JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Museum - Gallery

MUSEUM PERTANIAN LAHAN RAWA

Museum Pertanian Lahan Rawa sebagal salah satu sarana penyebaran informasi, koleksi kekayaan hayati, alat dan kearifan lokal lahan rawa. Berlokasi di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa. Resmi didirikan pada tanggal 5 Agustus 2008.

LAHAN RAWA

Lahan rawa merupakan lahan masa depan sebagai alternatif untuk mengimbangi penciutan lahan produktif di Pulau jawa dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian.  Luas lahan rawa di Indonesia sekitar 33.429juta ha yang terdiri dan lahan pasang surut 20,12 juta ha dan lahan lebak 13,28jutahatersebardi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dan luas tersebut diperkirakan lahan pasang surut terdiri dan 2,07 juta ha lahan potensial, 6,72 juta ha lahan sulfat masam, 10,89 juta ha lahan gambut dan 0,44 juta ha lahan salin. Sedangkan di lahan Iebakterdiri dan 4,167 juta ha lebak dangkal, 6,075 juta ha lebak tengahan dan 3,038 juta ha Iebak dalam. Lahan pasang surut yang berpotensi untuk dijadikan areal pertanian sekitar 9,53 juta ha, yang sudah direklamasi sampai tahun 2002 sekitar 4,186 juta ha. Sedang luas lahan Iebak yang diusahakan baru seluas 729.900 ha.

Dari pengalaman berpuluh-puluh tahun, Balittra telah mampu mengubah lahan rawa kurang produktif menjadi produktif melalui teknologi yang dihasilkan. Namun teknologi ini masih perlu disempurnakan dan terus digali agar dimasa depan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Peran diseminasi sangat diperlukan dalam mempercepat adopsi teknologi. Hal ini dapat tercipta jika pengetahuan dan persepsi terhadap lahan rawa sudah sama, baik sebagai pengguna maupun pengambil kebijakan.

Ruang pamer berupa museum rawa yang menampilkan teknologi pertanian dan budidaya yang sudah berkembang di lahan rawa merupakan salah satu wahana untuk mempermudah pemahaman terhadap lahan rawa.


INFORMASI

Dokumentasi sumberdaya lahan rawa seperti plasma nutfah flora dan fauna, teknologi pertanian serta budaya lokal yang sudah berkembang di lahan rawa merupakan aset utama lahan rawa yang perlu dilestarikan. Untuk berbagal kepentingan, kita perlu memahami kondisi lahan rawa yang sangat beragam, balk sifat fisik, biologi maupun sosial ekonomi masyarakatnya. Pengunjung dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang lahan rawa antara lain tentang budaya lokal masyarakat dalam memanfaatkan lahan rawa dan aspek pertanian, perikanan dan peternakan maupun Iingkungan hidup, koleksi plasma nutfah tanaman, insektarium, herbarium, profil tanah, teknologi tata air petani lahan rawa dan perigolahan hasil tanaman rawa. Adanya informasi mi diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat akan kelestarian budaya lahan rawa dibidang pertanian khususnya dan lingkungan pada umumnya.


KOLEKSI

  1. Alat-alat pertanian tradisional yang digunakan petani rawa dalam bercocok tanam padi dan menangkap ikan.
  2. Plasma nuffah tanaman padi lokal lahan rawa.
  3. lnsektarium dan herbarium lahan rawa.
  4. Maket teknologi tata air.
  5. Peta lahan rawa.
  6. Poster produk olahan.
  7. Teknologi lahan rawa berupa buku terbitan maupun bentuk produk

KOLEKSI ALAT PERTANIAN


Nama

Asal

Fungsi

: Jukung Sudur

: Kalimantan Selatan

: Alat transportasi mengangkut hasil pertanian


Nama

Asal

Fungsi

: Gumbaan

: Kalimantan Selatan

: Memisah gabah hampa dan gabah bersih


Nama

Asal

Fungsi

: Kindai

: Kalimantan Selatan

:Menyimpan gabah kering


Nama

Asal

Fungsi

: Kajang

: Kalimantan Selatan

: menutupi hasil-hasil pertanian dari hujan/panas


Nama

Asal

Fungsi

: Kampil

: Kalimantan Selatan

: Wadah menampung hasil-hasil pertanian


Nama

Asal

Fungsi

: Cupikan

: Kalimantan Selatan

: Wadah gabah/beras


Nama

Asal

Fungsi

: Lanjung

: Kalimantan Selatan

:Membawa hasil pertanian


Nama

Asal

Fungsi

: Butah (Ungking)

