JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Meningkat Kapasitas Peneliti dan Teknisi sebagai Tenaga Pendamping Petani

BIMTEK#SERASI

Meningkat Kapasitas Peneliti dan Teknisi sebagai Tenaga Pendamping Petani

 

 

 

Pengembangan lahan rawa melalui Program #Serasi menuntut tidak saja pada aspek teknis, tetapi juga pada sumber daya manusia pendamping. Introduksi teknologi tidak akan berhasil tanpa pendampingan atau penyuluhan yang intens terhadap petani, apabila petani rawa sudah mainded dengan adat kebiasaannya yang diwariskan dari genegerasi ke generasi. Dalam rangka pembekalan terhadap peneliti dan teknisi yang akan mendampingi petani dalam Progran #Serasi nantinya, maka diadakan bimbingan teknis (Bimtek) oleh Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) dari tanggal 18 sampai 21 Februari 2019 di Banjarmasin. Bimtek dibuka lansung oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. didampingi oleh Kepala (Plt) BBSDLP Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA. Dihadiri sekitar 50 orang peserta dari berbagai Kabupaten di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA) mengirimkan tenaga peneliti dan teknisi sebanyak 5 orang.

 

 

 

Dalam Bimtek diatas dihadirkan nara sumber dari berbagai bidang mewakili Balai-balai yang menjadi tugas dan fungsi lembaganya antara lain BBSDLP sendiri, BALITTRA, Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi), Balai Penelitian Tanam Hortikultura (Balithor), Balai Peneliian Ternak (Balitnak), Balai Penelitian Tanah, Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Balai Besar Penelitian Mekanisasi Pertanian (BB Mektan), dan Balai Besar Penelitian Pasca Panen, BB Pengkajian Teknologi Pertanian dan Pusat Penelitian Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP). Selain itu dikhadirkan juga tenaga atau pakar Pengembangan Pertanian Lahan Rawa yang menceritakan pengalamannya dalam penelitian dan pengembangan lahan rawa masa-masa pada Proyek SWAMPS dan ISDP, SUP Sumatera Selatan sekitar tahun 1980-1990an yaitu Dr. Eko Ananto dan Dr. Trip Alihamsyah. Materi yang disampaikan dalam bimtek meliputi aspek hidrologi, tipologi lahan dan jenis-jenis tanah rawa, potensi dan kendala pengembangannya untuk pengembangan pertanian , budidaya padi, budidaya ikan, budidya itik, pengelolaan mekanisasi, pasca panen, kelembagaan petani dan pendukung serta aspek lainnya terkait dengan lahan rawa. Selain pemberian materi di ruang kelas, juga diadakan kunjungan lapang ke Desa SImpang Jaya, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala dan Karang Bunga (Terantang), Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

 

 

Dalam arahannya Kepala Badan Litbang Pertanian menyatakan bahwa tujuan dari pengembangan lahan rawa ini harus dapat dilihat dari berbagai persepktif antara lain peningkatan intensitas tanam, produktivias lahan, integrasi tanaman dan ternak itik, integrasi tanaman dengan ikan. Keberhasilan dalam Program #Serasi ini harus menunjukkan tidak saja berupa diperolehnya output dalam bentuk produksi, tetapi juga outcome dalam bentuk pendapatan dan kesejahteraan petani. Program Serasi juga dinyatakan sebagai pekerjaan besar dan harus benar-benar berhasil. Oleh karena itu menuntut keseriusan, demikian diungkapkan Kepala Badan.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)