hambuku berbasis Mini Polder yang disampaikan Kepala Balittra, Ir. Hendri Sosiawan, CESA dan Kebijakan dan Program Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani yang disampaikan oleh Dr..Syahyuti M,Sc. dari Pusat Sosial Ekonomi dan Analisis Kebiijakan Pertanian (PSEKP). Pada hari  dua dan ketiga kegiatan Bimtek banyak mengemukakan masalah teknis usaha tani di lapangan dalam rangka mendukung Pertanian Korporasi diatas. Peserta yang khadir dalam kegiatan Bimtek pada hari ke 2 dan 3  tampak bertambah diikuti sekitar 60 peserta antara lain petani  dan  penyuluh (PPL).

 

    

 

Pada hari ke 2 tampil Dr. Khairil anwar, MS dari Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA) yang menyampaikan tentang Pengelolaan Air untuk Meningkatkan Indeks Pertanianam (IP) di lahan rawa lebak, disusul Ir. Agus Koswara, MS. dari Balai Besar Penelitian Padi (BPP-Padi) Sukamandi, Subang Jawa Barat menyampaikan tentang Teknoologi Usaha Tani Padi di Rawa Lebak. Kemudian disusul Dr. Lilik Tri Murdiyantoro, M.Sc dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB Mektan), Serpong, Jawa Barat mengemukakan tentang Optimalisasi Penggunaan Alsintan di Lahan Rawa Lebak.  Pada hari ke 3 tampil Ibu Ir. Cut Rabiatul Adawiyah, MSi, MP. dari  Pusat Sosial Ekonomi dan Analisis Kebiijakan Pertanian (PSEKP) mengemukakan tentang Pengembangan Komunikasi dan Jaringan Agribisnis Petani dan Ir. Koesrini, MS dari BALITTRA menyampaikan tetang Inisiasi Perbenihan di Lahan Rawa. Disusul sesi terakhir tentang Teknologi Budiaya Itik Albio disampaikan oleh Dr. Eni Siti Rohaeni, SP, MS dan Pembuatan Jamu Ternak dari sumber daya lokal disampaikan oleh Dr. Ahmad Subhan, MS. Kedua nara sumber terakhir diatas dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan.

 

                                                                       

 

Dalam diskusi  muncul beberapa pertanyaan menarik antara lain tentang (1) keyakinan petani yang masih separuh hati tentang keberhasilan usaha tani ini  karena petani baru pertama kali ini tanam di musim hujan, (2) bagaimana pengendalian tikus yang menjadi momok bagi petani, (3) bagaimana mengatasi keong emas yang sekarang banyak menyerang tanaman padi petani, (4) harga gabah yang selalu rendah bahkan cendrung turun, dan (5) bagaimana menguatkan kelembagaan petani yang ada. Memotret kondisi petani di Desa Hambuku sebagai gambaran tentang rawa lebak  dari hasil diskusi yang perlu menjadi perhatian adalah (1) kelembagaan petani yang ada masih lemah karena tidak ada kegiatan yang rutin, iuran anggota tidak ada, ke pengurusan dipimpin yang tua dan tampak bekerja sendiri anggota acuh tak acuh, (2) produksi hanya sampai gabah tidak dijadikan beras sehingga harga tidak stabil cendrung murah dan dikendalikan pengumpul/pedagang, (3) informasi tentang budidaya baik padi, termasuk penerapan jajar legowo, budidaya itik, termasuk menu pakan dan lainnya masih sangat minim,  (4) pemupukan masih sangat terbatas dan kebanyakan petani tidak memupuk sawahnya, dan (5) penyuluh (PPL) hanya mampu mengadakah kunjungan ke petani/kelompok tani hanya 2 kali dalam sebulan karena luas layahan bagi setia PPL mencakup 17-20 kelompok tani. 

 

                                                                       

 

Kembali sebagaimana dikemukakan para nara sumber, pertanian korporasi mencoba memadukan setiap aspek komponen inovasi teknologi pertanian dalam satu pengelolaan. Petani pada hakekatnya perlu dan mutlak kompak dan berjamaah untuk mengatasi masalah yang dihadapi karena dengan berjamaah petani jadi kuat dan permasalahan mudah untuk diatasi. Bimtek ditutup oleh Ir. Muhammad Kepala Sub Bagian Pelayanan Jasa Penelitian (Jaslit) Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA) dengan teriakan HSU “Mantappp”, Hambuku “ Mantap Bangeeett” (Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)