JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Seberapa Jauh Anda Tahu dan Peduli dengan Rawa ?

PROGRAM SERASI

Seberapa Jauh Anda Tahu dan Peduli dengan Rawa ?

 

 

PROGRAM “SERASI” singkatan dari Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani merupakan kegiatan kerja dari Kementerian Pertanian yang sekarang menjadi viral di media massa dan media sosial. Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan mengungkapkan  ajakan “Mari Kita Bangkitkan Raksasa Tidur”, “Raksasa tidur” sebutan bagi lahan rawa oleh Mentan. Gelar teknologi pada arena HPS di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala dan PPRN II di Kebun Percobaan atau Taman Sains Pertanian (TSP) Rawa di kawasan Kantor BALITTRA Banjarbaru berhasil menunjukkan potensi lahan rawa dan menjadikannya sebagai potensi pertanian nasional, Mentan kemudian menetapkan tentang rencana pembukaan atau pemanfaatan (optimalisasi) lahan rawa seluas 1 juta hektar di enam provinsi yaitu  Kalsel, Sumsel,  Lampung, Jambi, Kalteng, dan Sulsel  untuk mendukung  Program Serasi di atas.

 

  

 

Program SERASI, merupakan model pengembangan yang dirakit dalam satu gerakan atau program yang terdiri dari beberapa komponen teknologi yang dikenal dengan Panca Kelola Pertanian Lahan Rawa atau Sistem Usaha Pertanian (SUP) Korporasi Rawa yang digagas untuk membangkitkan lahan rawa. Program Serasi merupakan sintesis dan analisis hasil penelitian, pengkajian dan pengalaman dalam pengelolaan lahan rawa selama ini berikut dengan kendala dan masalah yang dihadapi secara riel.   Program serasi ini dimulai dengan DEMFARM pada 2 lokasi demplot yaitu (1) Desa Tajau Landung dan Keliling Benteng, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dan (2)  Desa Telang rejo, Telang Makmur, dan Telang Jaya, Kabupaten Banyuasin. di Sumstera Selatan. Dalam mendukung program diatas pada tahun 2018 yang lalu telah diadakan survei investigasi dan rancang bangun (SID) daerah irigasi rawa (DIR) yang sudah terbangun jaringan irigasinya di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Lampung dan Sulawesi Selatan sebagaimana telah diberitakan sebelumnya. Rencanan SID tahun 2018 seluas 500 ribu hektar, baru tercapai 200 ribu hektar karena waktu pelaksanaannya pada penghujung tahun 2018.

 

 

 

Rencana SID tahun 2019 akan segera dilaksanakan dengan melibat para peneliti lingkup BBSDLP dan konsultan untuk melakukan survei hidrologi, jaringan tata air, biofisik lahan, topografi dan tutupan lahan serta landscape secara rinci. Selain rancang bangun sebagai out put akhir, juga disusun rencana anggaran biaya (RAB) untuk penyiapan tanggul, saluran, prasarana dan sarana pertanian lainnya. Hal yang tidak kalah penting  adalah menyiapkan petani untuk menerima inovasi teknologi yang sedang diintroduksikan.Hal ini tentu tidak semudah membalik telapak tangan, karena petani sudah lama terkondisi dengan sistem pertanian tradisional yang dari generasi ke generasi turun temurun. Masalah sosial budaya memang lebih rumit dari apda masalah teknis karena butuh kesadaran dan perubahan mindset. Program Serasi memerlukan kepedulian dan kerjasama semua pihak baik pemerintah sebagai inisiator maupun masyarakat yang menjadi target sasaran. Semoga Rawa Bisa, Rawa Jaya, Rawa Sejahtera. Aamiin.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)