JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH PERBATASAN

TEMU LAPANG DAN PANEN RAYA

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH PERBATASAN

 

Kamis, 24 Januari 2019, bertempat di desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas Kalbar, digelar temu lapang dan panen raya tanaman padi.  Acara terlihat sangat meriah, karena dihadiri oleh 187 peserta. Para peserta yang hadir pada kegiatan panen raya tersebut diantaranya adalah orang no 1 di kabupten sambas yaitu Bapak Bupati, komisi B DPRD Kabupaten Sambas, Dinas Pertanian dan Ketahanan Sambas, Kepala Balai Besar Penelitian Padi, Balai Besar Mekanisasi Pertanian, Balai Besar P2TP,  Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Bapak Camat tebas, kepala desa Tebas Sungai, TNI dan Polri, Politeknik Sambas, Koordinator Penyuluh, Penyuluh Lapangan dan para pelaku pertanian yang terjun langsung dilapangan atau petani si ujung tombak penghasil padi.

Sambas merupakan sentral produksi padi di Propinsi Kalimantan Barat,  selain memenuhi kebutuhan di Kalbar, produksi padi di Sambas juga di kirim ke negara tetangga Malaysia. Menurut koordinator penyuluh wilayah kecamatan Tebas, mereka sangat berterimakasih sekali dengan kegiatan dari Badan Litbang untuk meningkatkan produksi padi di wilayah perbatasan di tempatkan di kecamatan tebas, kabupaten Sambas. Beliau juga menekankan, banyak transfer teknologi yang didapat oleh para  petani .diantaranya :

-  Mengenal varietas varietas  unggul baru seperti : Inpari 6, Inpari 32, Inpari 42, Inpago yang merupakan sebagai varietas alternatif (pilihan)

-  Adanya pengujian galur  lanjutan. Galur  yang terpilih nanti akan dilepas menjadi varietas Siam Sambas.

-  Pengenalan sistem Jarwo Super

- Pengenalan Sistem PTT

- Pengenalan Sistem Raisa

- Cara penggunaan alat tanam yang hemat biaya

- Cara pembuatan dapok (sistem Talam)

- Cara Penggunaan mesin penyiang-Cara panen menggunakan mower

- Cara memurnikan benih untuk menjadi penangkar benih

Selain itu mereka juga berterima kasih atas bantuan sarana sarana pertanian untuk peningkatan produksi seperti benih, pupuk, dan pipa pipa untuk pengairan di Musim Kamarau Nanti. Kepala Balai Besar Padi menuturkan terimakasih kepada Pemda Sambas yang telah melaksanakan kerjsama dengan baik dalam pengembangan di bidang  pertanian. Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi dan di Pemda Sambas inilah didemontrasikan agar dapat dicontoh dan digunakan oleh petani. Dengan inovasi badan litbang pertaniaan di harapkan kita dapat berswasembada dan bersiap siap untuk menjadi lumbung pangan dunia kedepannya.Beliau juga berharap agar benih yang dihasilkan pada kegiatan ini dapat disertifikasi, dan pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan hasil dan pendapatan petani.

Menurut perwakilan dari BPTP Kalbar, di daerah Tebas  ini sudah dapat berswasembada dan memenuhi kebutuhan di daerah luar Tebas. Beliau juga memperkenalkan padi baru yaitu Ipari 42. Menurut beliau padi varietas Inpari 42, merupakan padi yang ramah lingkungan, yang aman dikonsumsi, dengan input yang rendah dapat hidup baik dan beproduksi tinggi.  Bagi petani di Sambas yang berminat menakarkan benih Inpari 42, dapat menghubungi BPTP Kalbar, karena mereka sudah mempunyai benih yang murni dan dapat ditanam lagi.

Kegiatan temu lapang dan panen raya ini sangat antusias di sambut petani, terlihat ketika pa Bupati memanen menggunakan alat panen combine harvester, mereka serentak berteriak “Selamat Bupati, Selamat Bupati”, dan tak kalah hebohnya tatkala Pa Bupati satu persatu menjabat tangani(menyalami) tangan  kasar yang penuh berkah. Sampai acara usai, tak ada satupun yang berinjak dari tempat duduknya. Sukses Badan Litbang Pertanian. (Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )