JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Petani Desa Matang Danau Mengadopsi IP 200

PENELITIAN RAWA DAERAH PERBATASAN KABUPATEN SAMBAS, KALBAR

Petani Desa Matang Danau Mengadopsi IP 200

 

 

 

Memajukan pertanian di daerah perbatasan merupakan target dari Kementerian Pertanian sejak tahun 2015. Kabupaten Sambas adalah salah satu daerah perbatasan berpotensi sebagai lumbung pangan ekspor ke Malaysia-Serawak sebagai negara tetangga terdekat, Wilayah perbatasan negara pada Kab. Sambas untuk pengembangan pertanian tanaman pangan dapat dibagi atas 2 Lini, yaitu Lini I terdiri dari 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Sajingan Besar dengan luas baku sawah 1.579 ha (lahan tersebar) dan Kecamatan Paloh 4.397 ha (lahan hamparan berupa tadah hujan)—total baku sawah 5.976 ha. Kedua kecamatan diatas berbatasan langsung dengan Malaysia . Lini II terdiri 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Tebas seluas 6.730 ha dan Kecamatan Semparuk seluas 4.180 ha yang berada di belakang agak lebih jauh.

 

Upaya pengembangan daerah perbatasan Kabupaten Sambas ini sudah dimulai sejak tahun 2016. Kegiatan yang sedang berlangsung anggaran tahun 2019 ini merupakan kegiatan diseminasi (RDHP) yang diberi judul “Implementasi Model Teknologi Inovasi Pertanian Lahan Rawa Swasembada Pangan Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat - Malaysia”. Keadaan Wilayah Perbatasan mulai berkembang berkat berkat dibangunnya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Biawak yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 17 Maret 2017 lalu sehingga membuka jalur ekspor beras yang lebih luas lagi, tidak tergantung hanya ke Serawak. Selain itu, dalam jangka panjang juga perlu dibangun kawasan pelabuhan samudra ekspor beras dan hasil pertanian lainnya, seperti jeruk, lada, dan hasil perikanan) tepatnya desa Temajuk, Kecamatan Paloh.

 

 

 

Dalam rangka memacu perkembangan pertanian di Kecamatan Paloh ini telah diadakan disemiansi (demfarm) seluas 50 hektar di Desa Matang Danau memasuki tahun ke 2. Dalam kesempatan, tim peneliti, im monitoring bersama penulis yang terdiri dari Dr. M.Alwi, Dr. Mukhlis, Dr. Maulia Aries Susanti, Ir. M. Saleh, MS, dan Ir. R. Smith SImatupang, MP berkunjung langsung ke lokasi Desa Matang Danau berangkat dari Banjarbaru tanggal 2 dan kembali ke Banjarbaru dari Sambas, Kalimantan Barat pada tanggal 5 Juli 2019 yang lalu. Dalam kegiatan diatas diadakan pertemuan dengan petugas dataser dan petani kooperator di lokasi Desa Matang Danau, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Kalbar. Kondisi padi diperkirakan 7-10 hari lagi akan panen. Varietas padi yang ditanam adalah Inpara 3, Inpari 14, Inpari 34, dan Cilosari dalam kondisi pertumbuhan sangat baik diperkirakan mencapai hasil provitas 4-6 t GKG/ha. Berdiskusi dengan petani berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi dan perkiraan manfaat/dampak penelitian/demplot menurut persepsi petani.

 

Kesimpulan yang dapat dikemukakan adalanya kemajuan dari petani di Desa Matang Danau dari hanya tanam sekali setahun (IP 100) mulai menerapkan untuk tanam dua kali setahun (IP 200) setelah diadakan penelitian demfarm di Desa Matang Danau. Beberapa permasalahan yang dikemukakan oleh Ketua Gapoktan adalah minimnya perhatian dari pemerintah selama ini sehingga petani kurang bersemangat dalam melaksanakan usaha taninya. Petani khususnya para pria lebih memilih keluar desa untuk mencri pekerjaan lain bahkan sampai ke Malaysia, tinggal para wanita yang bekerja di sawah-sawah. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Oleh karena, memajukan dan membangkitkan kegiatan pertanian di wilayah perbatasan ini menjadi penting dan perlu untuk peningkatan kesejahteraan penduduk di sekitar perbatasan.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad N oor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)