JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

TAHUN 2019 ADALAH TAHUN RAWA

TAHUN 2019  ADALAH  TAHUN RAWA

Membangunkan Raksasa Tidur  

 

 

Membangunkan raksasa tidur sering diucapkan oleh Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, disetiap saat dan dimana saja dalam beberapa bulan terkahir hingga menjelang tahun 2019. Kata Raksasa Tidur sebagai ibarat dari lahan rawa menjadi populer dan tahun 2019 merupakan tahun rawa karena Kementerian Pertanian telah memutuskan akan mengembangakan lahan rawa di tujuh provinsi seluas 1 juta hektar, masing-masing di Kalsel, Sumsel, Sulsel, Lampung, Jambi, Kalteng, dan Papua.  Selama ini pengembangan lahan rawa mengalami dinamika sesuai dengan watak dari rawa yaitu kadang basah, terkadang kering, kadang pasang terkadang surut. Misalnya tahun 1970-1985 lahan rawa mengalami perkembangan melalui pembukaan yang sangat luas, Kemudian 1985-1995 mengalami kemunduran, kemudian tahun 1995-2000 muncul Proyek Sejuta Hektar (PLG), kemudian  2000-2015 surut kembali atau hampir tidaka da kegiatan, dan tahun 2016 mulai menggeliat hingga tahun 2019 merupakan puncak kegiatan rawa melalui rencana pembukaan dan pengembanhgan sejuta hektar di tujuh provinsi diatas.

 

Solusi pengembangan pertanian baik di lahan rawa pasang surut maupun rawa lebak terkait dengan pengelolaan air baik saat tergenang pada musim hujan dan kekeringan pada saat musim kemarau, khususnya untuk padi yang menjadi komoditas utama. Oleh karena itu pengaturan atau pengelolaan air dengan sistem polder sangat memungkinkan sehingga dapat meningkatkan IP dari 100 menjadi IP 200 untuk padi bahkan dapat mencapai IP 300 dengan pola tanamam padi-padi-palawija dengan dikuasainya pengelolaan air. Menteri Pertanian berulang kali mengemukakan bahwa Indoensia sangat kaya dengan penyinaran matahari sepanjang tahun dan air yang melimpah, khususunya di lahan rawa, tetapi kebanyakan air tersebut lari ke laut dengan selamat sentosa. Padahal bisa ditahan dan dimanfaatkan sebelum berakhir ke laut dengan menahan dan memanfaatkannya sepanjang waktu. Di negara-negara maju Eropah seperti Jerman, Belanda, Perancis bahkan Israel sebagaimana dikemukakan Menteri Pertanian air dimanfaatkan diputar keberbagai pemanfaatan dengan sangat efisisn sehingga dapat memebrikan produk hasil pertanian yang optimal dengan memanfatkannya dalam berbagai aspek sebelum ke laut.

 

Rancang bangun polder sebetulnya sudah lama digagas oleh  Schophuys  (1950) yang diimplementasikan pada rawa lebak di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan yang disebut Polder Alabio dan di lahan rawa pasng surut Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah yang disebut Polder Mentaren. Hanya saja sistem polder diatas belum optimal sepenuhnya. Hal ini terkait dengan masalah sosial dan masyarakat setempat. Barangkali berangkat dari masalah sosial dan masyarakat yang sulit dipecahkan pada kasus di Polder Alabio Kalsel inilah, munculnya inisiatif  pengusaha pada Polder Ogan Ilir Sumatera Selatan untuk terjun dalam pengelolaan secara utuh dan mandiri melalui PT. Buyung Putra Pangan yang didukung oleh pemerintah pusat/daerah dalam penataan dan partisipasi masyarakat.

 

Sekarang setelah keberhasilan di Jejangkit Muara pada Hari Pangan Sedunia Oktober 2018 lalu, pemerintah sekarang berkonsentrasi pada 2 lokasi lain yaitu Telang Rejo di Kabupaten Musi Banyu Asin,  Sumatera Selatan, dan Tajau Landung, Kabupaten Banjar, Kalseel untuk melakukan optimalisasi. Dengan beberapa lokasi tersebut diharapkan rawa bangkit inshaallah menjadi lumbung pangan nasional dan lumbung pangan dunia. Aamiin Allahuma Aamiin.. (Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)