JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PERINGATAN HARI TANAH SEDUNIA (HTS)

 

PERINGATAN HARI TANAH SEDUNIA  (HTS)

Ketahanan Tanah untuk Kesejahteraan Masyarakat

 

 

 

HARI TANAH SEDUNIA (HTS), World Soils Day diperingati pada tanggal 5 Desember 2018 lalu di Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) di Bogor dengan beberapa kegiatan diantaranya Talk Show yang dipandu oleh Moderator Ceremony (MC) cantik, Frisca Clarissa dari Kompas TV. Khadir sebagai nara sumber dalam Talk Show  (1) Prof. Dr. Dedi Nusrsyamsi, M.Agr.; (2) Prof. Dr. Supiandi Sabiham mewakili HImpunan Masyarakat Gambut Indonesia (HGI); (3) Prof. Kukuh Multilaksono, mewakili Mayarakat Konservasi Tanah dan Air (MKTA);  (4) Prof. Dr. Budi Mulyanto, mewakili Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI); dan (5) Agus Yulianto, Direktur Utama PT. Nasional Hijau, sebagai wakil atau sosok pengusaha yang bergerak dalam  pelestarian lingkungan, perlindungan terhadap pencemaran tanah dan air. Talk Show dikhadiri sekitar 250 peserta yang memenuhi ruang Sinema BBSDLP. Selain diikuti  mahasiswa tanah seluruh Indonesia juga diikuti oleh para staf dosen, peneliti, penyuluh,  dan para pengamat pertanian.

 

HARI TANAH SEDUNIA (HTS) digemakan untuk diperingati sebagai bentuk keprihatinan atas realita kerusakan tanah yang diperkirakan sepertiga tanah di dunia mengalami kerusakan atau terdegradasi. HTS ditetapkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) pada tanggal 5 Desember sejak tahun 2015. HTS 2018 yang diselengarakan oleh BBSDLP merupakan yang pertama di Indonesia dengan mengangkat tema KETAHANAN TANAH untuk KESEJAHTERAAN MASYARAKAT mendapatkan apresiasi oleh dunia. Tahun depan peringatan HTS  2019 akan digelar secara besar-besaran. 

 

Dalam kesempatan Talk Show juga dilaksanakan launching INAAGRIMAP dan PKDSS-4, yaitu softwere untuk pemetaan dan pemupukan dengan sistem pakar yang ramah pengguna. Uraian singkat tentang INAAGRIMAP dan PKDSS-4 disampaikan Dr. Ir. Yiyi Sulaeman, M.Sc. Sebagai Kabid PSHKP BBSDLP. Dalam peringatan HTS dan talk show diatas dari BALITTRA khadir Dr. Ir. Mawardi, M.Sc., Dr. Wahida Annisa, M.Sc., Prof. Dr. Masganti, MS., dan  Prof. Dr. Muhammad Noor, MS.  Dalam rangkaian kegiatan HTS diatas antara lain dikenalkannya tentang perihal Ilmu Tanah kepada para anak-anak secara dini dengan mengundang beberapa Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai bentuk sosialisasi.

 

Dalam Talk Show diatas, Frisca mengenalkan para nara sumber yang selanjutnya meminta kepada para nara sumber untuk mengemukakan pendapatnya. Prof. Dedi menjelaskan yang intinya menyatakan bahwa mempelajari Ilmu Tanah sifatnya wajib, fardhu‘ain bagi peserta yang khadir di ruangan acara Talk Show yaitu para petugas, peneliti, penyuluh, termasuk mahasiswa bidang studi ilmu tanah yang bergelut dengan pertanian dan sejenisnya. Prof. Budi sebagai dosen IPB menambahkan sejarah kelm Ilmu Tanah yang sempat hilang karena digabungkan oleh Dikti menjadi bidang studi Agrotek hingga tinggal IPB dan UGM yang bertahan. Namun dalam perkembangannya sekarang bidang studi Ilmu Tanah sudah ada di 19  Fakultas ertanian dari yang tadi sempat hanya tinggal 2 saja. Prof. Supiandi sebagai guru besar ilmu tanah gambut IPB menjelaskan tentang prihal lahan gambut secara rinci. Dalam uraiannya Prof. Supiandi menyatakan bahwa bagi para pencinta atau peng Tentang Ilmu Tanah, beliau menyatakan bagi pencinta pertanian, jadikanlah Ilmu Tanah sebagai isteri kedua bagi yang laki-laki sebaliknya sebagai suami kedua bagi wanita pertanian. Agus Yulianto mengemukakan tentang pengelolaan sampah dan pencemaran yang dapat menjadi peluang bisnis masa depan.  Dalam dialog  diatas, sempat terucap bahwa asal dari tanah, bergelut dengan tanah, dan kembali ke tanah -- menjadi sebuah kata sakti. Semoga. Bravo Ilmu Tanah.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)