Rabu, 01 Februari 2023
Foto (Kiri-Kanan) Kepala Dinas Pertanian TPH Batola, Bupati Batola, Kepala Balittra dalam acara panen raya jagung hibrida

Bupati Batola Hadiri Panen Raya Jagung Inkubator Bisnis Binaan Balittra di Marabahan

Marabahan (11/08/2020). Siapa yang tak kenal Marabahan? Ibukota Kabupaten Barito Kuala (Batola) ini dikenal sebagai kota “Bahalap” dalam bahasa Dayak Bakumpai berarti “Indah”.  Keindahan kota marabahan ini karena posisi pemukiman nya yang menelusuri sungai Barito, sungai yang lebar panjang dengan transportasi air yang masih terlihat sana sini.  Sungai andalan Kalimantan Selatan ini bermuara kelaut Jawa sehingga sebagian besar wilayah Batola ini memiliki tipologi lahan rawa pasang surut, baik tipe luapan air A, B, C, maupun D.  Komoditas utama yang berkembang di lahan petani adalah padi.  Dukungan pemerintah Barito Kuala ini sangat penting dalam bidang pertanian, karena Batola termasuk salah satu daerah pemasok padi nasional. Namun kali ini yang kana dilaksanakan adalah Panen Jagung Hibrida pada lahan kegiatan Inkubator Bisnis binaan Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra). 

Pemilihan lokasi kegiatan inkubator Bisnis di desa Sido Makmur, kecamatan Marabahan  ini sangat tepat, karena desa ini merupakan sentra produksi jagung, dengan para petani milenealnya  yang terbuka dengan teknologi dan siap untuk maju. Bersama penanggung jawab kegiatan Dr. Mawardi (Peneliti Balittra), mereka mengelola lahan seluas 1 ha.  Lahan kegiatan tergolong Sub Optimal, yang banyak genangan air, bersifat masam dan kahat unsur hara.  Dengan sentuhan teknologi, pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung hibida sangat optimal, dimana tumbuh subur, vigoritas tinggi dan tangkol besar, yang otomatis produksi optimum  akan tercapai.   Hal ini membuka hati petani yang tergabung dalam kelompok tani  untuk melaksanakan panen raya dengan mengundang orang nomor satu di kabupaten ini, dan dayung bersambut, sang Dewi Bupati (Bupatinya seorang wanita) berkenan mengabulkan untuk panen raya bersama petani.

Persiapan Panen Raya disambut meriah oleh warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola. Tampak jalan menuju lokasi panen raya terlihat semarak dan meriah dengan kibaran umbul umbul dan bendera merah putih dikanan kiri jalan, walaupun jalan yang kami lalui agak becek karena belum beraspal.  Kemeriahan tersebut karena adanya tamu istimewa yang akan hadir diantaranya Bupati Batola Hj. Noormiliyani A.S., S.H., Kepala Dinas Pertanian TPH Batola, Ketua DRPD Batola, dan berbagai SKPD Batola seperti : Kodim 105, Polres, PU, Kejari, Statistik, Transmigrasi, Camat, Kepala Desa, serta berbagi instansi lainnya termasuk Balittra. 

Acara panen raya diawali dengan panen tongkol jagung bersama Bupati dan pejabat lainnya, yang diabadikan dengan foto bersama.  Tongkol terihat besar besar, hasil pengamatan perhitungan baris biji, jumlah baris biji berkisar antara 14 – 18 baris/tongkol.  Menurut kepala BPP Marabahan Bapak Sorotu hasil ubinan yang diperoleh  mencapai 13,4 ton/ha glondongan atau jika dikonversikan sebesar 8,5 ton/ha pipilan kering.  Selanjutnya secara simbolis Kepala Dinas Pertanian TPH Batola Batola menyerahkan Hand Sprayer kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Dalam sambutannya Bupati merasa sangat bangga dan bersyukur pada panen jagung hibrida hari ini, karena ini membuktikan bahwa selain tanaman padi, tanaman jagung pakan ternak juga potensial untuk dikembangkan dilahan rawa pasang surut.  Beliau berharap panen ini membawa berkah dan memberikan harapan baru.  Lahan lahan tidur akan menjadi produktif dan produksi dapat ditingkatkan.  Pemerintah Barito Kuala sangat mendukung untuk swasembada pangan.  Satu hal yang perlu dicatat, kabupaten Barito Kuala menjadi “Daerah Kawasan Transmigrasi Nasional”.  Bupati juga berpesan selama pandemi Covid-19 ini, para petani diharapkan selalu menjaga protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker dan cuci tangan.

Kapala Dinas Pertanian TPH Batola Kabupaten Batola Ir. Murniati, M.P bertutur, "Kami tetap akan terus mengembangkan potensi daerah, baik tanaman padi, atau tanaman pangan lainnya, maupun tanaman horti.  Informasi kepala dinas tersebut terbukti dengan pesatnya perkembangan tanaman jagung, khususnya jangung pakan ternak.  Selama kurun waktu tiga tahun terakhir ini, kabupaten Batola dapat menempati urutan ke delapan besar pemasok jagung pakan ternak di Kalimantan Selatan". Selain itu, beliau menyampaikan bahwa misi mereka adalah mengembangkan potensi yang ada, lahan  rawa pasang surut akan digunakan seoptimal mungkin, untuk peningkatan produksi dengan kerjasama dengan dinas dinas atau instansi lainnya. 

Kepala Balitta Dr. Yiyi Sulaeman, S.P, M.Sc selaku Tim dari Inkubator bisnis dalam sambutannya menyampaikan bahwa teknologi teknologi pengelolaan lahan rawa yang dikenal dengan Panca Kelola Lahan Rawa, diantaranya :

a. Kelola air,

b. Kelola lahan,

c. Ameliorasi dan pemupukan, 

d. Varietas dan  metode tanam

e. Pengendalian Organisme Pengganggu tanaman terpadu. 

Langkah kelola air, yang dilaksanakan pada kegiatan ini adalah  pembuatan parit/saluran  yang bertujuan untuk membuang air keluar.  Karena tanaman jagung merupakan tanaman yang tidak tahan terhadap genangan air. Selain itu parit juga berfungsi memasukkan air saat pasang.  Pemberian   fosfat alam (rock fosfat) sangat menguntungkan, karena sifatnya yang lambat larut, akan menjadikan residu bisa bertahan sampai 5 kali tanam.  Teknologi metode tanam dengan sistem zigzag akan menambah jumlah populasi secara otomatis akan meningkatkan hasil.  Selain hal tersebut diatas ada beberapa teknologi mekanisasi yang akan menjadikan pekerjaan lebih mudah, murah dan efisensi diantaranya alat  panen tongkol, alat bumbun sekaligus pengendali gulma dan alat pipil tongkol.

Sebelum acara diakhiri, digelar acara  sambungrasa yaitu acara yang diisi dengan tanya jawab dan sangat menarik. Ada beberapa pertanyaan, harapan dan keinginan petani , diantaranya : keinginan mereka untuk memiliki alat panen tongkol, alat bumbun yang mereka sangat perlukan untuk mengefisenkan tenaga kerja, selain itu mereka juga berharap adanya lantai jemur untuk proses pengerigan tongkol, ada yang berharap untuk dikembangkannya ternak itik dan kolam ikan didesa meraka dan ada yang berharap kemudahan pemenuhan pupuk tanaman serta berharap agar jalan desa sebagai alat transportasi dapat di perbaiki. 

Harapan tersebut insyaallah akan nyata dan dirasakan seiring dengan meningkatkannya hasil, meningkatnya pendapatan petani, meningkatnya kesejahteraan petani dan tidak ada lahan tidur, dan tidak ada lahan yang tidak produktif.   

Acarapun  diakhiri dengan doa, dan kembali semua perserta panen raya berangsur angsur untuk meninggalkan desa Sidomakmur untuk berkarya sesuai fungsi kembali. Dan ini bukti karya nyata di masa pandemi Covid-19, petanipun tetap berkarya untuk tetap menjaga kestabilan pangan.  Pekerjaan bertani memang mulia. (M. Saleh).

#RawaBisa, #PetaniSejahtera, #IniMarabahan, #JagungRawa 

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN
Agro
Institusi Litbang