Rabu, 05 Oktober 2022

Tumbuhan Herba Rawa Jeruju (Acanthus Ebracteatus) Sebagai Biopestisida Nabati Terhadap Ulat Grayak (Spodoptera Litura)

Tumbuhan Herba Rawa Jeruju (Acanthus Ebracteatus) Sebagai Biopestisida Nabati Terhadap Ulat Grayak (Spodoptera Litura)

Bagi Indonesia, pengembangan pestisida nabati sangatlah memungkinkan karena Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman spesies tumbuhan yang melimpah, bahkan hutan tropiknya termasuk terbaik di dunia. Dukungan kemajuan teknologi di bidang kimia serta adanya permintaan pasar akan produk-produk pertanian yang bersih merupakan pertimbangan dilakukannya usaha eksplorasi bahan nabati sebagai sumber senyawa bioaktif. Kenyataan ini didukung pula dengan kemasan pestisida nabati yang umumnya mirip dengan pestisida sintetik yaitu berupa cairan yang disemprotkan, sehingga petani tidak terhambat secara psikologis dalam aplikasinya.

Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan hama yang dapat menyerang semua tanaman pangan maupun tanaman hortikultura dan bersifat polifag.  Hama tersebut tergolong yang sulit dikendalikan.  Pada umumnya pengendalian ulat grayak ini selalu mengandalkan insektisida sintetik, padahal akibat penggunaan insektisida sintetik yang terus-menerus dan kurang bijaksana akan berdampak negatif terhadap manusia, hewan  dan lingkungan.  Untuk mengatasi hal tersebut perlu dicari alternatif pengendalian dengan menggunakan bahan tanaman yang berpotensi sebagai inektisida nabati.  Salah satu tumbuhan herba yang berpotensi sebagai biopestisida nabati adalah tumbuhan jeruju (Acanthus ebracteatus).

Di lahan rawa pasang surut Kalimantan Selatan dan Tengah banyak ditemukan jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan untuk membuat pestisida nabati. Sampai saat ini telah dikoleksi sebanyak 220 jenis tumbuhan yang dicurigai mengadung racun yang dapat membunuh hama serangga.  Fungsi dari jenis tumbuhan tersebut berperan sebagai habitat/tempat musuh alami, tanaman perangkap/inang altertanif, bahan obat-obatan, pestisida nabati, biofilter dan bahan penyerap unsur logam berat.  Tumbuhan tersebut terdiri atas golongan rumput-rumputan,  temu-temuan herba dan perdu, dan pohon berkayu (Asikin dan Thamrin, 2010).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan jeruju dapat membunuh serangga ulat grayak sebesar ekstrak jeruju adalah 85,8% dan perlakuan Mimba (pembanding insektisida nabati) hanya mencapai 70,6%.

Jeruju berasal dari keluarga Acanthaceace, ekstrak tumbuhan Jeruju  (Acanthus sp), menduduki urutan kedua dengan persentase kematian larva ulat grayak 85,8%.  Tumbuhan ini kebanyakan tumbuh pada lahan-lahan pasang surut yang berair atau ditepi-tepi drainase atau saluran air.

Daun, biji dan akar Acanthus sp berkhasiat sebagai obat cacing, disamping itu daun muda berkhasiat sebagai obat sakit perut. Kandungan daun, akar dan biji tumbuhan jeruju (Acanthus sp) mengandung saponin, flavonoida dan polifenol, di samping itu bijinya juga mengandung alkoloida.  Hal ini bahwa kandungan kimia yang terdapat pada tanaman jeruju adalah saponin, flavonoida dan polifenol yang banyak terdapat pada daun, akar dan biji Acanthus. Selain itu bijinya juga mengandung alkaloida, yang dapat bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit yakni sakit perut, dan juga penyakit cacingan.

Daun jeruju mengandung senyawa verbaskosida dan asam fenolat. Dari isolasi ekstrak etanol daun teh jeruju dihasilkan senyawa verbaskosida yaitu suatu glikosida ester turunan asam kafeat yang diperoleh secara kromatografi lapis tipis, spektrofotometri ultraviolet dan infra merah, sedangkan senyawa asam fenolat yaitu asam vanilat, asam siringat, asam ferulat, asam p-hidroksibenzoat dan asam p-kumarat dapat diidentifikasi dari ekstrak etanol secara kromatografi lapis tipis selulosa dua dimensi (Soetarno, 2007).

Tumbuhan jeruju (Acanthus ebracteatus ) merupakan jenis tumbuhan herba yang cukup banyak dijumpai tumbuh di lahan rawa pasang surut maupun lahan kering beiklim basah Kalimantan Selatan. (S.Asikin )

Facebook TwitterGoogle BookmarksLinkedin

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

Statistik Website

Hari Ini: 1404
Kemarin: 1910
Minggu ini: 5314
Bulan Ini: 8161
Total: 322452

Visitor Info

  • IP: 3.235.65.220

Sedang Online

19
Online

05-10-2022
KAN
Agro
Institusi Litbang