: Kalimantan Selatan

: mengangkut alat atau hasil pertanian


Nama

Asal

Fungsi

: Bakul

: Kalimantan Selatan

: Wadah alat-alat keperluan petani


Nama

Asal

Fungsi

: Nyiru

: Kalimantan Selatan

: Membersihkan gabah dan beras


Nama

Asal

Fungsi

: Tanggui

: Kalimantan Selatan

: Alat peneduh dari hujan dan panas (umumnya bagi Bu tani)


Nama

Asal

Fungsi

: Topi purun

: Kalimantan Selatan

: Penutup kepala dari hujan dan panas (umumnya bagi Pak tani)


Nama

Asal

Fungsi

: Lasung

: Kalimantan Selatan

: Membuat gabah jadi beras, dan beras jadi tepung


Nama

Asal

Fungsi

: putaran

: Kalimantan Selatan

: Alat pemecah gabah untuk memperoleh beras


Nama

Asal

Fungsi

: Gantang

: Kalimantan Selatan

: Alat penakar gabah atau beras


Nama

Asal

Fungsi

: Perapatan

: Kalimantan Selatan

: Alat penakar beras


Nama

Asal

Fungsi

: Parang

: Kalimantan Selatan

: Alat pemotong, pembelah, dsb.


Nama

Asal

Fungsi

: Tajak

: Kalimantan Selatan

: Alat pemotong/Pembersih rumput di sawah


Nama

Asal

Fungsi

: Tatujah

: Kalimantan Selatan

: Alat membuat lubang untuk menanam padi


KOLEKSI TANAMAN DAN SERANGGA


Koleksi Varietas Padi

Asal :

Kalimanatan Selatan dan Sumatera

Ket. :

Varietas padi lokal toleran terhadap lingkungan pasang surut, tahan keracunan besi, kemasaman tanah. Sebagai sumber tetua bagi persilangan bentuk gabah dan rasa disenangi masyarakat Kalimatan Selatan dan wilayah luar Kalimantan Selatan.


Koleksi Herbarium Tumbuhan Rawa (Gulma)

Asal :

Lahan Rawa Kalimantan Selatan

Ket. :

Gulma dapat tumbuh pada lahan masam


Koleksi Padi Air Dalam

Asal :

Lahan Rawa Lebak Kalimantan Selatan

Ket. :

PAD dapat tumbuh memanjang sesuai kedalaman air


Herbarium Ubi Nagara dan Ubi Alabio

Asal :

Lahan Rawa Lebak Kalimantan Selatan

Ket. :

Komoditas spesifik lokasi


Koleksi Serangga

Asal :

Kalimantan Selatan

Ket. :

Jenis serangga dilahan rawa


KOLEKSI PROFIL TANAH


Profil Tanah Gambut

Asal :

Kalimantan Selatan

Ket. :

Gambut terbentuk secara bertahap sehingga menunjukan berlapis-lapis seiring dengan kejadian lingkungan alamnya. Dari kedalaman gambut dibedakan ganbut Dangkal (50-100 cm). Sedang (100-200 cm) dan Dalam (200-300 cm) dan sangat dalam (>300 cm). Dari segi keterangan bahannya dibedakan Pibrik, Hemis dan Saprik.


Profil Tanah Sulfat Masam

Asal :

Kalimatan Selatan

Ket. :

Tanah dan lahan pasang surut yang mengandung lapisan spirit dengan kedalaman 50-100 cm dari permukaan tanah. Tanah sulfatsulfat masam aktual dan sulfat masam potensial. Sulfat masam aktual apabila lapisan piritnya telah teroksidasi dan kedalaman piritnya berada sekitar 50 cm dari permukaan lahan sedangkan sulfat masam potensial lapisan piritnya lebih dari 80cm.



TEKNOLOGI TATA AIR

Market Tata Air Sistem Polder

Asal :

Kabupaten Hulus Sungai Utara

Ket. :

Fungsi tata air sistem Polder untuk mengendaliakan air di dalam polder di lahan rawa lebak. Air yang bersumber dari air hujan dikendaliakan dengan menggunakan pompa memasukan air ke lahan  sawah.

Market Tata Air Sistem Mikro (Satu Arah)

Asal :

Kalimatan Selatan

Ket. :

Tata air satu arah dirancang agar aliran air dalam satu unit pengelolaan berada satu arah. Tata air satu arah adalah lawan dari tata air dua arah yang dirancang dimana saluran yang sama. Pada tata air satu arah memerlukan pemasangan pintu-pintu air padamuara saluran tersier masuk dan keluar, yang dapat masuk dan saat surut adakalanya air perlu ditahan dengan menutup pintu air. Penerapan tata air satu ini cocok untuk lahan rawa pasang surut tipe luapan A atau B.


