JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Ka BBSDLP Buka Lokakarya dan Raker Balittra

ImageDalam rangka penyempurnaan program penelitian dan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengembangan pertanian lahan rawa, sekaligus juga upaya untuk meningkatkan kinerja Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA), telah dilaksanakan Lokakarya dan Rapat Kerja dengan tema � Peningkatan Kinerja Balittra melalui Disiplin dan Profesionalime Sumberdaya Manusia �, di Auditorium Balittra pada tanggal 21-22 Januari 2009. Peserta Raker adalah seluruh pegawai Balitrra, antara lain : pejabat struktural, pejabat fungsional, ketua-ketua Kelti, para peneliti, staf administrasi dan staf Kebun percobaan.

Lokakarya Pengelolaan Lahan Rawa dilaksanakan bertujuan untuk mendapatkan masukan dari Instansi terkait, diantaranya Balai Pengembangan Wilayah Sungai III (Dep. PU), Dinas Pertanian dan Hortikultura Kapuas (Kalteng), dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan, sehingga melalui lokakarya ini diharapkan diperoleh masukan untuk menyusun perencanaan, mempertajam dan menetapkan arah program penelitian yang akan dilakukan Balittra, baik oleh Balittra sendiri maupun penelitian yang dapat dikerjasamakan, sedangkan Rapat Kerja merupakan sarana untuk mengevaluasi hasil rapat kerja tahun-tahun sebelumnya, dan melalui raker ini akan dirumuskan dan ditetapkan langkah-langkah maupun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mensukseskan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan Tupoksi Balittra. Lokakarya dan Rapat Kerja dibuka oleh kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (Prof. Dr. Ir. Irsal Las,MS). Dalam arahannya, Bapak kepala Balai Besar menegaskan bahwa lokakarya yang berkaitan dengan pengelolaan lahan rawa ini sangat strategis untuk pembangunan pertanian, meskipun masih dalam skala terbatas. Strategisnya pengelolaan lahan rawa, ada tiga hal penting yang menjadi isu dan perlu diperhatikan, antara lain: (1). lahan rawa sangat strategis dalam pembangunan pertanian sesuai dengan potensi yang dimiliki lahan ini, (2). kontroversi dan dilema yang muncul dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan rawa diantaranya mengenai aspek lingkungan, perubahan iklim, sorotan dunia tentang lahan gambut, dan (3) keunikan pengelolaan lahan rawa yakni banyak pihak yang berkepentingan dan bertanggung jawab, semuanya memerlukan pemikiran agar pengelolaan dan pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian dapat berkelanjutan. Menyinggung dengan pelaksanaan Raker, beliau menekankan dua kata dalam tema Raker yakni �Disiplin�dan �Profesionalisme� dan perlu diperhatikan seluruh pegawai Balittra. Disiplin adalah ketaatan, kepatuhan dan komitmen terhadap peraturan, dan profesionalisme adalah kemampuan, keterampilan dan penguasaan ilmu dan teknologi. Lebih lanjut disebutkan ada 3 (tiga) pilar kunci keberhasilan, antara lain keyakinan, kebersamaan dan kerjasama, kepemimpin dan managemen. Melalui Raker ini hendaknya : disiplin, profesionalisme dan ke tiga pilar kunci keberhasilan tersebut menjadi milik kita dan sebagai landasan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai pegawai negeri. Pada acara Raker, disampaikan 1 (satu) makalah tentang motivasi dari pembicara tamu yaitu Dr. H. Karyono Ibnu Ahmad dari UNLAM Banjarmasin dengan judul Pengembangan Potensi Diri (Menyeimbangkan kecerdasan, intelektual, emosional, spiritual, dll) dan 5 (lima) buah makalah disampaikan oleh pejabat struktural dan pejabat fungsional, antara lain mengenai Program Penelitian dan Renstra; Keuangan, SDM dan Rumah Tangga; Seksi Pelayanan Teknis; Seksi Jasa Penelitian; dan Pembinaan SDM Peneliti dan Litkayasa..