JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mencermati Proposal Menjelang Akhir Periode

RAPAT TIM PROGRAM

Mencermati Proposal Menjelang Akhir Periode (2014-2019)

 

 

Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA) sejak awal telah membentuk Tim Program yang terdiri dari Pejabat Struktural, Ketua-ketua Kelti (Kelompok Peneliti), dan Peneliti Senior atau Profesor Riset. Tugas Tim Program dalam amanatnya membantu Kepala Balai atau Ketua Program dalam menyiapkan atau membantu dalam penyusunan rencana atau program kerja penelitian (RPTP) dan desiminasi (RDHP). Sebagai pertanggungjawaban Balai setiap akhir tahun telah diadakan Seminar Hasil Peneltian tahun sebelumnya (2018) dan Seminar Penyusunan Program (RPTP dan RDHP) tahun berikutnya (2019) yang masing-masing berlangsung pada 3 dan 4 Januari dan 7 dan 8 Januari 2019 lalu. Hanya saja menjadi perhatian khusus untuk proposal kegiatan tahun 2019 yang merupakan akhir dari periode lima tahunan (2014-2019) sehingga hasil akhir dari kegiatan selama lima tahun (2014-2019) harus menghasilkan final output (keluaran akhir). Oleh karena itu, sebuah keniscayaan, maka akhir kegiatan periode ini (tahun 2019) mestinya ditutup dengan hasil sinstesis yang dapat berupa paket teknologi, model pengelolaan, sistem pengelolaan, produk akhir, strategi kebijakan atau rekomendasi dan sejenisnya.

 

Rapat Program yang dilaksanakan, Jumat, tanggal 18 Januari 2019 untuk membahas Rencana Kegiatan Penelitian dan Diseminasi (RPTP dan RDHP) 2019 dikhadiri oleh Kepala Balittra, Ir. Hendri Sosiawan, CESA; Ketua Program, Dr. Eni Maftuah; Ketua Kelti Pengelolaan Hara, Dr. M. Alwi; Kelti Pengelolaan Air, Prof. Dr. M. Noor; Kelti Remediasi Lahan merangkap Ketua Program, dan beberapa Pejabat Struktural antra lain Kabag Jaslit Ir Muhammad, peneliti senior, dan penanggung jawab RPTP antara lain Prof. Dr. Masganti, Dr. Izhar Khairullah, dan Dr. Arifin Fahmi. Pembahasan atau diskusi dalam mencermati proposal kegiatan peneliti yang telah disusun, walaupun telah dibahas sebelumnya dan diperbaiki kembali ternyata masih memerlukan perbaikan. Beberapa saran pokok dan utama ternyata belum diapresiasi, belum menunjukkan kejelasan output, perlakuan yang disusun belum merujuk pada awal kegiatan, sasaran yang dicapai terkesan masih berkutat dengan komponen bukan paket teknologi yang dimaksudkan, serta sistematika dan alur pikir masih belum fokus dan tampak baur. Satu hal lagi yang tercetus menjadi bahan pemikiran bersama dalam rapat program diatas adalah Program Penelitian dan Diseminasi lima tahun ke depan (2020-2025) saatnya sekarang untuk mulai dirancang yang kondisinya tentu jauh berebda dengan kondisi lima tahun terakhir, saat dimana nanti Indonesia sudah harus memasuki industrialisasi, mekanisasi, perubahan iklim, teknologi dan sistem informasi baru, sosial ekonomi baru dan globalisasi. Lebih-lebih untuk lahan rawa karena gong telah dipukul oleh Mneteri Pertanian bahwa lahan rawa menjadi prioritas dalam menjadi Lumbung Pangan Nasional mendukung Indoensia sebagai Lumbung Pangan Dunia. Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin (Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)