JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mengawinkan Kearifan Lokal dengan Inovasi Teknologi Modern

 RAKOR #SERASI

Mengawinkan Kearifan Lokal dengan Inovasi Teknologi Modern

 

 

“Pengembangan lahan rawa harus mengapresiasi kearifan lokal, sehingga paket teknologi yang diintroduksi sebagai perkawinan antara kearfan lokal dengan teknologi modern dapat berkelanjutan, tidak ditinggal petani setelah program selesai yang waktuya hanya 3 tahun” demikian salah satu pesan yang disampaikan Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. pada acara Rapat Koordinasi Program Serasi, tanggal 19 Februari 2019 di Banjarmasin.

 

 

 

 

Rakor dihadiri sekitar 65 peserta antara lain para Dirjen Tanaman Pangan, Direjen Prasarana dan Sarana (PSP) dan Staf Ahli Menteri (SAM), Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr; Advisor Serasi, Prof. Dr. Ir. M. Syakir, MS. Penanggung Jawab Kegiatan Pusat, Kegiatan Demfarm, Kepala dan Staf Dinas Provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan, Kepala Dinas dan Staf Kabupaten Kalimantan Selatan dan Sumateraa Selatan, dan peneliti dan penyuluh berbagai lembaga Litbang Pertanian, khususnya Balai Komoditas dan BPTP yang terlibat, penyuluh dan para pejabat struktural Badan Litbang Pertanian, Kepala Balai lingkup BBSDLP. Rapat dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, MS. Didampingi oleh Kepala Balai Besar Pengkajian Teknologi Pertanian (BBP2TP) merangkap sebagai Pejabat Pelaksana (PLT) Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP). Dalam kesempatan diatas Kepala Badan Litbang. Program Serasi dalam dukungan Badan Litbang berupa Demfarm, Superimpose. dan Pendampingan.

 

  

 

Pendampingan selain dalam bentuk Bimbingan Teknis di kelas juga dilakukan di lapangan, khususnya oleh BPTP setempat (Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan untuk tahun 2019 ini). Jadi dalam Pogram Serasi seluas 500.000 hektar, diantaranya 1000 hektar Demplot yang menjadi menjadi model Serasi. Apabila di Kalimantan Selatan terdapat 250,000 hektar, Superimpose dan memperkuat Denmfarm. Pendampingan untuk semua lokasi yang ada 12 lokasi, 6 Kabupaten di Kalimantan Selatan dan 3 Kabupaten di Sumatera Selatan. Biaya untuk infrastrurtur, sarana produksi, alsintan diberikan dari Pusat Dirjen PSP dan/atau Dirjen TP. Sedangkan biaya operasional dan bahan bakar makanan dianggarkan Pemerintah Daerah (Dinas Pertanian).

 

  

 

Rakor menetapkan untuk melakukan sinkronisasi ulang antara site (lokasi) yang ditetapkan oleh Tim SID (Badan Litbang Pertanian) dengan daftar petani yang sudah masuk dalam CPCL (Dirjen Tanman Pangan). Perlu disusunnya profil setiap lokasi yang menjadi tempat program Serasi. Sinkronisasi bantuan yang diterima petani dengan masing-masing karakteristik lahan diperlukan. Dalam tindak lanjutnya akan dibentuk Tim Kecil yang segera melakukan percepatan kegiatan.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)