JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jumpa Pertama....

KUNJUNGAN PERTAMA KEPALA BBSDLP BARU

Membuka FGD Sosialisasi Juknis SERASI di Banjarbaru

 

 

 

Pergantian Pimpinan di Badan Litbang Pertanian terkesan sering mendadak, termasuk di Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) tepatnya pada beberapa hari yang lalu berlangsung pergantian pimpinan di BBSDLP dari Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr yang menjabat sejak tahun 2016 digantikan oleh  Husnain, SP, M.Sc. PhD yang sebelumnya menjabat Kepala Balai Penelitian Tanah (Balit Tanah). Selama ini bahkan sejak masih sebagai Pusat Penelitia Tanah jabatan kepala dipegang oleh kaum pria, sehingga baru kali ini, pada era melineal 2019 ini Kepala BBSDLP dijabat oleh kaum wanita. Sedangkan Prof Dr. Dedi Nursyamsi selepas dari Kepala BBSDLP menjadi Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Infrastruktur Pertanian. Namun kemudian dalam hitungan bulan diangkat untuk menduduki jabatan Kepada Balai Besar Pembinaan Sumber Daya Manusia Pertanian (BBSDMP).

 

Kekhadiran Kepala BBSDLP yang baru, Ibu Husnain, SP, M.Sc. PhD kalam kesempatan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Juknis #Serasi menjadi kunjungan pertama sejak menjabat Kepada BBSDLP. Kegiatan FGD Sosialisasi Juknis #Serasi berlangsung  dua hari dari tanggal 2 dani 3 Agustus di Aula Balai penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA) Banjarbaru dikhadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari tenaga peneliti dan litkayasa sebagai tenaga dataser.  Dalam pesannya Kepala BBSDLP, Ibu Husnain menekankan pentingnya keberhasilan Program #Serasi yang sudah melkaukan kegiatannya di lapangan. Seperti diketahui Kalimanan Sleatan dan Sumatera Selatan menjadi dua lokasi demplot #Serasi yang digadang-gadang harus berhasil. Dalam konteks Serasi, maka tidak ada lagi istilah try and error, perlu dirubah menjadi try and succces, demikian pernyataan yang mestnya sebagai arahan pertama dari Kepada BBSDLP yang baru untuk para peneliti BBSDLP dalam menjalankan pelaksanaan Program #Serasi yang menjadi anadalan bagi Badan Litbang. Program #Serasi sebagaimana dikatakan Kepala Badan di tempat yang sama beberapa bulan yang lalu dalam kegiatan Rakor #Serasi menyatakan bahwa implementasi inovasi teknologi yang dinisiasi pada kegiatan #Serasi bukan lagi teknologi coba-coba atau penelitian, tetapi inovasi teknologi yang sudah teruji berhasil sebagai aplikasi lapang dari teknologi pada skala hamparan bukan lagi skala rumah kaca atau percobaan lapang.

 

Dalam sambutan pembukaan Sosialisasi Juknis #Serasi diatas, Kepala BBSDLP mengemukakan bahwa terdapat perbedaan dalam pelaksanaan  demplot #Serasi yang berloaksi di Sumatera Selatan dengan yang di Kalimantan Selatan. Di Sumsel, lahan rawa yang dijadikan lokasi adalah lahan dan petani yang sudah relatif mapan sehingga memerlukan sentuhan yang tidak banyak, sedangkan di Kalsel kondisi lahan rawa yang menjadi lokasi merupakan  lahan yang sudah lama tidur dan karakter budaya petani yang masih kuat memegang tradisi tanam sekali setahun dan kental dengan sistem budidaya “tanam buang” sehingga tepat kalau diisitilahkan dengan membangunkan “raksasa tidur”, sebuah tugas yang cukup berat. Ditambahkan juga dalam arahannya  bahwa keberhasilan Program #Serasi ini penting karena kegiatan ini merupakan ujung tombak Kementerian Pertanian sehingga menjadi taruhan bagi kementerian pertanian, sebagaimana dikatakan Kepala Badan Litbang Pertanian beberapa waktu lalu. Menteri Pertanian juga dalam beberapa kesempatan mengungkapkan bahwa rawa harus dapat menajdi lumbung pangan nasional sebagai batu loncatan untuk ke depan mendukung harapan dan target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045. Bravo Rawa.(Prof (R). Dr. Ir. Muhammad N oor, MSm_ noor_balittra@yahoo.co.id)