JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

MENYASAR WILAYAH PERBATASAN SEBAGAI PENYANGGA PANGAN NASIONAL

MENYASAR WILAYAH PERBATASAN SEBAGAI PENYANGGA PANGAN NASIONAL

Implementasi Teknologi Inovatif  Lahan Rawa Pasang Surut Desa Matang Danau, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Kalimantan Barat

 

 

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Diseminasi Teknologi Inovatif Hasil Penelitian Pertanian Lahan Rawa Mendukung Swasembada Pangan yang diselenggarakan pada tanggal 25 Juli 2018 yang lalu di desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dilakukan pertanaman ke 2 musim tanam Oktober - Maret yang dipercepat semai bulan 20 September dan tanam Oktober-November 2018 sebagai tindak lanjut untuk musim tanam sebelumnya pada musim April-September 2018. Keberhasilan kgiatan ini mendapatkan apresiasi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), kementan dengan diberinya bantuan 10 traktor  roda dua (TR2) dan 10 pompa air.   Kegiatan  diesminasi tersebut dihadiri oleh ratusan para petani dari 29 kelompok tani, Babinsa Desa Matang Danau, para penyuluh pertanian, camat, koramil, Kapolsek kecamatan Paloh, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, para peneliti Balittra dan BPTP Kalimantan Barat. Acara diawali dengan temu lapang pada lokasi kelompok tani Mawar dan Daya Usaha dengan luas lahan 5 ha menggunakan teknologi introduksi, selain itu ada 45 ha lahan teknologi petani.

 

 

 

Kabupaten Sambas mempunyai kedudukan sangat strategis sebagai wilayah perbatasan dengan Serawak-Malaysia, khususnya kecamatan Paloh yang mempunyai sawah rawa apsang surut paling luas, diantaranya ada di Desa Matang Danau. Namun rata-rata masih memunyai IP 100 dan cara bercocok tanam masih tradisional. Sambas merupakan salah satu pintu untuk mengimpor hasil pertanian dari masyarakat sekitarnya sehingga secara tidak lamgsung menjadi kawasan pengembangan. Wilayah perbatasan menjadi pintu masuk dan beranda negara sehingga kesan selama ini bahwa negara abai terhadap maysrakat perbatasan dapat dihapus. Kesan bahwa masyarakat kita banyak yang bersekolah, belanjad dan bekerja di negara tetangga lebih baik dan sejahtera daripad di negara sendiri secara lambat laun tidak terjadi lagi.  

 

  

 

Oleh karena itu kegiatan  diseminasi penting sekaligus sebagai introduksi teknologi berupa pengelolaan air sestem pompanisasi, varietas tanaman yang tahan blas, penyiapan lahan menggunakan alsintan (bajak dan rotari), dengan sistem tanam jajar legowo 2 : 1.

 

 

 

Dari hasil peninjauan tanggal 27-29 Desember 2018 tampak respon petani sangat positif dan kondisi pertanaman sangat baik. Dalam kegiatan pertemuan dengan petani  di Desa Matang Danau, mereka mengusulkan pembuatan atau perbaikan prasarana pengelolaan air yang menunjukkan kurang mendukung untuk penerapanan IP 200, pintu air sangat tidak memadai merupakan bangun lama yang tidak lagi fungsional. Kehadiran BALITTRA sangat didambakan untuk memberikan supporting baik pembinaan teknologi maupun mindset dalam penerapan teknologi dan agribisnis dan pengawalannya dalam hal teknologi pengelolaan dan budidaya serta kelembgaan agribisnis, khususnya dalam komoditas padi di lahan rawa. (Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)