JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pesan Kepala Badan Litbang yang Baru

WORKSHOP PROGRAM SERASI

Pesan Kepala Badan Litbang yang Baru

 

 

“Pengembangan Lahan Rawa sekarang bukan lagi coba-coba” demikian salah satu pesan yang disampaikan Kepala Badan Litbang Pertanian yang baru, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. pada kesempatan pembukaan Workshop Dukungan Penelitian dan Pengembangan terhadap Program Serasi (Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani) di Kantor Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian pada tanggal 8 Pebruari yang lalu. Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Fadjry Djufry yang dilantik pada tanggal 4 Februari 2019 lalu menggantikan Dr. M. Syakir, MS. yang habis masa jabatan strukturalnya.

 

Workshop yang dihadiri sekitar 50 peserta antara lain para peneliti, penyuluh dan para pejabat struktural Badan Litbang Pertanian. Khadir  dalam Workshop diatas antara lain Stah Ahli Menteri (SAM) bidang infrastruktur pertanian, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr.; Sekretaris Badan Litbang, Dr. Ir. Prama Yufdhy, M.Sc.; Kepala (Plt) Balai Besar Pengkajian Teknologi Pertanian (BBP2TP), Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA; Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA), Ir. Hendri Sosiawan, CESA; Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan, Dr. Ir. M. Yasin, M.S.; Kepala BPTP Sumatera Selatan, Ir. Amir Pohan, M.Si; dan para Profesor Riset antara lain Prof. Made Oka Adhyana, Prof. Suwandi,  Prof. Dr. Irsal Las, dan pakar rawa Dr. Trip Alihamsyah, Dr. Mamat HS, Ir.  Sofyan Ritung, Dr. Nono Sutrisno, Dr. Aidi Noor  dan lainnya.

 

Dalam kesempatan  diatas, Kepala Badan Litbang Pertanian yang juga banyak mengetahui tentang lahan rawa karena pernah bertugas di BPTP Kalimantan Selatan selama 4 tahun mengatakan bahwa beda lokasi atau daerah, beda masalah. Kalimantan Selatan dikatakan mempunyai karakteristik budaya dan adat yang kuat pada petaninya karena sebagian besar merupakan petani lokal yang tertutup dan pasif, berbeda dengan petani di Sumatera yang sebagian besar adalah petani pendatang yang lebih terbuka dan progresif. Oleh karena itu, maka pembinaan kapasitas petanii dan penguatan kelembagaan menjadi utama. Dalam Workshop diatas diskusi berjalan dengan lancar dan positif.  Dalam pesannya Kepala Badan juga menyatakan bahwa Program Serasi ini merupakan pertaruhan Kementerian Pertanian, dan teknologi rawa yang diimplementasikan menjadi pertaruhan Badan Litbang. Sejarah panjang pengembangan rawa selama ini memang tidak selalu menyenangkan. Namun demikian, dengan mengambil beberapa contoh keberhasilan di beberapa lokasi baik di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, bahkan Papua, maka mari kita kuatkan upaya, dismaping doa dengan sungguh-sungguh.  

Semoga Rawa Bisa, Rawa Jaya, Rawa Sejahtera. Aamiin.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)