TEKNOLOGI UNGGULAN

Pupuk Hayati Biotara

Biotara

Merupaka pupuk hayati yang adaptif dengan tanah masam lahan rawa dan  mampu meningkatkan produktivitas tanaman dan berkelanjutan sumberdaya lahan.

Komposisi

Terdiri dari konsorsium mikroba dekomposer, pelarut P, dan penambat N dalam media pembawa jerami padi atau tindakan kosong kelapa sawit.

Dampak

Meningkat N, meningkatkan ketersediaan hara P tanah, mempercepat dekomposisi sisa-sisa organik, dan memacu pertumbuhan tanaman.: meningkatkan efisiensi pemupukan N dan P lebih dari 30% dan meningkatkan hasil padi lebih dari 20% di lahan rawa. Pupuk Biotara ini sedang diusulkan untuk mendapatkan hak paten. Dalam rangka scaling up sedang dilakukan kerjasama dengan PT. Pupuk Kaltim.

Pupuk Hayati Biosure

Pupuk Hayati Biosure

merupakan pupuk hayati yang berperan dalam proses reduksi, dapat mengurangi kemasaman tanah, dan meningkatkan produktivitas padi

Komposisi

Terdiri dari konporsium Bakteri Preduksi Sulfat dalam media pembawa campuran tanah sulfat masam dan substrat organik.

Dampak

Meningkatkan pH tanah, menurunkan kelarutan ion sulfat, dan meningkatkan hasil padi. Mampu mengefisienkan dosis kapur sampai 80% dengan efek yang sama dan meningkatkan hasil padi lebih 20%.

Pupuk Organik Lahan Rawa (ORGANOWA PLUS)

Organowa Plus

Pupuk organik dari bahan utama gulma rawa purun tikus (Eleocharis dulcis), pupuk kandang, Fosfat alam, kapur dolomit, yang diperkaya dengan unsur mikro. Komposisi terdiri atas purun tikus 75%, pupuk kandang 10%,  fosfat alam 9,5%, kapur dolomit 5%, pupuk mikro 10 ppm + unsur lain. Bahan diatas diolah dalam bentuk butiran.

Dampak

Dapat digunakan untuk berbagai komoditas, Memperbaiki struktur tanah rawa. Meningkatkan C-organik tanah dan sumber hara bagi tanaman. Dapat memacu pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil jagung >50% dan padi >25%, serta mensubtitusi pupuk anorganik (NPK) sampai dengan 50%.


FUMIGAN BERSUMBU (RATEL)

Fumigan Bersumbu

(Ratel) adalah sejenis mercon sebagai alat fumigasi bagi hama tikus yang banyak menyerang tanaman padi di lahan rawa pasang surut dan rawa.

Deskripsi

Fumigan ini berbentuk tabung dengan panjang 12cm dan diameter 1,5cm. Satu ujung dilengkapi dengan sumbu untuk membakar ramuan fumigasi (belerang + bahan bakar) dan ujung lain tertutup rapat. Apabila sumber dibakar, api akan cepat merambat sehingga tabung mercon menyemburkan asap putih dan api dengan kuat namun tidak menimbulkan ledakan.

Dampak

Dengan memasukan semburan api dan asap racun kedalam liang tikus tikus menjadi sesak nafas dan mati. jumlah tikus yang mati dilubang/liang yang masih muda berkisar antara 4-12 ekor/lubang aktif. kematian populasi tikus tertinggi adalah pada stadia padi menjelang panen dan bera setelah panen yaitu pada sistem surjan ukuran 4x190 meter. Pengendalian hama tikus dengan ratel mampu menekan populasi tikus sebesar 60%. Intensitas kerusakan tanaman padi akibat serangan hama tikus dapat ditekan dengan ratel kerusakan hanya tersisa antara 11,50-13,50%. Fumigan bersumbu ini sedang diusulkan untuk mendapatkan hak paten. Produk ini sudah diminta beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan dan Lampung dan diharapkan dapat diproduksi secara massal oleh mitra.

WAKTU KUNJUNGAN

Museum Balittra terbuka untuk pelajar/mahasiswa, peneliti, penyuluh dan umum, dapat dikunjungi pada hari kerja. Bagi pengunjung rombongan agar menghubungi terlebih dahulu ke Balal Penelitian Pertanian Lahan Rawa Banjarbaru

JI. Kebun Karet, Loktabat Utara Banjarbaru
P0 Box, 31. TeIp/Fax. 0511-4772534
Email: balittra@litbang.pertanian.go.id