Rabu, 05 Oktober 2022

Perpendek Umur Padi Lokal, Balittra Dukung Ketahanan Pangan dan Kearifan Lokal Lahan Rawa

#RawaBisa

(Barito Kuala, 10/08/2022) Kepala Balittra Agus Hasbianto, PhD bersama Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola Ir. Murniati dan Koordinator Bidang Perbaikan lahan, Ditjen PSP Kementan Foyya Yusufu Aquino, SP, MSc meninjau demplot kegiatan inovasi teknologi padi lokal yang berada di lokasi kegiatan optimasi lahan rawa. Terletak di Desa Danda Jaya, Kec. Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala, lahan seluas 0,5 Ha menjadi area uji teknologi terhadap 4 jenis padi lokal yaitu Siam Marley, Setara, Mayang dan Madu. Balittra mendampingi Distan TPH Batola melakukan uji Inovasi teknologi yang dapat memperpendek waktu tanam padi varietas lokal. Padi varietas lokal yang  secara luas ditanam oleh petani di lahan rawa memiliki umur yang sangat panjang dari persemaian hingga panen (8 bulan).

Petani umumnya memulai kegiatan menanam padinya pada bulan Januari dan panen pada bulan Agustus.  Melalui pengaturan budidaya dengan menerapkan teknologi budidaya padi unggul (RAISA) terhadap varietas lokal diharapkan dapat mempercepat umur panen dan meningkatkan produksi padi varietas lokal.  Dengan menerapkan teknologi ini diharapkan petani dapat melakukan dua kali pertanaman padi dalam satu tahun dengan varietas lokal dan unggul, demikian disampaikan Ir. Murniati.  Lebih lanjut Ir. Murniati menyampaikan bahwa padi varietas lokal ini telah menjadi kearifan masyarakat dan petani Banjar, harga yang tinggi dan cita rasa yang disukai menjadi alasan kuat bertahannya padi lokal ditanam petani yang luasannya mencapai 70% di Batola.  Maka dengan inovasi teknologi ini petani masih dapat terus menanam padi lokal sekaligus meningkatkan indeks pertanamannya dari 1,00 menjadi 2,00.

Kegiatan ini disambut baik oleh Bapak Foyya yang mengatakan bahwa terobosan teknologi ini menegaskan gagasan tentang pengembangan tanaman padi di lahan rawa dapat inline dengan kearifan lokal petani lahan rawa.  Selanjutnya Kepala Balittra menyampaikan bahwa uji teknologi ini memiliki tiga keuntungan yaitu pertama memangkas waktu tanaman padi lokal dari 8 bulan menjadi  4 bulan, berarti mendukung pemda utk meningkatkan indeks pertanaman. Kedua meningkatkan produksi padi lokal dengan menerapkan teknologi RAISA terutama jarak tanam dan pemupukan untuk padi unggul dan ternyata padi lokal memperlihatkan respons yang baik terhadap pemupukan. Diharapkan produksi tanaman juga meningkat dan akhirnya meningkatkan pendapatan petani. Ketiga, penyediaan benih yang bermutu dapat dilakukan secara partisipatif sehingga memberikan peluang bagi petani sebagai penangkar dan menjag kualitas dan ketersediaan benih bagi petani setempat. (MA)

#PertanianMajuMandiriModern
#Balittra

Facebook TwitterGoogle BookmarksLinkedin

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

Statistik Website

Hari Ini: 1514
Kemarin: 1910
Minggu ini: 5424
Bulan Ini: 8271
Total: 322562

Visitor Info

  • IP: 3.235.65.220

Sedang Online

24
Online

05-10-2022
KAN
Agro
Institusi Litbang