Rabu, 05 Oktober 2022

Balittra Dampingi Petani Lokasi FE Dadahup Persiapan Tanam Padi

#RawaBisa

Tim Balittra dampingi petani di lokasi Food Estate (FE) Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas yang menyampaikan keinginan dan semangat untuk tanam padi pada musim tanam Oktober 2022-Maret 2023. Keinginan petani tersebut disampaikan kepada Kementerian Pertanian dan direspon langsung oleh Kementan yang diawali dengan FGD yang dipandu oleh Ditjen PSP.

Sebagai tindak lanjut dari FGD telah dilakukan survey oleh Tim Balittra bersama BPP Dadahup dan diikuti diskusi “Persiapan Penanaman Padi” tanggal 13 September 2022 bertempat di Kantor Bersama Food Estate Dadahup Kab. Kapuas. Diskusi yang dipandu oleh Ditjen PSP (bapak Foyya dan tim) dihadiri oleh Kepala Balittra dan tim, Kepala BWS Kalimantan II Kementerian PUPR dan jajaran; Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah; Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas; Kepala BPP Dadahup, Kabupaten Kapuas; Tenaga Penyuluh di lokasi A1dan A5-Dadahup; Kelompok Tani pelaksana kegiatan di Blok A1 dan Blok A5.

Agenda diskusi adalah 1) penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan; 2) pembagian tugas kegiatan; dan 3) persiapan pendampingan pelaksanaan kegiatan. Selama diskusi para peserta secara aktif menyampaikan kondisi lahan, air, alsin, SDM dan hal terkait lainnya. Secara umum, lahan sudah dibersihkan dan saluran beserta pintu air sudah diperbaiki, sehingga mendukung untuk pertanaman padi. Jumlah petani yang berminat menanam padi di blok A1 dan A5 mencapai lebih dari 230 orang, sedangkan jumlah Alsin yang kurang akan dipenuhi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas.

Memandu diskusi, Bapak Foyya menyampaikan pertanaman pada MT ini adalah yang ketiga dengan didukung bersama (sinerji) oleh Kementan, Kemen PUPR, Pemerintah Daerah dan pihak terkait lainnya. Petani juga menyampaikan komitmen tertulis yang menunjukkan keinginan sungguh2 dan harapan berhasil yang besar. Oleh karena itu untuk lebih memberikan garansi keberhasilan pertanaman, kegiatan ini dilakukan lebih berhati-hati dengan mengidentifikasi permasalahan dan potensi serta memfokuskan kegiatan ke lokasi yang memiliki peluang keberhasilan tinggi.

Kepala Balittra memberikan masukan terkait faktor keberhasilan pertanaman FE Dadahup pada MT tahun ini yaitu 1) sumber daya manusia (SDM); 2) Air; dan 3) waktu tanam. SDM menjadi penentu utama karena sejak perencanaan, persiapan hingga panen keberadaan dan peran petani sebagai pelaku utama saat ini menunjukkan keinginan dan semangat yang tinggi. Petani juga telah membuat kesepakatan dan komitmen untuk berperan aktif sampai panen. Jumlah petani yang berminat juga cukup banyak dan nantinya akan terus didampingi tim teknis lapangan dan tim pengawas yang membantu tim teknis pada tahapan kegiatan. Faktor kedua yaitu pengelolaan air urgen dan menentukan keberhasilan sejak persiapan hingga panen, terutama saat ini dimana musim hujan dan musim kemarau tidak tegas. Pertanaman saat ini kemungkinan akan menghadapi musim hujan dengan curah hujan tinggi pada akhir pertanaman, maka peran saluran dan pintu dperlukan untuk mengeluarkan kelebihan air. Penanaman sebaiknya di lahan yang airnya bisa dikendalikan. Penataan air dapat dilakukan sambil berjalan proses penanaman.

Pemilihan waktu tanam sebaiknya menghindari ancaman hama dan penyakit utama padi di lahan rawa. Ada dua waktu kritis selama pertanaman padi di lahan rawa yang sedapat mungkin dihindari yaitu bulan Maret dan bulan September, yang merupakan waktu puncak serangan hama tikus. Untuk itu, maka ketersediaan saprodi terutama benih padi VUB bermutu dan kesiapan lahan untuk ditanami perlu dipastikan. Sesuai kondisi lahan dan air saat ini, maka diajurkan menggunakan 2 cara tanam yaitu tanam benih langsung (Tabela) dan tanam pindah (Tapin). Untuk Tabela dimulai pada awal Oktober pada lahan yang airnya sudah dapat dikeringkan, sedangkan lahan yang masih tinggi airnya menggunakan Tapin yang semaiannya sudah dimulai pada bulan Oktober. Tanam sebaiknya dilakukan serempak.

Pertanaman ketiga ini diharapkan berhasil dibanding dua pertanaman sebelumnya dan sesuai target. SDM pendamping sebaiknya yang paling mengerti kondisi Dadahup. Petani adalah pelaku sentral bukan sebagai petugas. Semua pihak yang terkait dengan FE Dadahup saling bersinergi dan diharapkan untuk pendamping lapangan dapat melaporkan kondisi lapangan yang sebenarnya agar pertanaman ketiga ini sesuai harapan dan benar-benar mampu mensejahterakan petani. (MLF)

#PertanianMajuMandiriModern
#Balittra

Facebook TwitterGoogle BookmarksLinkedin

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

Statistik Website

Hari Ini: 1437
Kemarin: 1910
Minggu ini: 5347
Bulan Ini: 8194
Total: 322485

Visitor Info

  • IP: 3.235.65.220

Sedang Online

27
Online

05-10-2022
KAN
Agro
Institusi Litbang