JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Menjawab Pertanian Masa Depan

PENYUSUNAN MATRIKS RPTP 2020-2024

"Menjawab Pertanian Masa Depan"

 

 

Perjalanan kegiatan penelitian lima tahun (2014-2019) akan berakhir pada tahun 2019 dengan demkian maka dituntut untuk diperolehnya output akhir sebagai hasil perjalanan lima tahun pada tahun 2019 ini. Tim Program bersama dengan Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Ir. Hendri Sosiawan CESA dan perangkat struktural serta peneliti senior mengadakan rapat khusus untuk penyusunan matriks kegiatan penelitian lima tahun kedepan 2020-2024 beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Selasa, 12 Maret 2019 di Ruang Rapat I Balittra. Dalam arahannya Kepala Balittra menekankan pentingnya mengapresissi perkembangan kondisi dan situasi pertanian sekarang antara lain masuknya era industrial 4.0 (four point zero).

 

Pada rapat sebelumnya telah dilakukan tinjau ulang tentang basis yang digunakan dalam penyusunan RPTP (Rencana Penelitian Tim Peneliti). Dalam tahun-tahun sebelumnya RPTP disusun berdasarkan agroekosistem rawa, sehingga RPTP terbagi dalam RPTP lahan gambut, lahan sulfat amsam, lahan lebak. Dalam 5 tahun ke depan (2020-2024) telah disepakati bahwa RPTP disusun berdasarkan bidang masalah sehingga RPTP terbagi dalam RPTP pengelolaan air, pengelolaan hara, dan remediasi lahan. Selain kebijakan diatas, juga telah disepakati setelah diskusi panjang bahwa penelitian ke depan difokuskan pada lahan salin dan lahan rawa (sulfat masam dan/atau lahan gambut) terdegradasi. Masalah yang diangkat dalam penelitian ke depan meliputi perbaikan kualitas air melalui teknik penyaringan (filterisasi), penggunaan biocart ber-bahan-bahan limbah antara lain cangkang kelapa sawit, tempurung kelapa, jerami, dan sekam, dan teknik pengaturan pntu air; DSS (Decision Support System) pemupukan padi dan jagung yang lebiih sempurna selain menyajikan data tabuler juga spasial; remediasi lahan salin dan sulfat masam terdegradasi melalui penggunaan mikroba.

 

Dalam arahannya Kepala Balittra mengingat tentang Program Serasi yang diperkirakan tahun 2019 ini masih menyisakan masalah sehingga pada tahun 2020 dan seterusnya masih perlu penyelesaian. Program SERASI, merupakan model pengembangan yang dirakit dalam satu gerakan atau program tahun 2018 dilanjutkan 2019 ini yang terdiri dari beberapa komponen teknologi yang dikenal dengan Panca Kelola Pertanian Lahan Rawa. Program serasi ini dimulai dengan DEMFARM pada 2 lokasi demplot yaitu (1) Desa Tajau Landung dan Keliling Benteng, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dan (2) Desa Telang Rejo, Telang Makmur, dan Telang Jaya, Kabupaten Banyuasin. di Sumatera Selatan yang membutuhkan pendampingan dari peneliti. Program Serasi memerlukan kepedulian dan kerjasama semua pihak baik pemerintah sebagai inisiator maupun masyarakat yang menjadi target sasaran.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad Noor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)