Rabu, 05 Oktober 2022

Review Paket Teknologi Komoditas Bernilai Tinggi, Balittra Sampaikan Paparan

#RawaBisa

(14-16 September 2022) Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung kegiatan pelaksanaan penyuluhan dan pemberdayaan petani di provinsi Kalimanan Selatan khususnya lokasi Program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program ). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari di Fave Hotel Banjarbaru pada 14-16 September 2022. Penanggung jawab kegiatan tersebut adalah Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan. Kegitaan ini dihadiri oleh para pengambil kebijakan, penyuluh, peneliti dan petani.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilakukan oleh Kabid Penyuluhan yaiu Ir. H. Kusmaryono. Pada pembukaan tersebut Kabid Penyuluhan menyampaikan bahwa dari hasil kegiatan bisa digunakan untuk ini menyusun kegiatan para penyuluh di daerah kerja masing-masing. Para penyuluh bisa memilih teknologi yang disampaikan oleh nara sumber untuk menyusun sekolah lapang yang sesuai dengan kondisi lapang di wilayah kerjanya. Selain itu kepada para petani yang hadir agar bisa memanfaatkan teknologi yang disampaikan para nara sumber untuk meningkatkan hasil sesuai komoditas yang diusahakan dan kemampuan masing-masing.

Setelah pembukaan oleh Kabid Penyuluhan dianjutkan pemaparan materi oleh Pak Alimin dari NPJU BPSDMP mengenai Kebijakan dan Strategi Pencapaian Target Kinerja Program IPDMIP dalam meningkatkan Produktivitas dan Layanan Pertanian. Kerangka logis IPDMIP adalah sebagai berikut: Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan penghidupan di pedesaan melalui peningkatan nilai pertanian beririgasi berkelanjutan maka kerangka kerja kelembagaan petani beririgasi diperkuat, pengelolaan system irigasi disempurnakan, Infrastruktur system irigasi ditingkatkan dan pendapatan pertanian ditingkakan.

Pada kegiatan ini BALITRA berpartisipasi sebagai nara sumber mengenai tanaman kacang tanah dan jagung hibrida. Pada hari I yaitu 14 september 2022, Dr Ir Yuli Lestari, MSi menyampaikan materi tentang Teknologi Budidaya Kacang Tanah di Lahan Rawa, Panen dan Penanganan pasca Panen komoditas kacang tanah untuk mutu hasil yang lebih baik. Kemudian pada hari II 15 September 2022, menyampaikan materi mengenai Srategi Pengolahan dan Pemasaran Kacang tanah untuk menghadapi over produksi dan harga jual rendah. Kacang tanah bisa dibudiayakan di lahan rawa baik lahan lebak maupun pasang surut. Lahan yang digunakan untuk budidaya kacang tanah baik di lahan rawa lebak maupun pasang surut dapat ditata sebagai sawah, surjan maupun tegalan tergantung tipe luapan untuk lahan pasang surut dan lama genangan untuk lahan lebak. Pemanenan kacang tanah dan penanganan pasca panen harus tepat sesuai peuntukannya apakah untuk konsumsi atau benih. Sesuai dengan prinsip ekonomi bahwa pada saat ketersediaan barang/hasil melimpah, maka harga komoditas rendah. Untuk meningkatkan nilai jual pada saat harga rendah kacang tanah bisa dibuat olahan seperti kacang asin, pasta kacang tanah,kue kering/cookies, tepung kacang tanah dan kacang tanah lemak rendah kalori. Seperti halnya pemasaran hasil agribisnis pada umumnya, pemasaran kacang tanah sebaiknya membentuk koperasi. Untuk mengatasi modal yang rendah perlu bekerjasama dengan bank daerah, sedangkan untuk mengatasi monopoli pedagang pengumpul penjulan kacang tanah dan produknya bisa dilakukan pelelangan. Promosi hasil dan produk olahan kacang tanah bisa dilakukan melalui web site (on-line) atau media cetak yang lain. Selain itu yang tidak kalah pentingnya dalam pemasaran harus menjalin hubungsan baik dengan konsumen.

Pada hari II, Dr. Mawardi, SP., MSc menyampaikan materi Teknologi Budidaya Jagung Hibrida di Lahan Rawa, Panen dan Penanganan pasca Panen komoditas jagung hibrida untuk mutu hasil yang lebih baik serta Srategi Pengolahan dan Pemasaran Jagung Hibrida untuk menghadapi over produksi dan harga jual rendah. Keberhasilan budidaya jagung hibrida di lahan rawa sangat tergantung persiapan lahan, varietas yang di tanam, pemupukan, pengendalian gulma dan hama penyakit. Budidaya jagung akan memberikan keuntungan yang besar terhadap petani apabila menerapkan system mekanisasi, baik pengolahan tanah (traktor, jonder), penggunaan alat tanam, pembubunan maupun pemanenan.Dengan menggunakan system mekanisasi maka biaya produksi bisa ditekan. Panen jagung pakan ternak akan aman apabila umur jagung telah 115 hari. Untuk pemasaran jagung pakan ternak, selama ini tidak ada masalah. Jagung yang sehat bisa dijual ke pedagang pengumpul, pabrik pakan ternak atau peternak aam yang membuat pakan sendiri. Berapapun hasil jagung pasti diterima oleh konsumen. (YL)

#PertanianMajuMandiriModern
#Balittra

Facebook TwitterGoogle BookmarksLinkedin

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

Statistik Website

Hari Ini: 1463
Kemarin: 1910
Minggu ini: 5373
Bulan Ini: 8220
Total: 322510

Visitor Info

  • IP: 3.235.65.220

Sedang Online

23
Online

05-10-2022
KAN
Agro
Institusi Litbang