Dukungan Teknologi Menuju Lumbung Pangan Duni 2025

BUKU BARU BALITTRA SUMBER DAYA LAHAN RAWA

Dukungan Teknologi Menuju Lumbung Pangan Duni 2025

 

 

 

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA) kembali meluncurkan buku baru sebagai buku pertama di tahun 2019 yang berjudul SUMBER DAYA LAHAN RAWA: Dukungan Teknologi Menuju Lumbung Pangan Dunia Tahun 2015. Pemerintah era sekarang telah menargetkan perluasan pemanfaatan melalui program optimalisasi dan percetakan sawah lahan rawa sekitar 1 juta hektar melalui Program #Serasi (Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani) untuk mendukung terwujudnya Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045 pada saat 100 tahun Indonesia Merdeka.

 

Menurut catatan sejarah, rawa di Indonesia mulai dikembangkan sejak tahun 1920an sebagai areal usaha tani padi, jagung, sayuran, dan perkebunan seperti karet, kakao, jeruk dan lainnya. Sejak diintroduksinya Program Bimas, Inmas, Insus sejak tahun 1969 yang masif di Jawa dan beberapa daerah lainnya di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Lahan rawa seolah-olah tertingggal, karena dilaporkan sekarang hampir 90% masih menerapkan tanam sekali setahun (IP 100) dengan sistem bertani yang masih tradisonal. Mengingat tidak semua proyek pembukaan atau pengembangan daerah rawa berhasil dengan baik, juga program intensifikasi yang masih setengah hati, maka menarik untuk mempelajari dan mendalami tentang pertanian secara menyeluruh di lahan rawa ini, terutama terkait dengan inovasi teknologi untuk mendukung pengembangan pertanian.

 

Buku Bunga Rampai yang diberi judul SUMBER DAYA LAHAN RAWA Dukungan Teknologi Menuju Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045 menyajikan serangkaian inovasi teknologi pengelolaan lahan dan budidaya pertanian di lahan rawa, termasuk aspek sosial ekonomi dan kelembagaannya, disusun dalam 5 (lima) bab utama. Bab 1 sebagai pendahuluan mengemukakan sekilas tentang kebutuhan dan peran inovasi teknologi pertanian di lahan rawa pada masa datang untuk mendukung pencapaian target dalam mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia (LPD) pada tahun 2045. Bab II tentang Pengelolaan Air dan Lahan yang mengemukakan teknologi dan aspek-aspek perbaikan dan peningkatan kualitas lahan dan air sehingga dapat mendukung upaya peningkatan produktivitas lahan dan tanaman. Bab III tentang Peningkatan Produktivitas Lahan yang mengemukakan tentang aspek aspek dan inovasi teknologi peningkatan produktivitas lahan dan lingkungan hidup sehingga dapat terciptanya teknologi yang ramah lingkungan. Bab IV tentang Peningkatan Produktivitas Komoditas mengemukakan aspek-aspek inovasi teknologi budidaya pada berbagai komoditas sehingga peran lahan rawa lebih nyata dalam mendukung upaya peningkatan produksi pangan seperti padi, jagung, hortikultura, kelapa sawit, dan ternak sapi. Bab V adalah Penutup yang mensintesiskan secara keseluruhan tulisan dalam bab-bab seebelumnya dalam perspektif masalah pangan dan pencapaian peningkatan produksi hingga terwujudnya LPD tahun 2045.

 

Buku Bunga Rampai BALITTRA yang diterbitkan oleh IAARD Press bekerjasama dalam Rajawali Pers ini dapat menjadi acuan atau sumber pengetahuan dalam penyusunan paket teknologi pengelolaan lahan rawa mendukung Program #Serasi. Buku ini tersedia di Perpustakaan BALITTRA Jalan Kebun Karet, Loktabat Utara, Banjarbaru (Kode Pos 70712), Anda bisa mendapatkannya gratis selama masih ada persediaan. Selamat membaca dan belajar lebih banyak lagi tentang lahan rawa sebagai lahan pertanian masa depan.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad N oor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)