JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Serius Menjadi Lumbung Pangan Nasional

Panen Padi Program SERASI, Bukti Kalimantan Selatan

 Serius Menjadi Lumbung Pangan Nasional

 

 

 

 Program SERASI (SElamatkan RAwa Sejahterakan petanI) bertujuan untuk peningkatan produktivitas dan produksi guna peningkatan kesejahteraan petani dengan tetap memperhatikan fungsi pelestarian lingkungan. Dengan sasaran peningkatan indeks pertanaman (IP), Produktivitas Pertanaman Padi di lahan rawa pasang surut / lebak. Pada Tahun 2018 telah dilaksanakan Pilot Project SERASI 2018 di Provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. Implementasi program SERASI 2019 di Kalimantan Selatan sebanyak 250.000 Ha, yang tersebar di 6 (enam) kabupaten diantaranya adalah Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Tanah Laut, Banjar, dan Barito Kuala.

Keadaan pertanaman padi di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan dan juga Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, pada Tahun 2018 memiliki Luas panen padi sebesar 584.174 ha, dengan produksi sebesar 421.055 ton dengan rata-rata produksi 41,44 ku/ha. Sedangkan perkiraan luas panen padi Provinsi Kalimantan Selatan pada Januari - April 2019 sebesar 108.166 ha dengan perkiraan produksi sebesar 517.682 ton.

Senin, 25 Februari 2019 Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman bersama dengan Dirjend Sarana dan Prasarana Pertanian Dr. Sarwo Edhy dan juga Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufri, menghadiri acara panen jagung di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabuatan Tanah Laut. Kemudian diteruskan ke lokasi panen padi unggul program SERASI di Desa Tambak Sarinah, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Sebagai Tuan Rumah Gubernur Kalimantan Selatan, Bupati Tanah Laut, Pangdam VI Mulawarman, , Kapolres, Ketua DPRD, beserta jajaran pejabat di lingkup SKPD Kabupaten Tanah Laut maupun Propinsi Kalimantan Selatan.

Dalam jumpa pers sesaat setelah panen jagung, Menteri Pertanian mengatakan bahwa Indonesia melalui Kementerian Pertanian tidak main-main dalam hal menuju lumbung pangan. Dahulu desa tajau pecah ini hanya ada sawit. Sekarang jagung pun bisa tumbuh diantara sawit-sawit. Harga sudah bagus ada dikisaran 2500-2900 rupiah/kg untuk tongkol basah, 3000-3500 rupiah/kg untuk pipil basah dan 4200 rupiah/kg untuk pipilan kering. Integrasi antara sawit dengan jagung ternyata berhasil. Kalau dahulu orang hanya panen rumput diantara sawit, sekarang panen jagung diantara sawit. Inilah yang mengantarkan Indonesia mampu ekspor jagung ke Negara lain 380 ribu ton. Dahulu kita impor 3 juta ton jagung, sekarang turun menjadi 180 ribu ton. Artinya apa kesejahteraan petani jagung dapat meningkat. Mengingat keterbatasan waktu, maka rombongan Menteri Pertanian pun menuju lokasi berikutnya yaitu Desa Tambak Sarinah yang merupakan lokasi panen padi unggul program SERASI. Setelah melakukan panen secara simbolis, terlihat panen dilanjutkan dengan menggunakan Combine Harvester yang mampu mempercepat proses panen padi yang semula dilakukan beberapa hari, sekarang dapat dilakukan hanya sehari atau beberapa jam saja tergantung luasan lahan yang akan dipanen. Pada panen kali ini, benih yang yang ditanam adalah Ciherang (unggul), dan Siam banjar (lokal) dalam satu tahun (potensi hasil sekitar 4 ton/ha) dengan sistem tanam Sawit Dupa. Sistem ini adalah SAtu kali mewiWIT (semai) DUa kali PAnen merupakan upaya meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari IP100 menjadi IP180, dengan pola tanam : Oktober-Pebruari penanaman padi unggul 80 persen dari area sawah, 20% nya digunakan untuk pembibitan padi lokal, Pebruari – Juni penanaman padi lokal. Selanjutnya Menteri Amran juga menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian melalui Balitbangtan telah memiliki benih padi rawa yang cocok untuk Pasang surut yaitu Inpara 2 dan Inpara 3 yang memiliki potensi hasil kisaran 6.08 ton/ha Inpara 2 dan 5,6 ton/ha untuk Inpara 3.

Pesan Putra Bugis ini sebelum menutup acara adalah “Mari kita bangunkan lahan tidur dan petani tidur disini, jangan biarkan petani terkena matahari di rumah. Jadi ibu-ibu kalau sudah jam 5 pagi setelah sholat subuh bagi yang muslim, bapak-bapak petani harus diusir dari rumah untuk pergi ke sawah dan baru boleh pulang diatas jam 6 malam”. Disambut dengan gelak tawa masyarakat Tambak Sarinah. Selain itu ada beberapa penyerahan bantuan benih dari Balittra dan juga saprodi lainnya dari berbagai vendor. RAWA PASTI BISA.(Vika Mayasari, ST.  vikamaya.balittra@gmail.com).