JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

TANAMAN PADI DI WILAYAH PERBATASAN

BIMTEK BUDIDAYA TANAMAN PADI DI WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN BARAT

 

 

 

Bimbingan teknis dengan meteri Budidaya Tanaman padi dilaksanakan di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, merupakan wilayah perbatasan di Kalimantan Barat. Kegiatan dilakasanakan pada hari Jumat, 25 Januari 2019. Dengan peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari penyuluh dan anggota kelompok tani.Pada kegiatan bimbingan teknik tersebut, disajikan  materi materi tentang pengelolan lahan dan air, budidaya tanaman padi, penggunaan alat dan mesin pertanian dan terakhir penangan panen dan pasca panen yang masing masing berasal dari Balai Penelitian Peranian Lahan Rawa, Balai Besar Tanaman Padi dan Balai Besar Mekasisasi Pertanian.

Menurut penyaji materi  pengelolaan lahan dan air,  hasil padi yang didapat antara musim hujan dan musim kemarau menunjukkan perbedaan hasil yang sangat siqnifikan, hasil di musim hujan jauh lebih tinggi di banding  musin kemarau dimana rata rata hasil musim hujan sebesar 3,58 t/ha, dengan produksi maksimal 5,0 t/ha, sedang di musim kemarau rata rata hasil 2,74 t/ha. Hasil analisis tanah di lokasi perbatasan tersebut, menyimpulkan bahwa lahan mempunyai kandungan C organik yang rendah. Pada lahan dengan kandungan C organik yang rendah, kemampuan menahan air sedikir, sehingga hasil yang didapat pada musim kemarau lebih rendah. Menurut beliau pada lahan tersebut perlu ditambahkan pupuk organik, atau bisa juga berupa pupuk hayati. Pada musim tanam (MK) yang akan datang, lahan akan diberi pupuk hayati dengan nama dagang Biotara, dimana Biotara ini mengandung bakteri  sebagai perombak (trikoderma) dan bakteri penambat N. Lewat pemberian pupuk hayati ini, dosis pupuk buatan (N,PdanK) bisa dikurangi. Selain pemberian pupuk hayati, juga akan dilaksanakan pemberian air melalui teknologi pompanisasi, dimana air akan dimasukkan dari sungai ke petakan lahan lahan petani.

Pemateri selanjutnya dari Balai Besar Tanaman Padi yang menyajikan tentang budidaya tanaman padi. Beliau mengulas juga tentang bagaimana varietas ungul itu di ciptakan, tentang pengujian galur, pemurnian tanaman, hama penyakit tanaman padi dan cara cara pengendaliannya. Yang tidak kalah pentingnya materi yang disampaikan oleh peneliti dari Balai Besar Mekanisasi Pertanian, menyajikan tentang alat alat dan mesin pertanian yang sangat effektif dan efisien untuk menangulangi tenaga kerja dan biaya.  Materi terakhir disampaikan oleh peneliti  Balai Besar Penelitian Tanaman padi tentang penanganan panen dan pasca panen. Dalam hal ini yang menjadi perhatian adalah kwalitas dan kuantitas hasil, yang berhubungan dengan mengurangi kehilangan hasil akibat panen, menjaga kadar air benih sesuai yang dianjurkan, penggilingan yang  agar beras tidak patah.(Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )