Senin, 14 Jun 2021

Balittra Bina Petani Desa Terusan untuk Peningkatan Produksi Padi

Selasa,  26 Mei 2021, Tiga buah mobil  dinas instansi Balittra bertolak menuju Desa Terusan, kecamatan Bataguh,  Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah dengan membawa Kepala Balittra beserta delapan para peneliti.  Perjalan ke lokasi tersebut belum terjangkau sepenuhnya melalui jalan darat, sehingga harus menempuh perjalanan sungai, hampir memakan waktu 3 jam untuk sampai kelokasi tersebut dengan transportasi motor boat dengan kecepatan yang cukup tinggi. Para peneliti yang berangkat terbagi dari 2 tim, dengan tugasnya masing masing.  Tim survei tanah dan air serta Tim pengelolaan tanaman.

Dalam pertemuan dengan anggota kelompok tani, yang mempunyai lahan sawah di Ray 29, Kepala Balittra menegaskan bahwa keberadaan Tim Balittra bertujuan untuk membantu petani dalam upaya peningkatan produksi padi, dan ini secara tidak langsung akan berhubungan dengan peningkatan pendapatan petani.          

Sebanyak sembilan orang petani pada Ray 29 dengan total luas tanam 14,0 ha, yang akan menjadi binaan Balittra untuk menerapkan teknologi anjuran agar produksi  dapat ditinggkatkan. 

Dua varietas padi unggul Nasional yaitu Inpari 32 dan Hibrida Sembada dengan dua sistem tanam yaitu tanam pindah dan tanan benih langsung (Tabela) yang mereka peragakan pada lahan seluas 14 ha tersebut.  Menurut peneliti Balittra Dr. Wahida,  dalam pencapaian produksi yang optimum, para petani di bantu dengan sarana dan prasarana pertanian seperti pupuk pestisida, kapur,dan pipa paralon.  Dalam luasan lahan 1 ha, lahan petani akan diberikan asupan 250 kg NPK, 100 kg KCl, 150 kg TSP, 50 kg urea, serta 1,0 kapur.  Untuk kelancaran keluar masuknya air pada lahan sawah mereka, petani juga dibantu dengan pemasangan pipa paralon dengan sistem Elbow.       

Dari hasil pemantauan Tim, lahan sudah terolah dan siap tanam semua, demikian juga dengan persemaian benihnya. 

Salah satu kendala petani dalam pengelolaan pertanaman padi adalah tenaga kerja.  Menurut salah satu petani,  kekurangan tenaga ini disebabkan karena minat generasi muda untuk bertani  sekarang ini sudah menurun, para generasi muda banyak yang memutar arah mencari pekerjaan lain diluar bertani.     

Salah satu sikap masyarakat yang perlu mendapat acungan jempol adalah sistem gotong dalam pelaksanaan penanaman.  ini adalah salah satu langkah untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja, khususnya untuk bertanam.  Sebelum semai benih, mereka membagi waktu semai yang tidak berbarengan, sehingga waktu tanam juga tidak berbarengan.  Semai dan tanam di atur oleh kelompoktani, tidak menentukan waktu semai dan tanam  secara pribadi, sungguh patut ditiru.

Usai pertemuan kelompok, dilaksanakan penyerahan sarana pertanian dari Kepala Balittra kepada Ketua Kelompok Tani.     Menjelang matahari tenggelam Tim Balittra beranjak pulang menuju Kapuas, dengan diiringi deru motor boat yang melaju kencang, sambil menikmati indahnya suasana bulan purnama di tepi sungai (Muhammad Saleh).

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN

Statistik Website

Hari Ini : 794
Kemarin : 899
Minggu Ini : 794
Bulan Ini : 16992
Total : 163222

  • Alamat IP Anda : 3.238.249.157

Sedang Online :

10
Online

Agro
Institusi Litbang