JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Trivia Rawa (56): Atabela

Trivia Rawa (56): Atabela

Istilah atabela berasal dari tabela yang merupakan akronim dari tanam benih langsung. Pada praktek pertanian tabela, benih padi langsung ditanam di lahan tanpa disemai di persemaian. Biasanya tabela dilakukan di lahan yang sangat luas tetapi tenaga kerja kurang. Misalnya di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Semula tabela hanya berlangsung manual dengan menebar (baca: lempar secara menyebar, red) langsung di lahan tanpa memperdulikan jarak tanam. Dengan cara ini penanaman pembayaran upah tanam yang berbiaya tinggi dapat ditekan.

Belakangan petani yang menerapkan tabela ingin padi yang ditanam memiliki jarak tanam agar produktivitas meningkat. Berikutnya muncul inovasi dari International Rice Research Institute (IRRI) yang merancang alat untuk menempatkan padi di lahan dengan jarak tanam tertentu secara cepat. Alat tersebut terbuat dari besi yang dibentuk seperti pipa besar—mirip drum—yang ikut berputar saat roda berjalan. Berikutnya di tanah air alat tersebut populer disebut atabela: alat tanam benih langsung.

Namun, alat tersebut kurang praktis karena petani merasa berat memakai alat yang terbuat dari besi tersebut. Kemudian muncul modifikasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang mengganti pipa besi dengan paralon besar. Tempat benih dibuat dengan melubangi paralon. Di saat paralon berputar benih jatuh dengan jarak yang tetap sesuai ukuran keliling paralon. Kini atabela itulah yang populer dipakai petani.

Atabela dari paralon yang sederhana itu mudah dirancang oleh petani sehingga mereka dapat membuatnya sendiri. Di pedesaan yang menjadi sentra pertanian, seringkali alat tersebut dibuat oleh bengkel lokal setempat.  (Destika Cahyana, SP, destika_cahyana@yahoo.com)