JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PERTEMUAN PERDANA

PERTEMUAN PERDANA

KEPALA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

 

 

Selasa, 19 Pebruari 2019, bertempat di Aula Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kalimantan Selatan, digelar pertemuan antara karyawan karyawati Balittra dan BPTP Balitbangtan Kalsel dengan Kepala Badan Litbang Pertanian yang baru dilantik Bapak Dr.Ir. Fadjri Djufry, M.Si. Bapak Kepala BPTP Kalimantan Selatan, selaku pemandu acara mengawali dengan ucapan selamat datang di Kalimantan Selatan, dimana Kabadan sudah sangat familiar dengan daerah ini, karena beliau juga pernah menjadi ASN di BPTP Kalsel ini. Pemandu acara juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan untuk dapat bertatap muka dengan karyawan/ti untuk unit kerja BPTP Kalsel dan Balittra, serta meminta arahan kepada Kepala Badan Litbang dalam pengembanan tugas selaku ASN di lingkup Badan Litbang Pertanian. Mengawali arahannya, Kabadan merasa bersyukur dapat bertatap muka dengan ASN yang ada di BPTP Kalsel dan Balittra, karena ini merupakan awal pertama kalinya beliau mengunjungi BPTP Kalsel setelah beliau memangku jabatan baru sebagai kepala badan. Dalam arahannya, sebagai Kabadan Litbang, beliau mengatakan akan memulai pembenahan dari dalam (internal) lingkup Badan Litbang itu sendiri, diantaranya :

 

1.   Masalah ijin belajar. Aparat yang mempunyai keinginan untuk melaksanakan ijin belajar perlu diperhatikan, khususnya untuk Surat Keputusan tentang pengaktifan dia kembali setelah melaksanakan ijin belajar. Seseorang yang melaksanakan ijin belajar ini, sangat membantu pemerintah dikarenakan berani mengeluarkan biaya sendiri.

 

2. Masalah administrasi surat menyurat.  Surat menyurat direncanakan menggunakan system android, dimana kita dapat memantau sampai dimana keberadaan surat/berkas yang kita kirimkan. Dengan system tersebut, diharapkan semua surat/berkas yang kita kirim akan lebih cepat ditindak lanjuti. Seperti untuk kenaikan pangkat, kenaikan jenjang fungsional, maupun SK Pengaktifan untuk bekerja kembali.

 

3.   Perka LIPI yang baru, kalau itu diberlakukan Badan Litbang Pertanian  akan banyak kehilangan karyawan karena harus memasuki masa pensiun. Menurut beliau, perka LIPI itu perlu dibahas bersama lagi. 

 

4.  Masalah lain yang juga perlu menjadi perhatian adalah keberadaan unit unit kerja di bawah Badan Litbang . Unit unit kerja di Badan Litbang harus bersatu padu mengangkat bendera Badan Litbang, tidak boleh menampilkan unit kerja masing masing. Semua karyawan di lingkup Badan Litbang, diharapkan menguasai atau paling tidak mengenal  system  Informasi Teknolgi (IT) yang diterapkan Badan Litbang, karena semua data data karyawan berbasis system IT, seperti E personal, E peneliti, pengisian SKP,  maupun pengisian logbook yang harus dilaksanakan/diisi setiap hari.

 

Pada pertemuan tersebut, dibuka juga sesi diskusi, dimana semua penanya puas dengan jawaban yang diberikan oleh Kabadan Litbang tersebut.  Pertemuan diakhiri dengan foto bersama. (Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )