Jumat, 29 Oktober 2021

Antusias Petani Mandastana Pelajari Pengendalian Hama Penyakit dan Tata Kelola Air di Lahan Rawa

#BALITTRA#RAWABISA. Kamis 23 September 2021, bertempat di aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala, para petani dari desa Karang Buah dan Karang Bunga berkumpul untuk mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) pengendalian hama dan penyakit tanaman dan tata kelola air di lahan rawa. Hadir ketua P3A, Ketua Gapoktan Serasi, Koordinator BPP Mandastana dan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Membuka acara, Koordinator BPP Kecamatan Mandastana menyampaikan terima kasih kepada Balittra yang telah mengadakan kegiatan Bimtek. Petani di daerah Mandastana ini, khususnya Desa Karang Bunga dan Desa Karang Buah sudah menerapkan dua kali tanam dalam satu tahun (IP-200). Beliau menyampaikan, lahan sawah di kedua desa tersebut merupakan lahan rawa pasang surut dengan tipe luapan B dan C. Harapannya agar materi bimtek yang disampaikan ini dapat diterapkan oleh para petani.

Materi pertama, disampaikan oleh Prof. Dr. Mukhlis mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu. Dalam paparannya, Prof. Dr. Mukhlis menekankan bahwa pengendalian hama dan penyakit adalah hal yang sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian, karena akan berdampak pada kesehatan tanaman. Tanaman yang sehat akan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap serangan hama dan penyakit. Salah satu cara yang dapat dilakukan, seperti disampaikan Prof. Dr. Mukhlis adalah menggunakan Bakteri Fotosintesis. Bakteri Fotosintersis ini akan bekerja dengan cara menstimulasi kekebalan tanaman sehingga lebih tahan terhadap serangan hama, menstimulasi pertumbuhan akar tanaman, mengurangi penggunaan pupuk hingga 50% sehingga akan menurunkan biaya produksi dan Bakteri Fotosintesis ini akan merangsang pembungaan pada tanaman bunga maupun tanaman buah.Dengan banyaknya manfaat tersebut, tentunya akan membuat tanaman lebih segar dan sehat.

Prof. Dr. Mukhlis juga menyampaikan, pembuatan Bakteri Fotosintesis ini sangat mudah. Dengan bahan yang mudah didapat dan harganya terjangkau, yaitu: kocok 1 butir telur dan tambahkan 1 sendok makan vetsin, lalu aduk hingga merata. Kemudian masukkan larutan telur dan vetsin tersebut ke dalam botol yang sudah diisi dengan air, kemudian kocok hingga larutan merata dan bercampur dengan air. Selanjutnya, letakkan ditempat yang terbuka dan terkena sinar matahari langsung selama 1 sampai 1,5 bulan hingga berubah warna menjadi merah atau hijau gelap. Larutan yang sudah jadi tersebut dapat disemprotkan ke tanaman dengan dosis 5 cc/liter.

Materi kedua yang tidak kalah menarik bagi peserta disampaikan oleh Prof. Dr. M Noor dengan tema pengelolaan air di lahan rawa. Menurut beliau, mengelola air dilakukan dengan menggunakan air secara tepat untuk meningkatkan produksi pertanian. Secara khas untuk lahan pasang surut, pengelolaan air ini bertujuan untuk menyuplai air untuk kebutuhan evapo-transpirasi tanaman, membuang kelebihan air dan mencegah terjadinya elemen toksik seperti pirit dan melindi (leaching).

Petani sangat antusias menyimak kedua materi dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada narasumber sehingga membuat acara bimtek ini menjadi lebih menarik dan interaktif. Harapannya agar petani dapat menerapkan ilmu yang telah dibagikan melalui acara bimtek ini. Di akhir acara, seluruh peserta bimtek melakukan sesi foto bersama. (AF & MAS)

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN
Agro
Institusi Litbang