JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mendulang Sukses Bertanam Jagung Hibrida

Mendulang Sukses Bertanam Jagung Hibrida,  

Petani Marabahan Syukuran Panen Perdana

 

 

Hari ini Rabu, 6 Februari 2019 merupakan luapan syukur tak terkira karena kali pertama bagi kelompok tani “Tani Mukti” yang berlokasi di Desa Sido Makmur, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan menikmati kesuksesan bertanam jagung hibrida. Sebelumnya mereka bertanam jagung manis dan sayur-sayuran saja. Panen perdana dan syukuran yang dihadiri oleh Wakil Bupati Barito Kuala beserta jajaran SKPD nya, Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Kalimantan Selatan ini dilaksanakan mulai dari jam 09.00 WITA – 13.00 WITA.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala Ir. Murniati dalam sambutannya mengatakan bahwa sebelum petani mengenal teknologi panca kelola lahan, produktivitasnya hanya 8 ton/ha (tongkol kering panen) atau setara dengan 4,8 ton/ha (pipilan kering). Namun setelah menerapkan teknologi yang diperkenalkan oleh Balittra ini produktivitasnya menjadi 14,4 – 16 ton/ha (tongkol kering panen) yang setara dengan 8,64 – 9,6 ton/ha (pipilan kering). Beliau juga mengatakan bahwa keuntungan yang didapatkan oleh petani dalam 1 musim tanam jagung ini adalah 26-27 juta rupiah/ha.

Di kesempatan yang sama, Kepala Balittra Ir. Hendri Sosiawan, CESA mengatakan bahwa dalam Teknologi Panca Kelola Lahan ini sudah tidak diragukan lagi karena sudah terbukti bisa menaikkan taraf hidup petani. Lahan rawa jika dikelola dengan baik, diikuti dengan kemauan keras dari petani untuk hidup yang lebih baik maka bisa menghasilkan produk-produk pertanian unggulan seperti padi jagung kedelai. Pola tanam zigzag dengan jarak tanam 75 x 12, 5 cm ini mampu menaikkan populasi yang awalnya kisaran 66.666 pohon/ha menjadi 100.000 – 106.666 pohon/ha (pertambahan populasi nya mencapai 33.346 – 40.000 pohon/ha). Selain itu juga rekapitalisasi Rock Phospat sebagai bahan pembenah tanah (ameliorasi), residunya bisa digunakan hingga pertanaman kelima dengan hasil terbaik pada pertanaman ketiga. Berbeda dengan pupuk SP-36, saat selesai musim tanam maka residu phospat nya ikut hilang karena terserap oleh tanaman semua. Penambahan kapur (dolomit) dan juga pupuk lainnya seperti pupuk Urea dan KCL dengan dosis yang berimbang. Ibarat manusia, tanaman pun harus diberi makanan sesuai dengan kebutuhannya secara tepat dan cermat. Jika tidak nutrisi untuk tanaman tidak mampu terserap dengan baik sehingga mempengaruhi hasil produksi nya.

 

 

 

Wakil Bupati Barito Kuala Rahmadian Noor, ST mewakili Bupati Noormiliyani AS, SH yang berhalangan hadir mengatakan bahwa beliau sangat terkesan dengan keberhasilan petani di Desa Sido Makmur ini, apalagi peningkatan produksi dan juga penghasilan petani yang meningkat drastis. Jagung hibrida merupakan komoditi yang menjanjikan, dimana permintaan akan jagung pakan lebih besar daripada jumlah produksi yang ada sehingga sangat mudah dipasarkan. Namun dikarenakan permintaan yang lebih besar inilah maka dibutuhkan teknologi sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas jagung dengan harapan kehidupan petani jagung meningkat juga. Kedepan, kegiatan pertanaman jagung terus dikembangkan dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala sebagai pengelola, serta tim ahli Balittra sebagai evaluator dan pendamping.

Sebelum acara ditutup dengan doa, ada penyerahan hadiah dari Wakil Bupati Barito Kuala berupa 1 unit Tossa kepada Ketua Poktan Tani Mukti, Anton Sutono. Anton sangat senang dan antusias menjadi petani kooperator kegiatan Demplot Jagung Balittra seluas 50 Ha. Bahkan dia mengatakan seandainya sudah tidak mendapat kan bantuan saprodi dari Balittra pun dia tetap akan menanam jagung hibrida dengan menerapkan Teknologi Panca Kelola Lahan. “Saya siap menjadi pelopor dan mengajak teman-teman petani lainnya untuk bertanam jagung hibrida dengan teknologi sesuai yang dibina oleh Pak Alwi, Pak Smith, Pak Najib, serta bapak ibu lainnya dari Balittra karena hasilnya sangat memuaskan”, ucapnya secara lantang. Masih belum percaya ini nyata? Silakan langsung datang ke lokasi pertanaman jagung disana. RAWA PASTI BISA.(Vika Mayasari, STvikamaya.balittra@gmail.com)